Pak Nadiem, Selamatkan Kami Dengan Pendidikan Iklim!


Pak Nadiem, Selamatkan Kami Dengan Pendidikan Iklim!
Masalahnya
Indonesia dapat juara lagi. Tapi kali ini, juaranya menyangkal krisis iklim!
Padahal dampaknya jelas banget di kehidupan sehari-hari. Suhu udara meningkat, cuaca gak menentu, gagal panen, banjir. Tapi Indonesia masih aja menyangkal kalau situasi iklim udah darurat.
Krisis iklim merupakan masalah terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia. Virus dan penyakit baru mengakibatkan pandemi adalah salah satu dampak dari krisis iklim.
Pada tahun 2020 saja, lebih dari 50 juta orang telah terdampak langsung oleh bencana terkait iklim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lebih dari 11.000 ilmuwan dari 153 negara juga sudah membuktikan adanya krisis iklim dan udah DARURAT.
Krisis iklim gak bisa diselesaikan oleh satu negara saja. Diperlukan kolaborasi menyeluruh karena kita sama-sama penduduk bumi. Dan harus dimulai dari sekarang.
Dalam skenario terbaik pun, bencana-bencana yang disebabkan oleh krisis iklim akan semakin sering terjadi dan dengan intensitas lebih tinggi di dekade ke depan. Generasi muda sekarang lah yang akan paling terdampak. Kami merasa anak muda sebagai generasi penerus yang akan mengalami dampak krisis iklim yang semakin buruk ke depan harus memahami dampak krisis iklim dan bagaimana mengatasinya.
Untuk itu, kami meminta kepada Kemendikbud Ristek untuk mengintegrasikan ‘Pendidikan Iklim’ di kurikulum pendidikan Indonesia.
Kami yakin, pendidikan iklim adalah cara untuk membangun masa depan yang berkelanjutan melalui generasi muda, menginspirasi mereka untuk bertindak dan mempraktikkan keterampilan yang diperlukan untuk proses adaptasi terhadap kondisi kehidupan dan pekerjaan ramah lingkungan di masa depan.
Melalui kurikulum Pendidikan Iklim, kami juga berharap agar Kemendikbud Ristek dan Kemenag untuk:
- Mengintegrasikan pendidikan iklim ke dalam nilai-nilai inti dari setiap kurikulum dan mengharuskan siswa harus belajar tentang aspek ilmiah, sosial dan etika dari krisis iklim.
- Menyediakan Pendidikan iklim yang inklusif untuk semua orang dengan mempertimbangkan keterlibatan gender, intergenerasi, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
- Mendukung kesehatan mental peserta didik dan tenaga kependidikan dalam mengatasi kecemasan iklim dengan menyediakan fasilitas.
- Melatih guru dan menyediakan materi dan praktik belajar pendidikan iklim.
- Membantu mewujudkan dan mendukung aksi penurunan emisi karbon di lingkungan penyelenggaraan pendidikan paling lambat tahun 2030.
Dukung petisi dan sebar tagar #ClimateEducationNow ke teman-temanmu ya. Kita pasti gak mau kan kalau adik-adik kita jadi korban krisis iklim berikutnya. Mari selamatkan masa depan.
Salam,
#ClimateEducationNow

31.717
Masalahnya
Indonesia dapat juara lagi. Tapi kali ini, juaranya menyangkal krisis iklim!
Padahal dampaknya jelas banget di kehidupan sehari-hari. Suhu udara meningkat, cuaca gak menentu, gagal panen, banjir. Tapi Indonesia masih aja menyangkal kalau situasi iklim udah darurat.
Krisis iklim merupakan masalah terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia. Virus dan penyakit baru mengakibatkan pandemi adalah salah satu dampak dari krisis iklim.
Pada tahun 2020 saja, lebih dari 50 juta orang telah terdampak langsung oleh bencana terkait iklim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lebih dari 11.000 ilmuwan dari 153 negara juga sudah membuktikan adanya krisis iklim dan udah DARURAT.
Krisis iklim gak bisa diselesaikan oleh satu negara saja. Diperlukan kolaborasi menyeluruh karena kita sama-sama penduduk bumi. Dan harus dimulai dari sekarang.
Dalam skenario terbaik pun, bencana-bencana yang disebabkan oleh krisis iklim akan semakin sering terjadi dan dengan intensitas lebih tinggi di dekade ke depan. Generasi muda sekarang lah yang akan paling terdampak. Kami merasa anak muda sebagai generasi penerus yang akan mengalami dampak krisis iklim yang semakin buruk ke depan harus memahami dampak krisis iklim dan bagaimana mengatasinya.
Untuk itu, kami meminta kepada Kemendikbud Ristek untuk mengintegrasikan ‘Pendidikan Iklim’ di kurikulum pendidikan Indonesia.
Kami yakin, pendidikan iklim adalah cara untuk membangun masa depan yang berkelanjutan melalui generasi muda, menginspirasi mereka untuk bertindak dan mempraktikkan keterampilan yang diperlukan untuk proses adaptasi terhadap kondisi kehidupan dan pekerjaan ramah lingkungan di masa depan.
Melalui kurikulum Pendidikan Iklim, kami juga berharap agar Kemendikbud Ristek dan Kemenag untuk:
- Mengintegrasikan pendidikan iklim ke dalam nilai-nilai inti dari setiap kurikulum dan mengharuskan siswa harus belajar tentang aspek ilmiah, sosial dan etika dari krisis iklim.
- Menyediakan Pendidikan iklim yang inklusif untuk semua orang dengan mempertimbangkan keterlibatan gender, intergenerasi, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
- Mendukung kesehatan mental peserta didik dan tenaga kependidikan dalam mengatasi kecemasan iklim dengan menyediakan fasilitas.
- Melatih guru dan menyediakan materi dan praktik belajar pendidikan iklim.
- Membantu mewujudkan dan mendukung aksi penurunan emisi karbon di lingkungan penyelenggaraan pendidikan paling lambat tahun 2030.
Dukung petisi dan sebar tagar #ClimateEducationNow ke teman-temanmu ya. Kita pasti gak mau kan kalau adik-adik kita jadi korban krisis iklim berikutnya. Mari selamatkan masa depan.
Salam,
#ClimateEducationNow

31.717
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 18 Agustus 2021