Kepada PT KCI (KRL-Jabodetabek): Jangan Bikin Gaduh KRL, Kami Butuh Ketenangan


Kepada PT KCI (KRL-Jabodetabek): Jangan Bikin Gaduh KRL, Kami Butuh Ketenangan
Masalahnya
Sebagai salah 1 pengguna setia layanan kereta komuter line Jabodetabek, saya sangat menghargai segala terobosan yang telah dilakukan PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Namun, masih ada satu masalah yang meresahkan saya dan penumpang lainnya, khususnya para Angker / Roker KRL, yakni suara berisik dari petugas atau asisten masinis yang memberikan informasi / himbauan / peringatan sepanjang perjalanan KRL.
Ironisnya, petugas KCI sendiri seringkali membuat kegaduhan selama perjalanan KRL, sementara sekaligus mengingatkan penumpang untuk tidak membuat kegaduhan dengan ancaman sanksi. Apakah PT. KCI - Komuter Line Jabodetabek bisa menyadari bahwa Petugas-nya sendiri yang membuat kegaduhan sepanjang perjalanan krl (volume yang sangat keras, berbicara berulang-ulang, ditambah lagi suara iklan, dll) tetapi di saat bersamaan melarang penumpang membuat kegaduhan ?
Seingat saya, issue "petugas KCI sendiri yang bikin gaduh sepanjang perjalanan" pernah menjadi trending topik pada medsos. Namun seiring waktu berlalu, bahwa petugas KCI sendiri yang kembali membuat gaduh?? lihat arsipnya di harian Kompas, klik di sini--> Kompas.com. Keluhan ini tampaknya belum terselesaikan sepenuhnya.
Kerasnya volume suara Petugas/Asisten Masinis yang diulang-ulang sangat menambah penderitaan kami di tengah suasana KRL yang padat, kadang AC yang kurang dingin, dan keterlambatan.
Bagi sebagian penumpang mungkin berpandangan "maklum aja, namanya juga kereta ekonomi murah meriah, terima nasib aja". Atau beberapa penumpang lebih memilih pakai headset/earphone lalu setel volume keras untuk menutupi suara bising petugas. Itu juga bukan solusi yang sehat karena lambat laun telinga akan mengalami tuli akibat volume besar (bising), dan itu tidak bisa sembuh (tuli permanen).
Pengaturan volume dan tata cara penyampaian informasi yang baik dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang adalah hal yang tidak membutuhkan biaya atau usaha yang sangat berat bagi PT. KCI koq, hal yang terpenting adalah niat dan mau memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi penggunanya.
Kami sangat menghargai pentingnya informasi yang disampaikan, tetapi kami berharap volume suaranya bisa dikendalikan sehingga tidak mengganggu ketenangan dan kenyamanan penumpang sesuai komitmen layanan PT. KCI.
Mohon kiranya PT. Kereta Commuter Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap keluhan ini guna menciptakan perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi pengguna KRL Jabodetabek. Saran masukan bagi PT. KCI= bisa studi banding ke Bandara Juanda Surabaya yang dulunya dikenal sebagai salah 1 bandara yang berisik dan sekarang sudah berubah menjadi lebih tenang & nyaman, klik di sini untuk download kajian ilmiah penerapan Silent Airport pada Bandara Juanda Surabaya.
Tolong dukung petisi ini dengan tanda tangan Anda, agar bersama-sama kita dapat mengubah situasi tidak nyaman ini dan PT. KCI dapat menghentikan kebisingan yang mengganggu di setiap perjalanan KRL.
Salam Roker ...!
======
509
Masalahnya
Sebagai salah 1 pengguna setia layanan kereta komuter line Jabodetabek, saya sangat menghargai segala terobosan yang telah dilakukan PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Namun, masih ada satu masalah yang meresahkan saya dan penumpang lainnya, khususnya para Angker / Roker KRL, yakni suara berisik dari petugas atau asisten masinis yang memberikan informasi / himbauan / peringatan sepanjang perjalanan KRL.
Ironisnya, petugas KCI sendiri seringkali membuat kegaduhan selama perjalanan KRL, sementara sekaligus mengingatkan penumpang untuk tidak membuat kegaduhan dengan ancaman sanksi. Apakah PT. KCI - Komuter Line Jabodetabek bisa menyadari bahwa Petugas-nya sendiri yang membuat kegaduhan sepanjang perjalanan krl (volume yang sangat keras, berbicara berulang-ulang, ditambah lagi suara iklan, dll) tetapi di saat bersamaan melarang penumpang membuat kegaduhan ?
Seingat saya, issue "petugas KCI sendiri yang bikin gaduh sepanjang perjalanan" pernah menjadi trending topik pada medsos. Namun seiring waktu berlalu, bahwa petugas KCI sendiri yang kembali membuat gaduh?? lihat arsipnya di harian Kompas, klik di sini--> Kompas.com. Keluhan ini tampaknya belum terselesaikan sepenuhnya.
Kerasnya volume suara Petugas/Asisten Masinis yang diulang-ulang sangat menambah penderitaan kami di tengah suasana KRL yang padat, kadang AC yang kurang dingin, dan keterlambatan.
Bagi sebagian penumpang mungkin berpandangan "maklum aja, namanya juga kereta ekonomi murah meriah, terima nasib aja". Atau beberapa penumpang lebih memilih pakai headset/earphone lalu setel volume keras untuk menutupi suara bising petugas. Itu juga bukan solusi yang sehat karena lambat laun telinga akan mengalami tuli akibat volume besar (bising), dan itu tidak bisa sembuh (tuli permanen).
Pengaturan volume dan tata cara penyampaian informasi yang baik dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang adalah hal yang tidak membutuhkan biaya atau usaha yang sangat berat bagi PT. KCI koq, hal yang terpenting adalah niat dan mau memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi penggunanya.
Kami sangat menghargai pentingnya informasi yang disampaikan, tetapi kami berharap volume suaranya bisa dikendalikan sehingga tidak mengganggu ketenangan dan kenyamanan penumpang sesuai komitmen layanan PT. KCI.
Mohon kiranya PT. Kereta Commuter Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap keluhan ini guna menciptakan perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi pengguna KRL Jabodetabek. Saran masukan bagi PT. KCI= bisa studi banding ke Bandara Juanda Surabaya yang dulunya dikenal sebagai salah 1 bandara yang berisik dan sekarang sudah berubah menjadi lebih tenang & nyaman, klik di sini untuk download kajian ilmiah penerapan Silent Airport pada Bandara Juanda Surabaya.
Tolong dukung petisi ini dengan tanda tangan Anda, agar bersama-sama kita dapat mengubah situasi tidak nyaman ini dan PT. KCI dapat menghentikan kebisingan yang mengganggu di setiap perjalanan KRL.
Salam Roker ...!
======
509
Pengambil Keputusan
Petisi dibuat pada 17 Juli 2024