Bebaskan Despianoor, Despianoor Tidak Bersalah !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


Bebaskan Kembali Saudara Kami Despianoor 

Saya adalah Septiannor Wiranata, kakak saya Despianoor Wardani bin Junaidi, seorang mahasiswa yang membiayai kuliahnya sendiri dengan menjadi tenaga honorer di SDLB Kotabaru, Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kini kembali harus menjalani penahanan di Rutan Polres Kotabaru.

Ia sebetulnya telah dibebaskan oleh PN Kotabaru dari dakwaan dalam Sidang Putusan Sela PN Kotabaru pada Rabu (9 September 2020), setelah sebelumnya ditahan selama 3 bulan 18 hari, sejak ia dijemput oleh Penyidik Polres Kotabaru di rumah. Padahal saat itu, keluarga kami masih dalam suasana berduka, ayah kami Junaidi bin Hadir baru saja meninggal dunia, dua hari sebelumnya.

Tetapi, setelah Hakim PN Kotabaru memutuskan saudara kami bebas pada Rabu siang, dan ia baru benar-benar dikeluarkan dari tahanan menjelang tengah malam. Ternyata kami hanya sempat berkumpul satu setengah hari. Jumat (11 September 2020) ia kembali dijemput dari rumah kami untuk ditahan kembali, katanya atas perintah pengadilan.

Ternyata jaksa membuat dakwaan baru, meskipun di mata kami yang awam ini, itu adalah dakwaan yang sama. Bedanya adalah JPU membuang satu pasal, yakni pasal 155 KUHP yang sebelumnya digunakan untuk mendakwa saudara kami, dan ternyata pasal itu telah kedaluwarsa, tidak berlaku sejak 13 tahun silam.

Permasalahan hukum yang dihadapi saudara kami ini bermula dari dipermasalahkannya artikel yang dipostingan melalui akun facebook https://web.facebook.com/despiiiiii diantaranya tentang (1) Menolak Papua Lepas dari Indonesia; (2) HTI Menolak Kenaikan BBM; (3) HTI Menolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik; (4) HTI Menolak Asing Kelola SDA Indonesia; (5) HTI Tolak LGBT; (6) HTI Tolak Liberalisasi Migas; (7) Solidaritas HTI Terhadap Muslim Suriah; (8) Aksi HTI tolak Komunis; (9) Aksi HTI Solidaritas Muslim Rohingya; (10) HTI Tolak Negara Penjajah Amerika; (11) Menolak Pemerintah Lepas Tangan Soal Kesehatan; (12) HTI Sadarkan umat tentang Khilafah; (13) HTI Menolak Perdagangan yang merugikan Rakyat.

Oleh JPU yang kemudian mengajukan kasus ini ke PN Kotabaru, postingan tersebut didakwa dengan Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan Pasal 155 ayat (1) KUHP.

Padahal, seperti disampaikan Tim Pembela dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat, Janif Zulfikar, SH., SIP., M.Si., dan ini juga menjadi keyakinan kami keluarga, apa yang diposting saudara kami Despi bukanlah untuk menyebarkan rasa kebencian dan permusuhan sebagaimana dakwaan JPU.

Justru artikel-artikel tersebut merupakan artikel yang berisi tentang wujud Kecintaan kepada Tanah Air INDONESIA, menolak bentuk penjajahan gaya baru melalui penguasaan Sumber Daya Alam dan penjajahan ekonomi yang menyengsarakan rakyat Indonesia, juga wujud kecintaan kepada sesama muslim yang tertindas yang merupakan amanat dari pembukaan UUD 1945, melindungi segenap bangsa Indonesia tumpah darah Indonesia, mensejahterakan kehidupan umum, menciptakan perdamaian dunia.

Sehingga, setelah mendengarkan dakwaan, nota pembelaan dan kemudian tanggapan JPU, hakim PN Kotabaru memutuskan pada Rabu (9 September 2020), mengabulkan eksepsi kuasa hukum, membebaskan saudara kami Despianoor dari tahanan, dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Keputusan yang disambut dengan sujud syukur kakak kami Juni Wardani, kemudian juga sukacita para ulama dan tokoh agama yang hadir menyaksikan persidangan.

Tetapi, jaksa seolah tidak membiarkan kebersamaan kami sekeluarga lebih lama, dengan cepat mengajukan dakwaan baru dengan menggunakan pasal yang sama, Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE, tanpa disertai Pasal 155 ayat (1) KUHP yang telah kedaluwarsa.

Sidang pun berlangsung dari awal lagi, Tim LBH Pelita Umat pun tetap setia mendampingi dan memberikan pembelaan terbaik mereka. Demikian juga, para ulama dan muhibbinnya yang setiap agenda persidangan, memberikan dorongan semangat, kekuatan, keyakinan bahwa saudara kami Despianoor ini bukanlah seorang kriminal yang pantas dipenjara. Tetapi ia adalah seorang pejuang agama yang menyuarakan dakwah dan kebenaran.

Karena itu, harapan kami keluarga, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabaru kembali membebaskan saudara kami dari segala dakwaan.

Mohon bantu tandatangani petisi ini, agar ada keadilan bagi saudara kami Despianoor Wardani bin Junaidi.

Kotabaru, 23 September 2020

Salam Hormat,

Septiannor Wiranata
Adik dari Despianoor Wardani

#BebaskanDespianoor
#DespianoorTidakBersalah