Usut Tuntas Aparat yang Memukul Saudara Kami!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


Kawan-kawan, Dosen Aan Mamonto gak salah apa - apa, tapi ia dipukuli, ditangkap, dicukur oleh aparat keamanan

Dosen Aan merupakan putera daerah kebangaan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Ia juga merupakan mantan ketua umum Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow (KPMIBM) Makassar.

Kamis, 8 Oktober lalu, terjadi demo besar - besaran di Makassar untuk menolak omnibus law. Dosen Aan yang sedang mencari tempat print pun terjebak demo, sehingga memilih untuk beristirahat di depan minimarket sambil memantau situasi.

Namun, ketika Dosen Aan hendak melindungi diri dari gas air mata, beberapa anggota kepolisian langsung mengangkat kerah baju Dosen Aan dan memukulnya di bagian pipi kanan. Dosen Aan berusaha jelaskan kalau dia bukan massa demo, tapi aparat tidak mendengar dan terus memukuli sampai menginjak - injaknya.

Oleh aparat, Dosen Aan pun dibawa ke kantor polisi. Sepanjang perjalanan ke sana, ia dihina dengan kata kasar oleh para aparat dan sesampainya, salah seorang aparat menggunting rambut Dosen Aan. 

Keesokan harinya, Dosen Aan dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan. Tetapi, luka - luka yang ia alami masih membekas: memar di wajah, punggung dan jidat serta bengkak di kepala. 

Kejadian yang dialami Dosen Aan menunjukkan bahwa masih banyak Standar Operasional Prosedur (SOP) Kepolisian yang pada praktiknya tidak sesuai dalam Pasal 24 Perkapolri 9/2008. 

Oleh karena itu, kami dari Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow menuntut dan mendesak:

  1. Menuntut Kapolda Sulawesi Selatan & Kapolrestabes Makassar untuk meminta maaf secara langsung kepada korban di ruang publik.
  2. Mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk Membentuk Tim Investigasi Independen dalam mengusut tuntas kasus tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum Aparat Kepolisian.
  3. Menuntut Kapolda Sulawesi Selatan untuk Memecat oknum Aparat Kepolisian yang telah terbukti melakukan tindak Pidana Kekerasan.

Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, 

13 Oktober 2020,

Hormat Kami


Pengurus Pusat KPMIBM