Usman HamidIndonesia
9 May 2017
Salam semua,
Maaf jika terasa mendadak ya! Ada banyak permasalahan penting yang menyita perhatian kita semua hari-hari ini.
Khusus Petisi kita ini, hari ini akan memasuki satu bulan sejak Novel Baswedan disiram air keras. Sangat disayangkan sekali karena ternyata Negara belum mengungkap siapa-siapa pelaku lapangan dan dalang penyerangan tersebut.
Hari ini juga, Rabu, 10 Mei, pk 16.00 WIB, bertempat di Gedung Baru KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, kami mengajak Anda semua ikut hadir menyerahkan petisi kepada Pimpinan KPK agar serius mendesak badan penegak hukum mengungkap tuntas kasus ini.
Tidak apa-apa jika sebagian kita tidak bisa hadir. Karena pemberitahuan ini juga mendadak. Yang penting kita semua sebagai warga negara yang aktif dapat terus menyuarakan hak-hak asasi manusia di segala bidang, termasuk pemberantasan korupsi.
Oya sebagai tambahan, berikut info yang bisa kita ketahui dari perawatan atas Novel Baswedan, Rabu, 10 Mei 2017
--
Ini adalah hari ke-29 sejak Novel Baswedan diserang air keras pada Selasa subuh, 11 April 2017 ketika dalam perjalanan dari mesjid ke rumahnya.
Setelah menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan intensif di Singapura, terdapat sejumlah perkembangan.
Hari ini dilakukan pengetesan membaca huruf dan angka di tembok. Mata kiri hanya bisa melihat huruf dengan ukuran terbesar di bagian paling atas. Namun mata kanan sudah lebih maju, bisa melihat hingga yang terkecil.
Dilakukan juga kegiatan observasi kedua mata menggunakan alat. Mata kanan bagus, tekanan normal (15), ada pertumbuhan selaput kornea dan tidak ada infeksi. Sedangkan mata kiri yg lebih banyak terpapat cairan air keras tersebut, tekanan mata 19 (lebih tinggi dr kanan), penumpukan kalsium stagnan, dan Pembuluh darah sekiling bola mata yg berfungsi hanya samping kiri. Menurut dokter diharapkan ada peluang aliran darah dr sisi kiri bola mata bs memenuhi dan merangsang pertumbuhan pembuluh darah bagian lain.
Terima kasih ya untuk semua!
Salam anti-kekerasan,
Usman Hamid
Amnesty International Indonesia
Support now
Sign this petition
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X