

Pertahankan 2 Halte Trans Jatim di Kota Malang dari Aspirasi Penolakan SSI!


Pertahankan 2 Halte Trans Jatim di Kota Malang dari Aspirasi Penolakan SSI!
Masalahnya
Sebagai warga aglomerasi Malang Raya, kita semua sudah melihat dan merasakan dampak positif hadirnya transportasi publik terjangkau berupa Trans Jatim selama satu bulan terakhir. Trans Jatim telah menjadi bagian bagi warga yang mencari kemudahan, kenyamanan, dan kepastian dalam bermobilitas antarsudut kota.
Namun, saat ini kita sedang menghadapi tantangan kembali dari Serikat Sopir Indonesia Kota Malang yang telah mengajukan aspirasi penghapusan beberapa halte di Sumbersari, yakni halte Raya Tlogomas dan Dinoyo. Permintaan ini muncul setelah kegagalan penolakan pada halte Ki Ageng Gribig di Sawojajar. Kehadiran halte seperti ini sangat penting karena berada di dekat daerah dengan tarikan tinggi seperti UNISMA, RS UNISMA, Mal Dinoyo, pasar, UMM, RS UMM, hingga pemukiman padat.
Dengan meningkatkan aksesibilitas, Trans Jatim telah membuktikan diri dengan efisiensi biaya bagi warga yang sering kali bergantung pada kendaraan pribadi maupun angkot konvensional yang masih belum memadai dan biaya yang lebih tinggi. Menghilangkan perhentian tidak hanya merugikan masyarakat umum dan pelajar yang membutuhkannya, melainkan juga menyoal hak kami atas transportasi publik yang memadai.
Kami percaya solusi yang lebih konstruktif adalah mendorong pemerintah kota dan serikat pengemudi lokal untuk duduk bersama membangun kembali ekosistem transportasi umum mikro menjadi angkutan pengumpan dari trayek utama. Ini tidak hanya akan meningkatkan kolaborasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kepuasan semua pihak terkait.
Mari kita tetap mempertahankan dan mendukung upaya untuk menjaga fasilitas Trans Jatim yang ada untuk kemudahan mobilitas kita bersama. Mohon tandatangani petisi ini dan bantu kami menyuarakan pentingnya transportasi publik yang humanis dan inklusif di Kota Malang. Dengan dukungan Anda, kita dapat melindungi hak kita atas transportasi yang aman dan terjangkau.

Masalahnya
Sebagai warga aglomerasi Malang Raya, kita semua sudah melihat dan merasakan dampak positif hadirnya transportasi publik terjangkau berupa Trans Jatim selama satu bulan terakhir. Trans Jatim telah menjadi bagian bagi warga yang mencari kemudahan, kenyamanan, dan kepastian dalam bermobilitas antarsudut kota.
Namun, saat ini kita sedang menghadapi tantangan kembali dari Serikat Sopir Indonesia Kota Malang yang telah mengajukan aspirasi penghapusan beberapa halte di Sumbersari, yakni halte Raya Tlogomas dan Dinoyo. Permintaan ini muncul setelah kegagalan penolakan pada halte Ki Ageng Gribig di Sawojajar. Kehadiran halte seperti ini sangat penting karena berada di dekat daerah dengan tarikan tinggi seperti UNISMA, RS UNISMA, Mal Dinoyo, pasar, UMM, RS UMM, hingga pemukiman padat.
Dengan meningkatkan aksesibilitas, Trans Jatim telah membuktikan diri dengan efisiensi biaya bagi warga yang sering kali bergantung pada kendaraan pribadi maupun angkot konvensional yang masih belum memadai dan biaya yang lebih tinggi. Menghilangkan perhentian tidak hanya merugikan masyarakat umum dan pelajar yang membutuhkannya, melainkan juga menyoal hak kami atas transportasi publik yang memadai.
Kami percaya solusi yang lebih konstruktif adalah mendorong pemerintah kota dan serikat pengemudi lokal untuk duduk bersama membangun kembali ekosistem transportasi umum mikro menjadi angkutan pengumpan dari trayek utama. Ini tidak hanya akan meningkatkan kolaborasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kepuasan semua pihak terkait.
Mari kita tetap mempertahankan dan mendukung upaya untuk menjaga fasilitas Trans Jatim yang ada untuk kemudahan mobilitas kita bersama. Mohon tandatangani petisi ini dan bantu kami menyuarakan pentingnya transportasi publik yang humanis dan inklusif di Kota Malang. Dengan dukungan Anda, kita dapat melindungi hak kita atas transportasi yang aman dan terjangkau.

Kemenangan
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 23 Desember 2025