Joy HenriJakarta Utara (Kota), Indonesia
May 23, 2023

Salam kolaborasi!

Izinkan saya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut mengenai +Jakarta.

  1. Hasil Kunjungan ke Balai Kota - Kebohongan

    Pada 3 Mei 2023, saya melaksanakan kunjungan ke Balai Kota DKI Jakarta untuk meminta klarifikasi tentang jenama kota +Jakarta. 

    Adapun penjelasan yang diberikan di sana adalah sebagai berikut.

    • Jenama kota +Jakarta tidak diganti, namun hanya ditambahkan slogan Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, yakni "Sukses Jakarta untuk Indonesia". Hal ini pada dasarnya adalah pengulangan dari unggahan Jakarta Smart City dan Pemprov DKI Jakarta pada bulan Desember 2022 (tautan terlampir).

    • Posko Balai Kota tidak melayani pengajuan petisi melalui change.org. Saya diarahkan untuk membuat petisi resmi (berbentuk surat) atau mengajukan permohonan audiensi dengan Pj Gubernur DKI Jakarta untuk dapat menyampaikan perjuangan kita terkait +Jakarta yang digaungkan melalui petisi ini.
       
  2. Nasib +Jakarta sebagai Jenama - Ketidakpastian

    Pada bulan Mei 2023 ini, saya dan beberapa teman saya sudah mengadakan komunikasi dengan petinggi komunitas Plus Jakarta. Setelah kami berkomunikasi dengan petinggi komunitas Plus Jakarta, kami dapat menyimpulkan bahwa +Jakarta sebagai suatu jenama kota, sedang dihadapkan dalam situasi yang tidak menentu.

    Hal ini diperparah dengan penggunaan slogan Pj Gubernur DKI Jakarta yang mengesampingkan penggunaan jenama +Jakarta dalam unggahan Pemprov dan OPD DKI Jakarta. Contohnya adalah pada unggahan PT Transportasi Jakarta berikut yang menggunakan logo hajatan Jakarta-496 dan slogan "Sukses Jakarta untuk Indonesia" sebagai berikut (tautan unggahan Instagram).

  3. Logo dan Tema HUT DKI Jakarta ke-496 - Krisis Identitas

    Pada 20 Mei 2023, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan logo dan tema HUT DKI Jakarta ke-496. Mengusung tema "Jadi Karya untuk Nusantara", logo yang digunakan untuk hajatan Jakarta tahun ini membuang eksistensi +Jakarta baik dalam tahap perancangan logo maupun penggunaan jenama +Jakarta dalam unggahan bertema HUT DKI Jakarta tahun ini.

    Logo dan tema HUT DKI Jakarta ke-496 merupakan bentuk pelecehan terhadap unsur ke-Jakarta-an yang sudah seharusnya melekat pada perayaan hajatan Jakarta, sekaligus pelecehan keistimewaan posisi dan kontribusi DKI Jakarta untuk Indonesia.

    Jika membandingkan logo dan tema hajatan Jakarta tahun ini dengan tahun lalu, tidak ditemukan lagi eksistensi jenama +Jakarta dalam perayaan HUT DKI Jakarta ke-496 (sumber: Panduan Visual HUT DKI Jakarta ke-496).

    Sementara, jika menilik logo Jakarta Hajatan 495 tahun lalu, terdapat nilai-nilai ke-Jakarta-an yang tidak hanya melekat pada jenama +Jakarta saja, namun juga pada ornamen logo dan warna yang digunakan dalam logo tersebut (sumber: Panduan Visual Jakarta Hajatan, +Jakarta/Pemprov DKI Jakarta).


    Lalu bandingkan dengan penjelasan maksud logo dan tema hajatan Jakarta ke-496. Hilanglah nilai ke-Jakarta-an yang seharusnya dirayakan dalam hajatan yang ia adakan sendiri! (sumber: situs resmi Pemprov DKI Jakarta)


    Selanjutnya, pembahasan mengenai poin ini agar mohon menyimak utas saya pada Twitter dalam tautan ini.

    Hanya saja, mari berjuang untuk menjaga jenama kota kita dari segala bentuk politisasi dan ego politik, serta memeriahkan hajatan Jakarta dengan unsur ke-Jakarta-an yang sudah selayaknya menjadi headline perayaan ulang tahunnya sendiri!

    Sekaligus, mohon bantuannya untuk menyebarluaskan semangat +Jakarta dengan menandatangani dan menyebarkan petisi ini. Akhir kata, mohon doa restu dan dukungan untuk langkah yang akan diambil selanjutnya untuk menjaga +Jakarta, yakni permohonan audiensi dengan Pj Gubernur DKI Jakarta pada waktu yang akan ditentukan kemudian.

    Salam kolaborasi!
    Selamat menyambut hajatan Jakarta ke-496!

    #Jakarta
    #KotaKolaborasi
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X