Meminta LMKN Bertindak Lebih Bertanggung Jawab dan diaudit public

Penandatangan terbaru:
Stella Alice dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Saat ini, kami yang bergerak di dunia perhotelan dan restoran merasa bahwa Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menjalankan fungsinya dengan sembrono. LMKN tidak memberikan definisi yang jelas dan legal mengenai mana yang termasuk royalti dan mana yang tidak, bahkan suara burung yang dipelihara pun dikenakan royalti. Keadaan ini sangat merugikan kami dan menambah beban operasional yang tidak semestinya.

Sebagai pelaku industri, kami memahami pentingnya pembayaran royalti untuk mendukung seniman dan pencipta. Namun, penerapan royalti seharusnya dilakukan dengan cara yang adil dan transparan. Definisi yang kabur serta tindakan yang sembrono hanya akan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi yang seharusnya melindungi kepentingan semua pihak.

Kami meminta agar LMKN segera menetapkan aturan yang jelas dan tegas mengenai pembayaran royalti. LMKN juga harus melakukan sosialisasi yang memadai kepada semua pihak terkait agar tidak ada lagi kebingungan atau kesalahan interpretasi di lapangan. Kami berharap langkah-langkah ini dapat melindungi pelaku usaha, sambil tetap menghormati hak cipta para seniman.

Demi keadilan dan keberlangsungan praktek bisnis yang sehat di industri perhotelan dan restoran, kami memohon dukungan Anda untuk menandatangani petisi ini. Mari kita bersama-sama memohon agar LMKN menjalankan fungsinya dengan lebih bertanggung jawab dan berintegritas.

Terakhir adalah tolong libatkan stake holder dari dunia perhotelan, restaurant dan pariwisata dalam mendefinisikan mana yang sifatnya royalti dan mana yang bersifat terbuka atau non royalti

avatar of the starter
Petrus SiwalettePembuka Petisi

21

Penandatangan terbaru:
Stella Alice dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Saat ini, kami yang bergerak di dunia perhotelan dan restoran merasa bahwa Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menjalankan fungsinya dengan sembrono. LMKN tidak memberikan definisi yang jelas dan legal mengenai mana yang termasuk royalti dan mana yang tidak, bahkan suara burung yang dipelihara pun dikenakan royalti. Keadaan ini sangat merugikan kami dan menambah beban operasional yang tidak semestinya.

Sebagai pelaku industri, kami memahami pentingnya pembayaran royalti untuk mendukung seniman dan pencipta. Namun, penerapan royalti seharusnya dilakukan dengan cara yang adil dan transparan. Definisi yang kabur serta tindakan yang sembrono hanya akan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi yang seharusnya melindungi kepentingan semua pihak.

Kami meminta agar LMKN segera menetapkan aturan yang jelas dan tegas mengenai pembayaran royalti. LMKN juga harus melakukan sosialisasi yang memadai kepada semua pihak terkait agar tidak ada lagi kebingungan atau kesalahan interpretasi di lapangan. Kami berharap langkah-langkah ini dapat melindungi pelaku usaha, sambil tetap menghormati hak cipta para seniman.

Demi keadilan dan keberlangsungan praktek bisnis yang sehat di industri perhotelan dan restoran, kami memohon dukungan Anda untuk menandatangani petisi ini. Mari kita bersama-sama memohon agar LMKN menjalankan fungsinya dengan lebih bertanggung jawab dan berintegritas.

Terakhir adalah tolong libatkan stake holder dari dunia perhotelan, restaurant dan pariwisata dalam mendefinisikan mana yang sifatnya royalti dan mana yang bersifat terbuka atau non royalti

avatar of the starter
Petrus SiwalettePembuka Petisi
Dukung sekarang

21


Pengambil Keputusan

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
Perkembangan terakhir petisi