#kembalikanBIDIKMISI(Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi)


Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia)
Saya Lia, siswa SMA kelas XII. Tahun ini saya dan teman-teman akan ikut SNMPTN bulan Febuari. Bagi orang mampu, bayar uang kuliah mungkin gak susah. Tapi tidak bagi kami yang kurang mampu. Saya bukan dari keluarga berada yang uangnya dimana-mana.
Beasiswa Bidikmisi jadi harapan kami ketika mendaftar PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Bidikmisi udah berjalan lebih dari 10 tahun dan membantu banyak mahasiswa kurang mampu sejak itu. Tapi sekarang malah mau dihapuskan.
Pemerintah bilang akan diganti dengan KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah). Lalu gimana dengan kami yang gak punya KIP? SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang dulunya dipakai untuk daftar Bidikmisi sekarang gak bisa lagi dipakai untuk daftar KIP-K.
Gimana kami mau bantu ringankan beban orang tua kalau untuk dapat beasiswa miskin aja dipersulit?
Saya yakin, bukan hanya saya yang resah akan dihapuskannya bidikmisi. Saya menulis ini bukan semata-mata untuk menjatuhkan atau sebagainya. Saya hanya resah dan terpanggil untuk membuat petisi ini mewakili teman-teman yang juga berjuang bersama saya tahun ini di SNMPTN.
Saya hanya ingin kepastian untuk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentang KIP-K yang sampai sekarang tidak beredar kabar sama sekali. Padahal pendaftaran SNMPTN sudah berjalan.
Mohon maaf jika memang saya lancang, saya hanya ingin menyampaikan kepada pak Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, jika KIP-K memang belum siap mohon #kembalikanbidikmisi.
Jangan sampai Bidikmisi dihapuskan tapi KIP-K juga belum siap dan tepat sasaran. Gimana kami bayar kuliah pak?
Jika memang fokus dari KIP Kuliah untuk mencapai target 2 juta beasiswa bagi anak Indonesia. Apa salahnya jika jumlah penerima Bidikmisi ditingkatkan? Kan tujuannya sama, tapi Bidikmisi udah terbukti bisa bantu banyak mahasiswa selama 10 tahun belakangan ini.
Untuk teman-teman yang sedang berjuang di jalan juang ini bersama saya, bantu naikkan tagar #kembalikanbidikmisi dan #saveSKTM agar para jajaran perancang tau kita serius dan tidak main-main untuk masalah ini karena kalau membicarakan cita-cita dan masa depan memang tidak boleh main-main.
Salam,
Lia Amalia