Petition updatePerampasan Tanah dan Pembongkaran Hutan Terbesar, Presiden Prabowo Hentikan PSN Merauke!Mendukung Gerakan Perlawanan: Pernyataan Sikap Dewan Gereja Papua dan Pastor Pribumi Papua
Yayasan Pusaka Bentala RakyatIndonesia
Nov 17, 2024

Waena, 11 November 2024, Dewan Gereja Papua dan Pastor Pribumi Papua menyampaikan pernyataan sikap yang berjudul "Dua Ribu Eskavator Datang dan Sedang Menghancurkan Tanah Adat dan Menghancurkan Tatanan Hidup Kami."

Pernyataan ini dibacakan oleh Pastor John Bunay Pr sebagai Koordinator Pastor-pastor Pribumi Papua dan diantar oleh Pdt. Dr. Benny Giay selaku Moderator Dewan Gereja Papua.

Seruan ini didasarkan pada keberpihakan Yesus kepada orang kecil, tertindas, dan miskin; suka duka umat Tuhan dewasa ini adalah suka duka Gereja; dan Ensiklik LAUDATO SI tentang perawatan rumah kita bersama oleh Paus Fransiskus.

Siaran langsung dapat diakses melalui tautan berikut: Jumpa Pers: Dewan Gereja Papua dan Pastor-pastor Pribumi

Kami menyertakan seruan yang disampaikan di bawah ini:

Pengantar

Syalom-Salve, Salam Damai Sejahtera bagi semua umat manusia yang ada di atas Tanah Laluhur Orang Papua. 

Sambil berdiri di atas Firman Tuhan, kami hendak menyampaikan seruan kami kepada semua Citra Allah di seluruh dunia. 

Dalam amanat Perpisahan Yesus dengan para muridNya, sebelum Ia terangkat ke Sorga, Yesus Kristus, memberikan amanat Agung kepada murid-murid-Nya, juga kepada Umat Kristiani dewasa ini: 

“Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20) 

Sabda Yesus kepada Simon Petrus untuk menggembalakan umat: 

"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17) 

Situasi Akhir-akhir ini Di Tanah Papua 

  1. Penguasaan tanah dalam jumlah besar oleh perusahaan Indonesia dan asing.
  2. Perusakan hutan hujan tropis dan pemusnahan keanekaragaman hayati.
  3. Perampasan tanah adat milik masyarakat adat.
  4. Penghancuran eksistensi dan kebudayaan Orang Asli Papua.
  5. Program yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat untuk mengirimkan transmigrasi ke Tanah Papua.
  6. Hingga saat ini, sekitar 75.000 Pengungsi Asli Papua yang belum kembali ke kampungnya.
  7. Sejak 2019 Pemerintah Pusat telah mengirimkan ribuan militer ke seluruh Tanah Papua.
  8. Sangat banyak, Penduduk migran yang datang ke Tanah Papua
  9. Terjadi perampasan ruang hidup dari masyarakat asli Papua, oleh warga non papua.
  10. Dan, Mahkama Agung Republik Indonesia akhirnya menolak gugatan kasasi dari Hendrikus Franky Woro terkait izin kelayakan lingkungan yang diterbitkan pemerintah Provinsi Papua untuk PT Indo Asiana Lestari (IAL).
  11. Pada saat umat Katolik Papua Selatan (Merauke) lagi sedih dan marah karena Tanah dan Dusunnya dihancurkan, dengan kedatangan 2000 eskavator, tanpa berbicara lebih dulu dengan pemiliknya. Sementara itu, dalam video singkatnya, Uskup Agung Merauke, mengatakan Perusahan-perusahan/ proyek-proyek yang datang itu bukan untuk menghancurkan/merusakan hidup manusia, melainkan itu untuk proyek kemanusiaan untuk memanusiakan manusia. 

Argumentasi yang Digunakan 

  1. Tujuan Pembangunan demi kesejahteraan bangsa/masyarakat.
  2. Orang Asli Papua (OAP) dapat belajar dari warga transmigrasi yang datang ke Tanah Papua.

Kita Belajar dari Realitas yang Pernah Terjadi

Selama masa kepemimpinan Presiden ke Presiden

  1. Susilo Bambang Yudoyono bahwa di Merauke pernah gagal total dengan MIFE (Merauke Integrated Food Estate). 
  2. Presiden Joko Widodo tahun 2015 ketika awal menjadi Presiden juga melakukan MIRE (Food Estate) di Merauke juga Gagal Total.
  3. Saat itu, telah dibuat lahan-lahan tidur dengan berbagai cetak sawah namun ditinggalkan, akhirnya sawah-sawah yang telah dicetak itu gagal sehinga tumbuh pohon dan lalang di distrik Kurik kampung Wapeko.
  4. Kini Presiden Prabowo sedang mengulangi lagi hal yang sama. Kami melihat kegiatan telah dan sementara terjadi pembongkaran hutan baru untuk mencetak sawah baru dari Distrik Wanam, menuju Distrik Ngguti, Kaptel, Ngguti hingga ke Distrik Muting melalui lahan-lahan gambut yang Asam, tanah berlumpur, Daerah sabana dan tanah merah yang cukup tinggi. Dengan demikia, pastinya tidak cocok untuk tanaman padi dan tebu. 

Dasar Seruan Kami

  1. Keberpihakan Yesus, Putra Allah kepada orang kecil, tertindas, miskin dalam Injil Lukas 4:18-19. "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
  2. Suka duka umat Tuhan dewasa ini adalah suka duka Gereja (Dokumen Konsili Vatikan II, Gaudium Et Spes art. 1) “Sumber Inspirasi kami adalah Konstitusi Pastoral tentang Gereja di dunia dewasa ini. KEGEMBIRAAN DAN HARAPAN, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga.“
  3. Ensiklik LAUDATO SI” (tentang perawatan rumah kita Bersama) oleh Paus Fransiskus pada point 1 kata pengantar ditulis: “Dalam nyanyian yang indah ini, Santo Fransiskus dari Asisi mengingatkan kita bahwa rumah kita Bersama bagaikan saudari yang berbagi hidup dengan kita, dan seperti ibu yang jelita yang menyambut kita dengan tangan terbuka. “terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari kami, ibu pertiwi, yang menopang dan mengasuh kami, dan menumbuhkan berbagai buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rerumputan.” 

Seruan

  1. Kami mendukung gerakan perlawanan masyarakat adat yang mempertahankan hak-hak atas tanah warisan leluhurnya, sebab itu adalah dapur/pasar sumber penghasilan hidup mereka.
  2. Kami memohon kepada TNI/POLRI untuk tidak menghadapi dengan kekerasan, intimidasi, teror kepada masyarakat adat, yang melakukan gerakan perlawanan damai, demi mempertahankan tanah adatnya.
  3. Kami JUGA MENOLAK DENGAN TEGAS RENCANA PEMERINTAH UNTUK MENDATANGKAN TRANSMIGRASI KE TANAH PAPUA. Mengapa, sebab Propinsi kami sangat miskin, daerah konflik, para pengungsi belum kembali ke kampungnya, banyak anak putus sekolah, banyak orang yang sakit, kami kesulitan lapangan kerja. Singkatnya, kami tidak membutuhkan transmigrasi.
  4. Kami minta dengan hormat kepada Pemerintah (presiden) untuk menghentikan semua program yang hendak merusakan ekosistem, ruang hidup masyarakat adat Papua dan hak-hak hidupnya.
  5. Kami memohon kepada pemerintah (presiden) untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat Papua.
  6. DENGAN TEGAS KAMI MENYERUHKAN BAHWA TANAH PAPUA BUKAN TANAH KOSONG. KAMI ADALAH AHLI WARISNYA. Tanah Papua adalah Tanah MILIK ORANG ASLI PAPUA. Leluhur, Orang tua-kaka-adik kami ada hidup, berkebun, berburuh di gunung-gunung di rawa-rawa, di pesisir. Leluhur telah membangi Tanah kami ke dalam TUJUH WILAYAH ADAT, yakni: LAPAGO, MEEPAGO, HA ANIM, BOMBERAY, DOMBERAY, SAIRERY & MAMTA. JADI, JANGAN MENGKAPLING- MEMBAGI TANAH KAMI SEAKAN-AKAN, TANAH TAK BERTUAN.
  7. Kami minta kepada Pemerintah untuk tidak memakai Para Tokoh, atau pimpinan Daerah “tertentu” yang atas nama Papua, DALAM MERENCANAKAN UNTUK MENYEROBOT TANAH LELUHUR MARGA/KLEN SUKU KEPADA INVESTOR ASING, TANPA BERBICARA DENGAN PEMILIK HAK ULAYAT.
  8. DEWAN GEREJA PAPUA DAN PASTOR PRIBUMI PAPUA, MEMPERTANYAKAN KEPADA DPRP (DPR RI) APA YANG SEDANG DILAKUKAN DALAM MENGHADAPI MEGA PROYEK YANG MENURUT KAMI AKAN MENGHANCURKAN RUANG HIDUP DAN KEANAKA RAGAMAN HAYATI ORANG PAPUA (UMAT TUHAN) DI TANAH PAPUA?
  9. KAMI MENDESAK DAN MEMINTAH KEPADA KOALISI MRP SE-TANAH PAPUA UNTUK SEGERA MENGADAKAN MUBES RAKYAT PAPUA. Agar dalam Mubes tersebut Masyarakat/Orang Asli Papua dapat berbicara bersama, merumuskan hal-hal mendasar bersama dan mengambil Sikap bersama mengenai HAK-HAK MENDASAR HIDUP MANUSIA DAN ALAM SEMESTA, DALAM MEMAJUKAN ORANG ASLI PAPUA DI TANAH LELUHURNYA. 

Seruan Ini Kami Tujukan 

  1. Kepada Para Duta Besar Negara-Negara Sahabat yang ada dan bekerjasama dengan Indonesia.
  2. Kepada Negara-negara Pemberi Modal kepada Indonesia.
  3. Kepada para Investor dan pemodal yang memiliki sahamnya di seluruah tanah Papua.
  4. Kepada Kardinal dan Para Uskup/Pimpinan gereja-gereja di Indonesia dan di seluruh dunia.
  5. Kepada seluruh Anggota TNI/Polri/BIN/Bais yang bertugas di seluruh Tanah Papua.
  6. Kepada seluruh Anggota TPN/OPM MURNI atau “PEMBENTUKKAN” negara di seluruh Tanah Papua.
  7. Kepada Orang Asli Papua yang berbeda Ideologi Politik: Pro NKRI dan Pro Papua Merdeka.
  8. Kepada Orang Non Papua yang hidup dan berkarya di Tanah leluhur Orang Papua.
  9. Kepada kelompok orang yang suka memperkeru suasana di Tanah Papua, melalui media sosial dengan menyebarkan berita-berita perpecahan/mengaduh domba sesama warga. 

Demikianlah seruan kenabiaan kami, para Pimpinan Gereja yang mengasihi, mencintai dan selalu ada Bersama Umat Tuhan di seluruh Tanah Papua. Yesus, Engkaulah andalanku. 

Waena, 11 November 2024

Dewan Gereja Papua: Pdt Dr. Benny Giay, Pdt. Dorman Wandikbo, Pdt .Yahya Lagowan, Dr Fransina Yoteni, Pdt. John Baransano, dan Rode Wanimbo 

Koordinator Pastor-pastor Pribumi: Pastor John Bunay Pr, Pastor Bernad Wos Baru OSA, Pastor Yohanes Kayame Pr, Pastor Fredy Pawika OFM, Pastor Hilarius Pikey Pr., Pastor zaak Bame Pr., Pastor Pius Manu Pr., Pastor Moses Amizet Pr., dan Pastor Benny Magay Pr. 

Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X