Kurangi penggunaan AI yang sembrono
Kurangi penggunaan AI yang sembrono
Masalahnya
Sebagai seseorang yang mencintai alam dan memiliki hobi merakit PC, saya merasakan dampak dari penggunaan AI yang sembrono. Setiap kali membuka toko komponen PC, harga GPU, RAM, dan SSD terus meroket. Ini bukan hanya masalah ekonomi, tetapi lingkungan juga turut menjerit akibat emisi karbon yang ditimbulkan dari penggunaan AI yang tidak terkendali.
Pada saat kita berlomba-lomba menggunakan AI untuk keperluan yang tidak esensial, kita luput dari memperhatikan dampak yang ditimbulkannya. Setiap kali mesin AI bekerja, ribuan kilowatt listrik dikonsumsi, yang sebagian besar dari pembangkit listrik berbasis fosil. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal "Nature Climate Change", penggunaan AI dalam skala besar dapat berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon global.
Sejalan dengan itu, harga komponen PC, seperti GPU, RAM dan SSD, melonjak akibat tingginya permintaan. Hal ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi para pehobi dan para profesional yang perlu menggunakan teknologi ini secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Langkah yang saya usulkan adalah membatasi penggunaan AI hanya untuk keperluan yang penting dan berdampak positif. Pemerintah dan perusahaan teknologi harus mengembangkan regulasi dan teknologi yang berfokus pada efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Kita juga harus mempromosikan teknologi ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan dampak ekologis dari AI.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
As a nature lover and PC-building enthusiast, I feel the impact of reckless AI usage firsthand. Whenever I visit a PC component store, I see the prices of GPUs, RAM, and SSDs skyrocketing. This is not merely an economic issue; the environment is also suffering due to the carbon emissions generated by unchecked AI usage.
In our rush to adopt AI for non-essential purposes, we often overlook the consequences. Every time an AI system operates, it consumes thousands of kilowatts of electricity—much of which comes from fossil-fuel-based power plants. A study published in the journal *Nature Climate Change* indicates that large-scale AI usage can contribute significantly to global carbon emissions.
Concurrently, the prices of PC components like GPUs, RAM, and SSDs have surged due to high demand. This creates a significant economic burden, particularly for hobbyists and professionals who rely on this technology but wish to use it in a sustainable, eco-friendly manner.
I propose limiting AI usage to essential applications that yield positive impacts. Governments and technology companies must develop regulations and technologies that prioritize energy efficiency and carbon emission reduction. We must also promote eco-friendly technologies and raise awareness regarding the ecological footprint of AI.
Let us support efforts to curb frivolous AI usage for the sake of our planet.
Mari kita dukung langkah untuk mengurangi penggunaan AI yang hanya sekedar iseng demi kepentingan bumi kita dan masa depan teknologi yang lebih terjangkau. Tanda tangani petisi ini untuk perubahan yang lebih baik.

6
Masalahnya
Sebagai seseorang yang mencintai alam dan memiliki hobi merakit PC, saya merasakan dampak dari penggunaan AI yang sembrono. Setiap kali membuka toko komponen PC, harga GPU, RAM, dan SSD terus meroket. Ini bukan hanya masalah ekonomi, tetapi lingkungan juga turut menjerit akibat emisi karbon yang ditimbulkan dari penggunaan AI yang tidak terkendali.
Pada saat kita berlomba-lomba menggunakan AI untuk keperluan yang tidak esensial, kita luput dari memperhatikan dampak yang ditimbulkannya. Setiap kali mesin AI bekerja, ribuan kilowatt listrik dikonsumsi, yang sebagian besar dari pembangkit listrik berbasis fosil. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal "Nature Climate Change", penggunaan AI dalam skala besar dapat berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon global.
Sejalan dengan itu, harga komponen PC, seperti GPU, RAM dan SSD, melonjak akibat tingginya permintaan. Hal ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi para pehobi dan para profesional yang perlu menggunakan teknologi ini secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Langkah yang saya usulkan adalah membatasi penggunaan AI hanya untuk keperluan yang penting dan berdampak positif. Pemerintah dan perusahaan teknologi harus mengembangkan regulasi dan teknologi yang berfokus pada efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Kita juga harus mempromosikan teknologi ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan dampak ekologis dari AI.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
As a nature lover and PC-building enthusiast, I feel the impact of reckless AI usage firsthand. Whenever I visit a PC component store, I see the prices of GPUs, RAM, and SSDs skyrocketing. This is not merely an economic issue; the environment is also suffering due to the carbon emissions generated by unchecked AI usage.
In our rush to adopt AI for non-essential purposes, we often overlook the consequences. Every time an AI system operates, it consumes thousands of kilowatts of electricity—much of which comes from fossil-fuel-based power plants. A study published in the journal *Nature Climate Change* indicates that large-scale AI usage can contribute significantly to global carbon emissions.
Concurrently, the prices of PC components like GPUs, RAM, and SSDs have surged due to high demand. This creates a significant economic burden, particularly for hobbyists and professionals who rely on this technology but wish to use it in a sustainable, eco-friendly manner.
I propose limiting AI usage to essential applications that yield positive impacts. Governments and technology companies must develop regulations and technologies that prioritize energy efficiency and carbon emission reduction. We must also promote eco-friendly technologies and raise awareness regarding the ecological footprint of AI.
Let us support efforts to curb frivolous AI usage for the sake of our planet.
Mari kita dukung langkah untuk mengurangi penggunaan AI yang hanya sekedar iseng demi kepentingan bumi kita dan masa depan teknologi yang lebih terjangkau. Tanda tangani petisi ini untuk perubahan yang lebih baik.

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 11 Juli 2026