Perketat Regulasi Sound Horeg

Masalahnya

Tradisi sound horeg kini menjadi fenomena populer di berbagai acara di Jember. Bahkan beberapa kali ada festival sound horeg khusus. Namun yang perlu diketahui, penggunaan sistem pengeras suara dengan volume ekstrem berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Saya tidak tahu di mana komunitas sound horeg akan melakukan pawai, tapi dari jarak yang cukup jauh (rumah saya 100 meter dari jalan raya) saja, saya sudah merasa terganggu dengan hingar bingar sound horeg.

Polusi suara dan bahkan risiko gangguan pendengaran akibat suara yang melebihi batas aman (>85 dB). Anak-anak, lansia, dan individu yang membutuhkan lingkungan tenang, seperti pelajar dan pekerja dari rumah, adalah kelompok paling rentan yang terdampak oleh kebisingan ini. Bisa dibaca di beberapa sumber berikut ini:

Operator tidak peduli
https://blitarkawentar.jawapos.com/nasional/2275259176/viral-video-lansia-protes-menahan-sakit-akibat-suara-sound-horeg-di-kediri-operator-tidak-peduli

Lansia Tahan Sakit dengan Sound Horeg

https://www.youtube.com/watch?v=mmn2O7mG4gk

Sound Horeg Merusak Rumah Warga

https://www.detik.com/properti/berita/d-7581108/sound-horeg-bikin-masalah-di-mana-mana-kaca-pecah-hingga-genteng-rumah-rontok

dll

Jika bupati Jember yang baru tidak bertindak dengan baik, warga Jember akan terus mengalami ketidaknyamanan, konflik sosial, dan bahkan gangguan kesehatan kronis. Pendapat pribadi saya, sound horeg ditiadakan secara mutlak. Tidak ada kaitan dengan tradisi sama sekali. Dan tidak ada nilai yang diambil dari tradisi ala-ala seperti ini.

Namun, jika pemerintah Jember ingin memfasilitasi (yang katanya  keinginan pengusaha sound horeg), mereka harus dengan sadar membuat peraturan yang jelas mengenai ambang batas suara dan jam operasional, kita dapat segera melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menghormati tradisi lokal. Tindakan cepat dan tegas dari pemerintah dan komunitas adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

Kami mendesak pemerintah Jember dan penyelenggara acara untuk segera:

1. Membatasi volume suara sesuai dengan standar aman WHO (tidak lebih dari 85 dB).

2. Menetapkan jam operasional untuk acara yang menggunakan sound horeg agar tidak mengganggu waktu istirahat masyarakat.

3. Memberikan lokasi yang jauh dari pemukiman dan tidak menyalakan sound di sepanjang jalan.

3. Mengedukasi komunitas tentang dampak polusi suara demi kesejahteraan bersama.


Dukung petisi ini untuk melindungi lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat kita!

avatar of the starter
Muhammad Nur FaqihPembuka Petisi

1

Masalahnya

Tradisi sound horeg kini menjadi fenomena populer di berbagai acara di Jember. Bahkan beberapa kali ada festival sound horeg khusus. Namun yang perlu diketahui, penggunaan sistem pengeras suara dengan volume ekstrem berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Saya tidak tahu di mana komunitas sound horeg akan melakukan pawai, tapi dari jarak yang cukup jauh (rumah saya 100 meter dari jalan raya) saja, saya sudah merasa terganggu dengan hingar bingar sound horeg.

Polusi suara dan bahkan risiko gangguan pendengaran akibat suara yang melebihi batas aman (>85 dB). Anak-anak, lansia, dan individu yang membutuhkan lingkungan tenang, seperti pelajar dan pekerja dari rumah, adalah kelompok paling rentan yang terdampak oleh kebisingan ini. Bisa dibaca di beberapa sumber berikut ini:

Operator tidak peduli
https://blitarkawentar.jawapos.com/nasional/2275259176/viral-video-lansia-protes-menahan-sakit-akibat-suara-sound-horeg-di-kediri-operator-tidak-peduli

Lansia Tahan Sakit dengan Sound Horeg

https://www.youtube.com/watch?v=mmn2O7mG4gk

Sound Horeg Merusak Rumah Warga

https://www.detik.com/properti/berita/d-7581108/sound-horeg-bikin-masalah-di-mana-mana-kaca-pecah-hingga-genteng-rumah-rontok

dll

Jika bupati Jember yang baru tidak bertindak dengan baik, warga Jember akan terus mengalami ketidaknyamanan, konflik sosial, dan bahkan gangguan kesehatan kronis. Pendapat pribadi saya, sound horeg ditiadakan secara mutlak. Tidak ada kaitan dengan tradisi sama sekali. Dan tidak ada nilai yang diambil dari tradisi ala-ala seperti ini.

Namun, jika pemerintah Jember ingin memfasilitasi (yang katanya  keinginan pengusaha sound horeg), mereka harus dengan sadar membuat peraturan yang jelas mengenai ambang batas suara dan jam operasional, kita dapat segera melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menghormati tradisi lokal. Tindakan cepat dan tegas dari pemerintah dan komunitas adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

Kami mendesak pemerintah Jember dan penyelenggara acara untuk segera:

1. Membatasi volume suara sesuai dengan standar aman WHO (tidak lebih dari 85 dB).

2. Menetapkan jam operasional untuk acara yang menggunakan sound horeg agar tidak mengganggu waktu istirahat masyarakat.

3. Memberikan lokasi yang jauh dari pemukiman dan tidak menyalakan sound di sepanjang jalan.

3. Mengedukasi komunitas tentang dampak polusi suara demi kesejahteraan bersama.


Dukung petisi ini untuk melindungi lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat kita!

avatar of the starter
Muhammad Nur FaqihPembuka Petisi
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 28 November 2024