
Pembukaan di zona kuning dan hijau sudah diumumkan. Faktanya, banyak penduduk melakukan pergerakan antar zona. Bisa dikatakan, zona hijau sekalipun tidak menjamin wilayah tersebut aman.
Buka-tutup sekolah pun sudah mulai terjadi. Berikut link yang bisa dibaca:
1. SEORANG GURU SD POSITIF COVID19 AKTIF MENGAJAR DI RUMAH SISWA SELAMA PANDEMI (LUMAJANG)
https://regional.kompas.com/read/2020/08/10/18512201/seorang-guru-sd-positif-covid-19-aktif-mengajar-di-rumah-siswa-selama?page=all
2. SISWA POSITIF CORONA, SEKOLAH KEMBALI DITUTUP (TEGAL)
https://www.kompas.tv/article/100027/siswa-positif-corona-sekolah-kembali-ditutup
3. GURU POSITIF COVID19, SELURUH SISWA DITES SWAB DAN SEKOLAH DITUTUP (PARIAMAN, SUMBAR)
https://regional.kompas.com/read/2020/07/20/15124031/guru-positif-covid-19-seluruh-siswa-dites-swab-dan-sekolah-ditutup?page=all
4. DELAPAN GURU DAN 14 PELAJAR DI KALBAR POSITIF CORONA, GUBERNUR TUNDA SEKOLAH (KALBAR)
https://regional.kompas.com/read/2020/08/10/12565211/delapan-guru-dan-14-pelajar-di-kalbar-positif-corona-gubernur-tunda-sekolah
5. DATA SEBARAN GURU DAN MURID POSITIF COVID19 DI KALBAR, TAK HANYA PONTIANAK DAN SAMBAS (KALBAR)
https://pontianak.tribunnews.com/2020/08/11/data-sebaran-guru-dan-murid-positif-covid-19-di-kalimantan-barat-tak-hanya-pontianak-dan-sambas
Pertanyaannya:
Akan menunggu sampai berapa sekolah melakukan buka tutup seperti ini?
Haruskah menunggu terjadi kasus?
Siapa yang akan menjamin jika anak terpapar?
Siapa yang akan bertanggung jawab jika keluarga tertular?
Pandemi sedang tinggi-tingginya.
Lindungi keselamatan anak dengan belajar dari rumah.
Belajar bisa kapan dan di mana saja.
Nyawa anak adalah paling utama