Petition updatePresiden @jokowi, tolak tambang di Pulau Bangka – Sulut!Turis Asal AS Ikut Bantu Warga Padamkan Kebakaran di Pulau Bangka

Kaka SlankJakarta, Indonesia
Sep 14, 2015
MINAHASA UTARA, KOMPAS.com - Sedikitnya 2.000 hektar lahan berupa hutan adat dan kebun warga di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara yang terbakar sejak sepekan lalu dan hingga Sabtu (12/9/2015) api di beberapa titik belum juga padam.
"Api membesar sejak pekan lalu, menghanguskan lahan-lahan dan kebun, merembet dari Lihunu, ke Libas, Kahuku dan sekarang masih menyala di Aring Kambing. Tapi yang di Kahuku sudah padam sementara di Libas api sudah menjauh dari pemukiman warga," ujar Kapala Urusan Kesra Lihunu, Dekclory Saweduling.
Pagi Sabtu pagi hingga siang, warga Lihunu yang dibantu 14 personel Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan Bitung bahu-membahu memadamkan api di Tanjung Totohe dengan peralatan seadanya. "Medannya cukup berat, tebing-tebing dan sumber air sangat susah, kami harus melewati beberapa bukit untuk sampai di titik api. Jadi tidak ada air," kata Dwi, seorang anggota Marinir.
Warga dan anggota Marinir kemudian menggunakan berbagai peralatan seperti cangkul, sekop, parang dan kapak untuk mengisolasi api. Mereka membersihkan rumput-rumput dan ilalang di sekitar titik api dan mencoba membuat parit, untuk memutus kobaran api yang terus meluas dan tidak merambat ke area yang belum terbakar.
Richie, seorang wisatawan asal Amerika Serikat yang bermaksud berlibur di pulau Bangka ikut pula membantu upaya pemadaman api. Dia sebenarnya mengambil paket menyelam pada Sabtu ini, tetapi malah ikut sibuk terlibat memadamkan api.
"Saya menginap di Mimpi Indah Resort, tapi tidak ada guna diving dan snorkling sementara ada kebakaran di sini. Awalnya saya tidak tahu di pulau ini ada kebakaran, tapi tadi pagi ada warga datang, saya ikut," jelas Richie.
Setidaknya tiga desa di pulau Bangka sejak pekan lalu dilanda bencana kebakaran akibat kemarau panjang. Belum diketahui sumber api tetapi beberapa warga menduga kebakaran ini sengaja dipicu orang yang bertanggung jawab. Pulau Bangka menjadi perhatian sejak kehadiran investor tambang asal China di pulau ekstosis tersebut menyebabkan konflik di antara warga terkait pro-kontra kehadiran tambang.
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X