BEBASKAN BENGAWAN SOLO DARI MIKROPLASTIK, SEBELUM TERLAMBAT !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Bengawan Solooo, riwayatmu kiniii…. penuh mikroplastik!

Ini fakta teman-teman. Awal tahun 2020, kami bikin riset di sana. Hasilnya air sungai Bengawan Solo mengandung mikroplastik.

Padahal Bengawan Solo memiliki pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sungai ini sangat penting buat kelangsungan hidup di sana termasuk sebagai sumber air minum, air bersih, bahan baku industri dan pengairan bagi ribuan hektar tambak dan lahan pertanian.

Jika airnya tercemar mikroplastik, artinya ikan dan udang di sungai udah makan mikroplastik.

Persis hasil riset dari komunitas TCC (Trash Control Community) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Mereka bilang ikan dan udang di sungai Bengawan Solo udah terkontaminasi Mikroplastik. Didalam sebuah Ikan ditemukan 28 partikel mikroplastik dan didalam sebuah Udang ditemukan 16 partikel mikroplastik.

Mikroplastik itu apa? Partikel yang ukurannya <5mm. Asalnya dari industri yang memang memproduksi mikrolastik, kedua dari remahan plastik besar.

Bahayanya? Kalo dikonsumsi bisa mengganggu metabolisme dan hormon karena ada senyawa Senyawa Pengganggu Hormon (SPH). Efek paling ringannya diare, dan yang paling parah bisa memicu kanker serviks, payudara, kelenjar getah bening, kulit dan nasofaring.

Sumbernya? Sampah plastik dan pabrik tekstil.

Pas kami lakukan riset bersama mahasiswa Biologi Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR), hasilnya mengejutkan. Ditemukan 180 partikel mikroplastik pada 100 liter air di sungai Bengawan Solo. Mikroplastik yang banyak ditemukan jenis Fragmen, Filamen, dan Fiber.

Jenis Fragmen dan Filamen berasal dari timbulan sampah plastik kresek, sachet, botol air minum kemasan, popok di sepanjang pinggiran Bengawan Solo. Sementara Fiber asalnya dari perusahaan tekstil yang dalam proses pembuatan kain menggunakan bahan polyester dan katun sintetik yang menyumbang polutan fiber.

Kami rasa hasil-hasil riset ini udah cukup buat pemerintah serius menangani dan membersihkan sungai Bengawan Solo.

Karena itulah lewat petisi ini kami mengajakmu meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Jawa Tengah segera menangani mikroplastik di Sungai.

Caranya dengan menetapkan Baku Mutu Kandungan Mikroplastik dalam limbah cair pada industri, khususnya industri tekstil di Indonesia.

Gak hanya itu. Udah saatnya juga KLHK untuk mengharuskan setiap produsen penghasil sampah sachet, wadah sekali pakai dan popok sekali untuk menyediakan tempat sampah khusus lewat kebijakan Extended Produsen Responsibility (EPR).

Tuntutan di atas bukan tanpa dasar hukum, karena itu adalah bagian dari langkah konkrit dari program JAKTRANAS yang mengacu Perpres No 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga dan Peraturan Pemerintah No 82/2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Pengelolaan Kualitas Air.

Kami butuh dukunganmu untuk menandatangani dan menyebarkan petisi ini teman-teman. Kumpulan tanda tanganmu akan kami serahkan ke pemerintah terkait. Mulai dari Bengawan Solo. Kalau kita bisa sukses di Bengawan Solo, kita bisa perlahan wujudkan dan suarakan sungai-sungai bebas mikroplastik.

#BebaskanBengawanSoloDariMikroplastik.

Salam,

ECOTON