

Di kawasan Asia Pasifik, kita melihat semakin banyak langkah menuju sistem pangan yang lebih ramah terhadap kesejahteraan hewan. Australia telah berkomitmen untuk menghapus penggunaan telur dari kandang baterai secara progresif; McDonald’s Australia telah menghilangkan telur dari kandang baterai sepenuhnya pada akhir 2014 - McDonald’s Global - Australia
Di Selandia Baru, McDonald’s New Zealand menyatakan komitmennya untuk menggunakan telur berkualitas ‘umbaran’ (free-range) 100%—lebih cepat dari target, yaitu sebelum akhir 2016 - McDonald's New Zealand.
Kini Korea Selatan ikut bergerak maju: McDonald’s Korea menyatakan dalam situs web, halaman "Scale for Good" mereka bahwa “Eggs will be replaced with eggs certified Animal Welfare Approved by 2025.”- McDonald's Corporation Ini berarti mereka akan berhenti menggunakan telur dari sistem kandang sekat (label 3 dan 4 menurut standar Korea) sebelum akhir tahun 2025.
Namun kemajuan ini menimbulkan pertanyaan serius: mengapa negara lain di kawasan ini masih tertinggal? McDonald’s beroperasi di berbagai negara Asia Pasifik seperti Indonesia, Thailand, dan Filipina, tetapi jutaan ayam petelur dalam rantai pasokannya masih terjebak dalam kandang sekat kecil, tanpa kebebasan untuk bergerak atau menunjukkan perilaku alami. Pendekatan yang tidak setara (inequitable) ini menciptakan standar kesejahteraan hewan berbeda tergantung lokasinya.
Sudah waktunya McDonald’s membuat komitmen telur bebas sangkar (cage-free) yang konsisten di seluruh Asia Pasifik. Jika bisa dilakukan di Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan, tidak ada alasan untuk menunda di negara lain. Konsumen berhak mendapatkan standar kesejahteraan hewan yang sama di manapun mereka berada, dan ayam petelur di seluruh kawasan berhak atas kehidupan tanpa sangkar (tanpa kandang baterai).
Links Cage-Free Commitment:
Australia : Cage-Free Egg Commitment
South Korea : Cage-Free Egg Commitment
Mohon membantu share update berita petisi ini ke teman teman, rekan, keluarga dan kontak-kontak sebanyak-banyak ya...