Petition updateMayor Aibon Kogoya Tentukan Wilayah Perang

Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah berha

N ANabire Papua Tengah, Indonesia
Jun 5, 2026

NABIRE,change.org – Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah berhasil merampas lebih dari 1.000 butir amunisi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) selama serangkaian kontak senjata di Kota Nabire antara Agustus 2025 hingga April 2026. Klaim ini disampaikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Sabtu (6/6/2026).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa laporan tersebut diterima langsung dari komandan lapangan Mayor Aibon Kogoya. Menurut Sambom, dalam periode konflik tersebut, pihak TPNPB mengaku kehilangan 561 butir amunisi yang dirampas aparat keamanan, namun mereka menegaskan keberhasilan merebut kembali logistik musuh dalam jumlah yang lebih besar.

“Selain merampas lebih dari 1.000 butir amunisi dan menyita dua senjata laras panjang, pasukan kami juga mengklaim menewaskan dua anggota militer Indonesia serta melukai sejumlah lainnya dalam aksi kontak senjata di pusat Kota Nabire,” ujar Sebby Sambom.

Sambom menambahkan bahwa aksi perebutan amunisi ini merupakan bagian dari strategi perlawanan TPNPB di wilayah Intan Jaya, Paniai, dan Nabire. Ia juga menggunakan momentum ini untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan TNI menghentikan operasi militer di Intan Jaya, dengan alasan bahwa “zona perang” sesungguhnya menurut klaim mereka berada di jalur Trans Nabire-Ilaga, bukan di pemukiman warga sipil.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Polhukam secara tegas menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa TPNPB adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tindakannya melanggar hukum dan meresahkan masyarakat Papua.*

Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X