
[English below]
Kawan,
Kami tidak sangka-sangka, lebih dari 86 ribu orang mendukung petisi hanya dalam empat hari! Ini menunjukkan, kita semua tidak akan menerima rasisme, dalam bentuk apapun! Terima kasih atas dukungannya!
Sejak dukungan kamu, banyak perkembangan positif.
Polri sudah berjanji akan usut tuntas kasus rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya pada akhir pekan lalu. Polisi juga sedang berburu oknum-oknum provokator yang melontarkan kalimat-kalimat rasis terhadap mahasiswa Papua.*
Staf Khusus Presiden untuk Papua juga mendukung kepolisian menindak tegas pihak-pihak yang melakukan persekusi kepada masyarakat Papua tersebut.**
Di saat yang sama, Korlap Aksi Ormas di Surabaya yang saat itu berada di tempat kejadian, Tri Susanti, sudah secara terbuka meminta maaf apabila ada pihak yang sempat meneriakkan kalimat rasis pada mahasiswa asal Papua saat itu.***
Apalagi menurut Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, Komnas HAM mengirimkan tim untuk menelusuri dugaan kasus rasial terhadap warga Papua di Surabaya dan Malang. Artinya, Komnas HAM pun sudah mendengarkan aspirasi kitong.****
Fakta-fakta ini yang harus ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk mencapai keadilan.
Kawan, perjuangan kitong belum selesai.
Terus dukung dan sebarkan petisi ini agar semakin banyak orang mendesak kepolisian dan Komnas HAM untuk segera mengusut dan menindak provokator dan oknum rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.
Bersama-sama kita basmi rasisme dan jaga Indonesia tetap damai.
Hormat,
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Diskriminasi dan Rasialisme
*https://nasional.kompas.com/read/2019/08/20/08303411/polri-buru-pelaku-rasisme-terhadap-mahasiswa-papua
**https://m.merdeka.com/peristiwa/stafsus-presiden-untuk-papua-minta-polisi-tangkap-dalang-kerusuhan-manokwari.html
***https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4673411/korlap-aksi-yang-datangi-asrama-mahasiswa-papua-di-surabaya-minta-maaf
****https://koran.tempo.co/read/445089/komnas-ham-kirim-tim-ke-surabaya-dan-malang
------------------------------------------------------------------------
Field coordinator for racism action has been revealed. Police must act immediately!
My friend,
We did not expect, more than 86 thousand people supported the petition in just four days! This shows we will not accept racism, in any form! Thank you for your support!
Since we received your support, there are many positive developments.
The National Police has promised to thoroughly investigate the case and the provocateurs of racism against Papuan students in Surabaya that happened last weekend.* This action by the police is also supported by the President's Staff for Papua. **
At the same time, the leader of the public organization in Surabaya that was then at the scene, Tri Susanti, had publicly apologized if there were people who had shouted racist sentences to students from Papua. ***
Moreover, according to the Chairman of the Indonesia National Human Rights Commission, Ahmad Taufan Damanik, they have instructed a team to explore alleged racial cases against Papuans in Surabaya and Malang. This means that the National Commission on Human Rights has also listened to our aspirations.****
These facts must be followed up by the police for justice.
My friend, this isn't over yet.
Please continue to support and spread this petition so that more and more people are urging the police and the National Human Rights Commission to immediately investigate the racism against Papuan students in Surabaya and Malang.
Together we stop racism and keep Indonesia peaceful.
Regards,
Civil Society Coalition Against Discrimination and Racism
*https://nasional.kompas.com/read/2019/08/20/08303411/polri-buru-pelaku-rasisme-terhadap-mahasiswa-papua
**https://m.merdeka.com/peristiwa/stafsus-presiden-untuk-papua-minta-polisi-tangkap-dalang-kerusuhan-manokwari.html
***https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4673411/korlap-aksi-yang-datangi-asrama-mahasiswa-papua-di-surabaya-minta-maaf
****https://koran.tempo.co/read/445089/komnas-ham-kirim-tim-ke-surabaya-dan-malang
Photo credit: TEMPO/Muhammad Hidayat