Karantina Rizieq Shihab Berdasarkan Protocol Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Mengikuti perkembangan perilaku Rizieq Shihab sejak kembali dari luar negri tanpa mentaati karantina dimana setiap orang lain diharuskan mentaati protocol covid 19 yang ada maka sudah saatnya pemerintah,aparat hukum bertugas sesuai aturan dan hukum Republik Indonesia yang ada.

Penyelenggaraan acara besar seperti di kabupaten Bogor,penjemputan di Bandara dan berkumpul di Petamburan menunjukkan Riziek Shibab dan pengikutnya tidak peduli kesehatan dirinya apalagi orang lain.

Sikap egoistik dan kekanak-kanakan ini tidak boleh dan tidak bisa ditolerir dengan tindakan pembiaran oleh negara.Tidak ada screening suhu tubuh sebelum acara,tidak ada social distancing saat acara berlangsung,tidak ada cuci tangan,hand sanitiser, sembarangan bermasker -sekenanya bahkan pengikutnya banyak tanpa memakai masker,berkumpul di jalanan,serta tidak ada juga trace dan track setelah bubar.

Bagaimana Indonesia bisa menuruni r rate dan keluar dari pandemic covid-19 jika perilaku suka-suka Rizirq Shihab dibiarkan merajalela.Negara perlu segera bertindak sesuai hukum dan aturan di musim pandemik yang berlaku.

Jika warga di tempat lain seperti di Gersik dihukum menggali kuburan saat melanggar protocol covid-19, ada juga yang didenda maka mengapa perilaku Imam FPI ini dibiarkan oleh penyelenggara negara, mulai di Tanggerang,Jakarta hingga Bogor.

Persamaan warga dimata hukum harus kita jaga.Jangan ada diskriminasi.Aparat kepolisian,tangan hukum janganlah pura-pura tidak tahu.Peristiwa ini semua kasat mata,tidak perlu menunggu laporan warga.

Mari jaga kesehatan publik,jaga kewarasan akal sehat,budaya normalnya manusia dewasa berperilaku,bertindak di musim pandemik ini.Kebebasan berkumpul,bersuara bukan berarti seenaknya melakukan perusakan fasilitas publik,melanggar lalu lintas,melanggar hak atas kesehatan,hak-hak dasar warga,hak komunitas dan menerabas protokol covid-19.