

Stop Mafia-isasi Grab Bali


Stop Mafia-isasi Grab Bali
The Issue
Menjadi Mitra Pengemudi Grab adalah keputusan penting yang pernah saya buat yang berdampak pada kehidupan keluarga saya. Dulu saya seorang Sales & Marketing Personal di sebuah ISP di Bali.
Mengemudi bukan hobi saya, tapi tidak memiliki boss, jam kerja fleksibel dan tentunya pendapatan yang tiga kali lipat dari gaji terakhir saya memantapkan saya untuk fokus jadi sopir Grab.
Namun jiwa/semangat Grab sebagai perusahaan yang selain membantu masyarakat bepergian dengan mudah dan murah juga untuk melahirkan individu-individu independen yang kerjanya terbayarkan, saat ini tercoreng dan ternodai dengan praktek-praktek mafia dan kongkalingkong dalam tubuh management Grab Bali.
Praktek busuk yang saya maksudkan di sini adalah adalah praktek blocking area dengan cara mempetakan area-area ramai orderan kepada hanya vendor tertentu yang sudah bekerjasama dengan oknum Grab dengan sekian jumlah anggotanya, sehingga semua orderan Grab yang masuk hanya akan masuk ke aplikasi para anggota vendor tersebut, dan vendor tersebut akan mendapatkan fee persentase per perjalanan atau dengan sistem setor bulanan. Pembayaran ilegal ini di luar potongan resmi Grab sebesar 20%.
Saya secara pribadi sudah melakukan testing case di area terindikasi blocking area yaitu Nusa Dua dan Canggu. Seberapa lamapun saya berputar-putar di kedua area tersebut tak ada orderan masuk. Kini blocking area ini sudah meluas ke area Dewi Sri dan Ubud. Entah ke mana lagi selanjutnya..
Testing case kedua saya lakukan dengan cara melakukan testing order di area blocking area. Dan hasilnya semua driver yang mendapatkan order dari saya adalah driver dengan ketersediaan layanan "Grab Car Nusa Dua", "GrabCar Canggu" dst..Padahal setelah saya cek di aplikasi Grab saya dan aplikasi teman-teman saya, di aplikasi Grab Driver milik kami tidak terdapat ketersediaan layanan "GrabCar Nusa Dua", "GrabCar Canggu" dst.. Ini membuktikan kecurangan bahwa fitur ketersediaan layanan yang saya sebutkan hanya diberikan hanya kepada para anggota vendor tertentu. Jelas ini adalah praktek buruk, mafia.
Saya mohon dengan rendah hati kepada pihak aplikator Grab untuk kiranya mengusut tuntas praktek ini. Maafkan saya men-cc petisi ini kepada banyak pihak yang saya pikir punya kepentingan terhadap masalah ini, bahkan kepada yang saya hormati Bpk. Presiden Joko Widodo. Semoga bukan lancang saya rakyak kecil menjerit kepada pemimpinnya.
Terimakasih, saya mewakili jeritan sekian banyak mitramu yang tersakiti, semoga Grab dapat terus berjaya tanpa kecurangan. Melayani dengan hati hasilnya pasti sesuai.
Stop praktek mafia di Grab Bali sekarang juga!

The Issue
Menjadi Mitra Pengemudi Grab adalah keputusan penting yang pernah saya buat yang berdampak pada kehidupan keluarga saya. Dulu saya seorang Sales & Marketing Personal di sebuah ISP di Bali.
Mengemudi bukan hobi saya, tapi tidak memiliki boss, jam kerja fleksibel dan tentunya pendapatan yang tiga kali lipat dari gaji terakhir saya memantapkan saya untuk fokus jadi sopir Grab.
Namun jiwa/semangat Grab sebagai perusahaan yang selain membantu masyarakat bepergian dengan mudah dan murah juga untuk melahirkan individu-individu independen yang kerjanya terbayarkan, saat ini tercoreng dan ternodai dengan praktek-praktek mafia dan kongkalingkong dalam tubuh management Grab Bali.
Praktek busuk yang saya maksudkan di sini adalah adalah praktek blocking area dengan cara mempetakan area-area ramai orderan kepada hanya vendor tertentu yang sudah bekerjasama dengan oknum Grab dengan sekian jumlah anggotanya, sehingga semua orderan Grab yang masuk hanya akan masuk ke aplikasi para anggota vendor tersebut, dan vendor tersebut akan mendapatkan fee persentase per perjalanan atau dengan sistem setor bulanan. Pembayaran ilegal ini di luar potongan resmi Grab sebesar 20%.
Saya secara pribadi sudah melakukan testing case di area terindikasi blocking area yaitu Nusa Dua dan Canggu. Seberapa lamapun saya berputar-putar di kedua area tersebut tak ada orderan masuk. Kini blocking area ini sudah meluas ke area Dewi Sri dan Ubud. Entah ke mana lagi selanjutnya..
Testing case kedua saya lakukan dengan cara melakukan testing order di area blocking area. Dan hasilnya semua driver yang mendapatkan order dari saya adalah driver dengan ketersediaan layanan "Grab Car Nusa Dua", "GrabCar Canggu" dst..Padahal setelah saya cek di aplikasi Grab saya dan aplikasi teman-teman saya, di aplikasi Grab Driver milik kami tidak terdapat ketersediaan layanan "GrabCar Nusa Dua", "GrabCar Canggu" dst.. Ini membuktikan kecurangan bahwa fitur ketersediaan layanan yang saya sebutkan hanya diberikan hanya kepada para anggota vendor tertentu. Jelas ini adalah praktek buruk, mafia.
Saya mohon dengan rendah hati kepada pihak aplikator Grab untuk kiranya mengusut tuntas praktek ini. Maafkan saya men-cc petisi ini kepada banyak pihak yang saya pikir punya kepentingan terhadap masalah ini, bahkan kepada yang saya hormati Bpk. Presiden Joko Widodo. Semoga bukan lancang saya rakyak kecil menjerit kepada pemimpinnya.
Terimakasih, saya mewakili jeritan sekian banyak mitramu yang tersakiti, semoga Grab dapat terus berjaya tanpa kecurangan. Melayani dengan hati hasilnya pasti sesuai.
Stop praktek mafia di Grab Bali sekarang juga!

Petition Closed
Share this petition
The Decision Makers

Petition Updates
Share this petition
Petition created on 19 January 2019