Jul 6, 2015
Ibrahim Vatih : Sebelumnya, saya juga respon problem terkait berita Sekda Solo, respon saya di salah satu status kawan. Responnya seperti ini: "Sip. Maaf sebelumnya, penulis di fimadani lumayan banyak, saya udah jarang pantau konten di sana, cuma bantu-bantu problem, termasuk yang kayak gini. Mungkin penulisnya emang sengaja, tapi mungkin juga dia kurang teliti. Nanti saya kroscek ke yang bersangkutan. Segala bentuk lampiasannya saya terima, nanti saya follow up." Atau bisa langsung baca di status kawan saya di sini https://www.facebook.com/purbakuncara/posts/10204818096596295 Jadi, berdasarkan penjelasan saya tsb, saya emang udah lama ngga pantau konten di Fimadani, karena emang tupoksi saya ngga di situ, saya bantu-bantu teknis yang mungkin dalam sebulan masih bisa dihitung jari. Mungkin dari situs online yang dipetisi oleh lebih dari 1000 orang itu, cuma saya aja yang mau kasih respon (mewakili Fimadani). Saya ikuti pembicaraan ini, beberapa konten yang dipermasalahkan. 1. Hypermart Bali. 2. Syaikh Al Azhar. 3. Sekda Solo. 4. Masih banyak postingan yang mengarahkan kebencian kepada tokoh tertentu. Mungkin nanti poin-poinnya bisa ditambah untuk didiskusikan smile emotikon Poin nomer 1, terkait Hypermart yang larang jilbab, konten di Fimadani udah ngga ada karena kita kehilangan beberapa data pas migrasi server, konten udah ngga bisa diakses. Tapi informasi itu benar, kita sampaikankan bahwa Hypermart di Bali memang melarang. Yang dikoreksi sama mas Pahlevi Fikri Auliya itu berita klarifikasi, bukan ketika berita Hypermart itu diturunkan. Tapi Fimadani tetap salah karena tidak memuat klarifikasi coverboth-nya smile emotikon Poin nomer 2, tentang Syaikh Al Azhar, iya saya (dan Fimadani) mohon maaf, info ini parah. Lagi-lagi saya tidak mengikuti konten secara seksama (penulis di Fimadani ada banyak). Nanti dihapus. Iya saya tahu mungkin mas-mas (dan mbak) sekalian akan bilang "begitu aja? salah tinggal hapus?". Mungkin ada saran yang bisa saya (dan Fimadani) lakukan terkait ini? Berhubung konten sudah terlalu lama. Poin nomer 3, judulnya terlalu tendensius dan framing. Saya akui judul ini cacat, tapi tidak dengan isinya. Karena memang info/plan SE-nya yang beredar melalui broadcast itu melarang SKPD meski menggunakan dana kebersamaan (patungan). Barusan si penulis update coverboth di sini https://www.facebook.com/fimadani/posts/842759495779535 Poin nomer 4, saya harap mas-mas (dan mbak) sekalian mau bantu saya mencarikan konten bermasalah di Fimadani, karena "banyak postingan yang mengarahkan kebencian kepada tokoh tertentu." Oh iya, Fimadani punya lebih dari 5000 konten. Saya ngga tau persentase konten positif-negatifnya ada berapa. Tapi saya yakin konten positifnya jauh lebih banyak, karena tahun-tahun pertama berdiri saya ikut kontribusi cukup banyak konten. Mungkin ada tambahan terkait hal-hal yang masih mengganjal. Semoga mas-mas (dan mbak) sekalian mau bantu saya merespon tanggapan saya ini, sebagai bagian dari tanggung-jawab petisinya, hehe. Btw, sebenernya saya juga mau menyampaikan kegundahan saya, hehe. Saya merasa Fimadani ngga pas kalau masuk disandingkan dengan situs-situs yang dipetisi di atas. Beberapa alasan yang mungkin membedakan Fimadani dengan situs-situs lain yang dipetisi. 1. Kita mudah dihubungi. 2. Kita mau diajak ketemu. 3. Kita tidak pernah blokir orang-orang yang kasih masukan. 4. Kita berusaha menulis dengan baik. *mungkin kadang beberapa penulis kurang bisa kontrol diri, sampai ada konten-konten yang bermasalah. Saya ngga nyaman ketika baca komentar-komentar di bawahnya, seakan-akan Fimadani emang sebusuk itu. Semoga saja yang mereka komentari seperti itu adalah PKS Piyungan, Suaranews, dll. Hehe. Saya sangat menolak cara penulisan judul tak bertanggung-jawab, seperti yang banyak terdapat di Suaranews, PKS Piyungan, dll. Saya selalu sampaikan ini di forum redaksi. Kalau ada yang masalah biasanya saya tegur, seperti barusan saya melakukan hal ini ke penulis informasi yang dipermasalahkan di atas.
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X