Nahdlatul Ulama Tolak Konsesi Tambang


Nahdlatul Ulama Tolak Konsesi Tambang
Masalahnya
Dalam keputusan PBNU terkait penerimaan terhadap izin usaha tambang untuk ormas keagamaan beberapa waktu lalu dari pemerintah. Seyogyanya, PBNU melihat kondisi akar rumput warga Nahdliyyin terkait dengan dampak pertambangan. Beberapa Ranting atau daerah basis Nahdliyyin menjadi bukti bahwa tambang lebih banyak memberikan mafasadat, baik pada warga Nahdliyyin ataupun keberlangsungan lingkungan hidup.Pakel-Banyuwangi, Paseban, Puger, Wadas, Trenggalek, Kendeng-Rembang, Tumpang Pitu, atau pelbagai tempat yang lain, harusnya menjadikan kita dan juga panjenengan (PBNU) lebih prihatin dan berpikir untuk lebih memberikan perlindungan dan bantuan terkait dengan bencana-bencana kecil tersebut. Jelas, masyarakat tak dapat berubah skala hidupnya dengan adanya pertambangan di daerahnya, dan jelas pula lingkungan hidup tak akan jadi lebih asri atau natural pasca adanya tambang. Kami sebagai bagian kecil dari warga Nahdliyyin ingin menyuarakan supaya PBNU mendengar akumulasi suara warga Nahdliyyin dan secara tegas menolak terkait keterlibatan PBNU dalam bisnis tersebut.
Sudah menjadi isu nasional terkait dengan konsesi tambang untuk ormas keagamaan, lagi-lagi ini menjadi tanggung jawab kita sebagai warga NU, dan secara khusus PBNU untuk menjaga marwah luhur dari organisasi ini. Banyak cemooh, plesetan, atau bahkan fitnah akhirnya terkait dengan isu konsesi tambang yang diambil oleh PBNU. Bagi kami kekuatan organisasi bukan karena peluang finansial yang masuk akan tetapi legasi kultur yang terus dijaga. Beberapa muktamar PBNU juga telah mendiskursuskan ihwal pertambangan dan hampir dari semua rekomendasi berpihak pada haram, amar makruf nahi Munkar, dan penolakan, kami juga turut mengingatkan akan konsistensi paradigma NU dalam lingkar diskusi khas NU tersebut. Kemelaratan bukanlah kehinaan tapi mengorbankan umat demi kepentingan elit itulah yang sungguh menghinakan. Terlampau kuat SDM kita untuk membicarakan alternatif lain terkait mengcounter statement NU yang melarat, tak akan mampu tambang pun untuk menambal kebutuhan NU, bahkan kemelaratan itu sendiri.
Sekarang adalah saatnya kita untuk beramal makruf nahi munkar, bahwa harus kita tolak apa yang menjadi keputusan terima terhadap konsesi tambang oleh PBNU. Saatnya memperbaiki Marwah NU, dan menolong umat Nahdliyyin yang terdampak akibat tambang. Paling utamanya jihad, adalah perkataan yang haq pada pemimpin yang jahat.
169
Masalahnya
Dalam keputusan PBNU terkait penerimaan terhadap izin usaha tambang untuk ormas keagamaan beberapa waktu lalu dari pemerintah. Seyogyanya, PBNU melihat kondisi akar rumput warga Nahdliyyin terkait dengan dampak pertambangan. Beberapa Ranting atau daerah basis Nahdliyyin menjadi bukti bahwa tambang lebih banyak memberikan mafasadat, baik pada warga Nahdliyyin ataupun keberlangsungan lingkungan hidup.Pakel-Banyuwangi, Paseban, Puger, Wadas, Trenggalek, Kendeng-Rembang, Tumpang Pitu, atau pelbagai tempat yang lain, harusnya menjadikan kita dan juga panjenengan (PBNU) lebih prihatin dan berpikir untuk lebih memberikan perlindungan dan bantuan terkait dengan bencana-bencana kecil tersebut. Jelas, masyarakat tak dapat berubah skala hidupnya dengan adanya pertambangan di daerahnya, dan jelas pula lingkungan hidup tak akan jadi lebih asri atau natural pasca adanya tambang. Kami sebagai bagian kecil dari warga Nahdliyyin ingin menyuarakan supaya PBNU mendengar akumulasi suara warga Nahdliyyin dan secara tegas menolak terkait keterlibatan PBNU dalam bisnis tersebut.
Sudah menjadi isu nasional terkait dengan konsesi tambang untuk ormas keagamaan, lagi-lagi ini menjadi tanggung jawab kita sebagai warga NU, dan secara khusus PBNU untuk menjaga marwah luhur dari organisasi ini. Banyak cemooh, plesetan, atau bahkan fitnah akhirnya terkait dengan isu konsesi tambang yang diambil oleh PBNU. Bagi kami kekuatan organisasi bukan karena peluang finansial yang masuk akan tetapi legasi kultur yang terus dijaga. Beberapa muktamar PBNU juga telah mendiskursuskan ihwal pertambangan dan hampir dari semua rekomendasi berpihak pada haram, amar makruf nahi Munkar, dan penolakan, kami juga turut mengingatkan akan konsistensi paradigma NU dalam lingkar diskusi khas NU tersebut. Kemelaratan bukanlah kehinaan tapi mengorbankan umat demi kepentingan elit itulah yang sungguh menghinakan. Terlampau kuat SDM kita untuk membicarakan alternatif lain terkait mengcounter statement NU yang melarat, tak akan mampu tambang pun untuk menambal kebutuhan NU, bahkan kemelaratan itu sendiri.
Sekarang adalah saatnya kita untuk beramal makruf nahi munkar, bahwa harus kita tolak apa yang menjadi keputusan terima terhadap konsesi tambang oleh PBNU. Saatnya memperbaiki Marwah NU, dan menolong umat Nahdliyyin yang terdampak akibat tambang. Paling utamanya jihad, adalah perkataan yang haq pada pemimpin yang jahat.
169
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 Juli 2024