McDonald's Indonesia, Bebaskan Ayam Petelur dari Kerangkeng yang Menyakitkan!

Masalahnya

Pada September 2015, McDonald’s membuat komitmen untuk secara bertahap menghapuskan sistem kandang baterai dari rantai pasokan mereka di Kanada dan Amerika Serikat, dalam kurun waktu 10 tahun. McDonald’s sudah meninggalkan telur dari kandang baterai di Eropa sejak 2011, diikuti dengan Australia di tahun 2014 dan Amerika Latin pada 2016.

Namun hingga kini, McDonald’s Indonesia belum membuat komitmen serupa!

Di laman resminya, McDonald’s menegaskan :

“Kesejahteraan hewan selalu menjadi hal yang penting untuk kami dan para pelanggan kami…pengumuman hari ini adalah satu lagi tonggak penting yang membangun kerja kami dengan para pakar industri serta pemasok untuk memperbaiki perlakuan terhadap hewan.”

Sistem peternakan kandang baterai adalah neraka kehidupan bagi ayam. Tiga sampai empat ayam hidup berjejal dalam sekat dari kawat besi. Di dalam kerangkeng inilah ayam menghabiskan hidupnya, menjadi mesin produksi telur. Hingga memasuki usia 2 tahun, ayam lalu dikirim ke pejagalan, karena dinilai tidak lagi menguntungkan.

Hidup dalam kerangkeng dengan luas pijakan hanya seukuran kertas A4, membuat ayam tak dapat memenuhi naluri alaminya. Tidak ada sarang untuk bertelur, pasir untuk mandi dan mengais sumber makanan lain, serta kayu untuk bertengger. Mereka bahkan tidak dapat merentangkan sayapnya.

Riset ekstensif menunjukkan bahwa ayam petelur yang dikurung dalam kandang baterai menunjukkan tanda-tanda frustrasi dan menderita stress. Mereka juga mengalami luka fisik, termasuk patah tulang, kerontokan bulu (kebotakan), dan juga infeksi pernafasan yang menyebabkan kebutaan.

Sedihnya, ketika ayam-ayam lain dari rantai pasok McDonald’s di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa dan Australia memiliki hidup yang lebih baik, ayam dalam rantai pasok McDonald’s Indonesia dianggap tidak layak mendapatkan perlakuan yang sama. Sebagai perusahaan multinasional, sangat tidak pantas bagi McDonald’s menerapkan kebijakan yang berbeda-beda seperti ini.

Dengan 14,7 juta pelanggan di Indonesia setiap tahunnya, SUARA ANDA akan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kesejahteraan ayam di Indonesia! Tolong tanda tangani dan bantu sebarkan petisi #DengarkanKamiMcD, sebagai pesan ke McDonald’s Indonesia agar menerapkan kebijakan Telur Bebas Kandang Baterai.

avatar of the starter
Animal Friends Jogja (AFJ)Pembuka PetisiAFJ is one of the leading animal protection organisations in Indonesia.

57.152

Masalahnya

Pada September 2015, McDonald’s membuat komitmen untuk secara bertahap menghapuskan sistem kandang baterai dari rantai pasokan mereka di Kanada dan Amerika Serikat, dalam kurun waktu 10 tahun. McDonald’s sudah meninggalkan telur dari kandang baterai di Eropa sejak 2011, diikuti dengan Australia di tahun 2014 dan Amerika Latin pada 2016.

Namun hingga kini, McDonald’s Indonesia belum membuat komitmen serupa!

Di laman resminya, McDonald’s menegaskan :

“Kesejahteraan hewan selalu menjadi hal yang penting untuk kami dan para pelanggan kami…pengumuman hari ini adalah satu lagi tonggak penting yang membangun kerja kami dengan para pakar industri serta pemasok untuk memperbaiki perlakuan terhadap hewan.”

Sistem peternakan kandang baterai adalah neraka kehidupan bagi ayam. Tiga sampai empat ayam hidup berjejal dalam sekat dari kawat besi. Di dalam kerangkeng inilah ayam menghabiskan hidupnya, menjadi mesin produksi telur. Hingga memasuki usia 2 tahun, ayam lalu dikirim ke pejagalan, karena dinilai tidak lagi menguntungkan.

Hidup dalam kerangkeng dengan luas pijakan hanya seukuran kertas A4, membuat ayam tak dapat memenuhi naluri alaminya. Tidak ada sarang untuk bertelur, pasir untuk mandi dan mengais sumber makanan lain, serta kayu untuk bertengger. Mereka bahkan tidak dapat merentangkan sayapnya.

Riset ekstensif menunjukkan bahwa ayam petelur yang dikurung dalam kandang baterai menunjukkan tanda-tanda frustrasi dan menderita stress. Mereka juga mengalami luka fisik, termasuk patah tulang, kerontokan bulu (kebotakan), dan juga infeksi pernafasan yang menyebabkan kebutaan.

Sedihnya, ketika ayam-ayam lain dari rantai pasok McDonald’s di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa dan Australia memiliki hidup yang lebih baik, ayam dalam rantai pasok McDonald’s Indonesia dianggap tidak layak mendapatkan perlakuan yang sama. Sebagai perusahaan multinasional, sangat tidak pantas bagi McDonald’s menerapkan kebijakan yang berbeda-beda seperti ini.

Dengan 14,7 juta pelanggan di Indonesia setiap tahunnya, SUARA ANDA akan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kesejahteraan ayam di Indonesia! Tolong tanda tangani dan bantu sebarkan petisi #DengarkanKamiMcD, sebagai pesan ke McDonald’s Indonesia agar menerapkan kebijakan Telur Bebas Kandang Baterai.

avatar of the starter
Animal Friends Jogja (AFJ)Pembuka PetisiAFJ is one of the leading animal protection organisations in Indonesia.
Dukung sekarang

57.152


Pengambil Keputusan

Mr. Kennon Tam
Mr. Kennon Tam
Manager, International Public Affairs and Issues Management - Asia
Mr. Michael Hartono
Mr. Michael Hartono
Marketing Director
Mr. Kitson Choong
Mr. Kitson Choong
Managing Director
Bapak Imam Gazali
Bapak Imam Gazali
Quality Assurance Manager
Mrs. Caroline Djajadiningrat
Mrs. Caroline Djajadiningrat
Corporate Legal Director
Perkembangan terakhir petisi