

Lestarikan Situs Canguk Gaccak di Desa Sekipi
Masalahnya






SAVE CANGUK GACCAK
Mengajak Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung Bersama Menyelamatkan Warisan Peradaban Bangsa
Kepada:
Presiden Republik Indonesia
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (bidang terkait pelestarian budaya)
Gubernur Lampung
DPR RI
DPRD Provinsi Lampung
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara
Seluruh masyarakat Indonesia
Indonesia bukan hanya sekadar negara dengan wilayah yang luas dan sumber daya yang melimpah. Indonesia adalah bangsa yang dibangun dari jejak-jejak sejarah panjang, dari cerita-cerita leluhur, dari warisan budaya yang menjadi identitas kita bersama.
Di setiap sudut negeri ini, terdapat peninggalan masa lalu yang menjadi saksi bisu perjalanan peradaban. Situs-situs tersebut bukan hanya benda mati, melainkan pengingat bahwa kita berasal dari akar yang kuat, dari sejarah yang kaya, dan dari budaya yang harus kita jaga bersama.
Salah satu warisan berharga itu adalah Situs Canguk Gaccak di Kabupaten Lampung Utara.
Situs ini bukan sekadar lokasi biasa. Ia adalah bagian dari cerita Lampung, bagian dari cerita Indonesia. Di sana tersimpan nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan yang sangat berharga—nilai yang tidak bisa digantikan oleh apa pun jika hilang.
Bayangkan jika suatu hari nanti situs ini rusak, hilang, atau terlupakan.
Bayangkan generasi mendatang hanya bisa mendengar namanya dari cerita, tanpa pernah melihat langsung jejak sejarahnya.
Bayangkan anak cucu kita bertanya, “Mengapa warisan itu tidak dijaga?”
Dan kita tidak memiliki jawaban.
Kehilangan satu situs sejarah berarti kehilangan satu bagian dari jati diri bangsa. Kehilangan satu warisan budaya berarti memutus satu mata rantai yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Melalui petisi ini, kami tidak hanya menyampaikan permohonan—kami menyampaikan harapan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Kami mengajak Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberikan perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan terhadap pelestarian Situs Canguk Gaccak melalui langkah-langkah nyata, antara lain:
Melakukan kajian ilmiah dan penelitian arkeologi secara menyeluruh oleh tim yang berkompeten dan berwenang.
Memperkuat perlindungan kawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pelestarian cagar budaya.
Menyusun dan menjalankan program konservasi serta pemulihan apabila terdapat bagian situs yang mengalami kerusakan.
Mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat adat, komunitas sejarah, dan pemerhati budaya.
Mengembangkan edukasi sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar mereka mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.
Mengelola potensi pariwisata budaya secara berkelanjutan tanpa merusak keaslian dan nilai historis situs.
Meningkatkan pengawasan dan perlindungan agar situs tetap aman dari kerusakan, perusakan, maupun eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.
Petisi ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Petisi ini adalah panggilan hati. Panggilan untuk bersatu. Panggilan untuk peduli.
Kami percaya bahwa pemerintah memiliki komitmen besar dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia. Namun, suara masyarakat juga memiliki kekuatan. Dukungan publik dapat menjadi dorongan nyata agar pelestarian Situs Canguk Gaccak menjadi prioritas bersama.
Ini bukan hanya tentang Lampung. Ini tentang Indonesia.
Ini tentang siapa kita sebagai bangsa.
Ini tentang apa yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya.
Mari kita wariskan sejarah, bukan penyesalan.
Jika hari ini kita memilih diam, maka perlahan kita membiarkan warisan itu hilang.
Namun jika hari ini kita memilih peduli, maka kita sedang menjaga masa depan.
Satu langkah kecil dari kita hari ini dapat menjadi perubahan besar bagi masa depan.
Tandatangani petisi ini.
Satu tanda tangan Anda bukan sekadar nama—itu adalah suara, kepedulian, dan harapan untuk menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup untuk anak cucu kita.

279
Masalahnya






SAVE CANGUK GACCAK
Mengajak Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung Bersama Menyelamatkan Warisan Peradaban Bangsa
Kepada:
Presiden Republik Indonesia
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (bidang terkait pelestarian budaya)
Gubernur Lampung
DPR RI
DPRD Provinsi Lampung
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara
Seluruh masyarakat Indonesia
Indonesia bukan hanya sekadar negara dengan wilayah yang luas dan sumber daya yang melimpah. Indonesia adalah bangsa yang dibangun dari jejak-jejak sejarah panjang, dari cerita-cerita leluhur, dari warisan budaya yang menjadi identitas kita bersama.
Di setiap sudut negeri ini, terdapat peninggalan masa lalu yang menjadi saksi bisu perjalanan peradaban. Situs-situs tersebut bukan hanya benda mati, melainkan pengingat bahwa kita berasal dari akar yang kuat, dari sejarah yang kaya, dan dari budaya yang harus kita jaga bersama.
Salah satu warisan berharga itu adalah Situs Canguk Gaccak di Kabupaten Lampung Utara.
Situs ini bukan sekadar lokasi biasa. Ia adalah bagian dari cerita Lampung, bagian dari cerita Indonesia. Di sana tersimpan nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan yang sangat berharga—nilai yang tidak bisa digantikan oleh apa pun jika hilang.
Bayangkan jika suatu hari nanti situs ini rusak, hilang, atau terlupakan.
Bayangkan generasi mendatang hanya bisa mendengar namanya dari cerita, tanpa pernah melihat langsung jejak sejarahnya.
Bayangkan anak cucu kita bertanya, “Mengapa warisan itu tidak dijaga?”
Dan kita tidak memiliki jawaban.
Kehilangan satu situs sejarah berarti kehilangan satu bagian dari jati diri bangsa. Kehilangan satu warisan budaya berarti memutus satu mata rantai yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Melalui petisi ini, kami tidak hanya menyampaikan permohonan—kami menyampaikan harapan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Kami mengajak Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberikan perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan terhadap pelestarian Situs Canguk Gaccak melalui langkah-langkah nyata, antara lain:
Melakukan kajian ilmiah dan penelitian arkeologi secara menyeluruh oleh tim yang berkompeten dan berwenang.
Memperkuat perlindungan kawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pelestarian cagar budaya.
Menyusun dan menjalankan program konservasi serta pemulihan apabila terdapat bagian situs yang mengalami kerusakan.
Mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat adat, komunitas sejarah, dan pemerhati budaya.
Mengembangkan edukasi sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar mereka mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.
Mengelola potensi pariwisata budaya secara berkelanjutan tanpa merusak keaslian dan nilai historis situs.
Meningkatkan pengawasan dan perlindungan agar situs tetap aman dari kerusakan, perusakan, maupun eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.
Petisi ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Petisi ini adalah panggilan hati. Panggilan untuk bersatu. Panggilan untuk peduli.
Kami percaya bahwa pemerintah memiliki komitmen besar dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia. Namun, suara masyarakat juga memiliki kekuatan. Dukungan publik dapat menjadi dorongan nyata agar pelestarian Situs Canguk Gaccak menjadi prioritas bersama.
Ini bukan hanya tentang Lampung. Ini tentang Indonesia.
Ini tentang siapa kita sebagai bangsa.
Ini tentang apa yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya.
Mari kita wariskan sejarah, bukan penyesalan.
Jika hari ini kita memilih diam, maka perlahan kita membiarkan warisan itu hilang.
Namun jika hari ini kita memilih peduli, maka kita sedang menjaga masa depan.
Satu langkah kecil dari kita hari ini dapat menjadi perubahan besar bagi masa depan.
Tandatangani petisi ini.
Satu tanda tangan Anda bukan sekadar nama—itu adalah suara, kepedulian, dan harapan untuk menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup untuk anak cucu kita.

Pengambil Keputusan





Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 28 Juni 2026