Kami Memohon Presiden Prabowo tidak menerima Pengunduran diri Gus Miftah

Masalahnya

Petisi ini mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk mendukung Gus Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah untuk tetap mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.

Berikut ini adalah pertimbangan petisi ini: 
1.    Roasting dan gojlokan tidak selamanya berkonotasi negatif, karenanya sudah selayaknya untuk dipahami dalam konteksnya. Gaya dakwah yang populis dan membumi disertai bumbu-bumbu canda adalah konteks ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh.

2.    Goblok atau bodoh sekali merupakan suatu kata yang mengandung konsep dengan akar historis yang panjang. Dalam tradisi pemikiran klasik, kebodohan berkonotasi positif sekaligus dipahami sebagai asal-usul pembentukan materi duniawi.

3.    Ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh tidak mengandung konotasi negatif sama sekali, dibuktikan dengan kunjungan Gus Miftah ke kediaman bapak Sonhaji, dan sebaliknya kunjungan balik bapak Sonhaji ke kediaman Gus Miftah.

4.    Roasting dan gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh juga tidak mengandung konotasi negatif, karena bagian dari tradisi komunikasi populer di kalangan warga NU. Pemaknaan negatif terhadap tradisi roasting dan gojlokan lahir dari sentimen dan emosi  sesaat.

5.    Sentimen dan emosi publik akan selalu dapat dimengerti karena memiliki latar belakang pemahaman yang berbeda dari latar belakang dan pengalaman panjang Gus Miftah sebagai tokoh publik di lingkungan masyarakat marginal, kehidupan jalanan, pergaulan dengan para preman dan kehidupan klub malam.

6.    Berbagai potongan video yang bermunculan tentang ceramah-ceramah keagamaan Gus Miftah di berbagai kesempatan adalah bukti gaya khas komunikasi publik Gus Miftah. Kasus gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh  bukan satu-satunya. Hal itu menandakan relasi antara Gus Miftah dan gaya komunikasi populis tidak terpisahkan.

7.    Pernyataan Gus Miftah tentang kesiapannya untuk mundur dari jabatan politik sebagai Utusan Khusus Presiden adalah bukti tidak adanya bias-bias kepentingan dalam diri Gus Miftah untuk terus mempertahankan jabatan dan kekuasaan. Hal ini juga menandakan jiwa kesatrianya sebagai pribadi yang lebih mengedepankan ketenteraman, harmoni, persatuan dan kesatuan bangsa dari pada sekedar jabatan.

8.    Permohonan maaf Gus Miftah kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberinya kepercayaan, kepada bapak Sonhaji dan keluarga sebagai pihak korban, dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang hati nuraninya merasa disakiti, semua adalah bukti terkuat Gus Miftah lebih mengutamakan nilai-nilai kebaikan dari pada kepentingan kekuasaan. Pribadi dengan karakter ideal seperti ini harus mengisi pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Poin-poin utama dalam petisi ini:

1.    Memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan Gus Miftah sebagai sosok ksatria yang mengabdi dalam UKP (Utusan Khusus Presiden), dengan memberinya kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di dalam kekuasaan, dan mengurangi karakter bawaan yang telah terbentuk selama ini dari lingkungan jalanan.

2.    Memohon kepada Gus Miftah untuk tetap bersedia mengabdi kepada bangsa dan negara melalui UKP di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto

3.    Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersikap arif dan bijaksana layaknya bapak Sonhaji dan keluarga yang telah memaafkan Gus Miftah; dan pemberian maaf oleh bapak Sonhaji dan keluarga kepada Gus Miftah tidak dilanjutkan dengan kontroversi publik yang kurang sehat seperti menyerang pribadi Gus Miftah.

avatar of the starter
Agus SaripinPembuka Petisi

3.326

Masalahnya

Petisi ini mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk mendukung Gus Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah untuk tetap mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.

Berikut ini adalah pertimbangan petisi ini: 
1.    Roasting dan gojlokan tidak selamanya berkonotasi negatif, karenanya sudah selayaknya untuk dipahami dalam konteksnya. Gaya dakwah yang populis dan membumi disertai bumbu-bumbu canda adalah konteks ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh.

2.    Goblok atau bodoh sekali merupakan suatu kata yang mengandung konsep dengan akar historis yang panjang. Dalam tradisi pemikiran klasik, kebodohan berkonotasi positif sekaligus dipahami sebagai asal-usul pembentukan materi duniawi.

3.    Ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh tidak mengandung konotasi negatif sama sekali, dibuktikan dengan kunjungan Gus Miftah ke kediaman bapak Sonhaji, dan sebaliknya kunjungan balik bapak Sonhaji ke kediaman Gus Miftah.

4.    Roasting dan gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh juga tidak mengandung konotasi negatif, karena bagian dari tradisi komunikasi populer di kalangan warga NU. Pemaknaan negatif terhadap tradisi roasting dan gojlokan lahir dari sentimen dan emosi  sesaat.

5.    Sentimen dan emosi publik akan selalu dapat dimengerti karena memiliki latar belakang pemahaman yang berbeda dari latar belakang dan pengalaman panjang Gus Miftah sebagai tokoh publik di lingkungan masyarakat marginal, kehidupan jalanan, pergaulan dengan para preman dan kehidupan klub malam.

6.    Berbagai potongan video yang bermunculan tentang ceramah-ceramah keagamaan Gus Miftah di berbagai kesempatan adalah bukti gaya khas komunikasi publik Gus Miftah. Kasus gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh  bukan satu-satunya. Hal itu menandakan relasi antara Gus Miftah dan gaya komunikasi populis tidak terpisahkan.

7.    Pernyataan Gus Miftah tentang kesiapannya untuk mundur dari jabatan politik sebagai Utusan Khusus Presiden adalah bukti tidak adanya bias-bias kepentingan dalam diri Gus Miftah untuk terus mempertahankan jabatan dan kekuasaan. Hal ini juga menandakan jiwa kesatrianya sebagai pribadi yang lebih mengedepankan ketenteraman, harmoni, persatuan dan kesatuan bangsa dari pada sekedar jabatan.

8.    Permohonan maaf Gus Miftah kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberinya kepercayaan, kepada bapak Sonhaji dan keluarga sebagai pihak korban, dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang hati nuraninya merasa disakiti, semua adalah bukti terkuat Gus Miftah lebih mengutamakan nilai-nilai kebaikan dari pada kepentingan kekuasaan. Pribadi dengan karakter ideal seperti ini harus mengisi pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Poin-poin utama dalam petisi ini:

1.    Memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan Gus Miftah sebagai sosok ksatria yang mengabdi dalam UKP (Utusan Khusus Presiden), dengan memberinya kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di dalam kekuasaan, dan mengurangi karakter bawaan yang telah terbentuk selama ini dari lingkungan jalanan.

2.    Memohon kepada Gus Miftah untuk tetap bersedia mengabdi kepada bangsa dan negara melalui UKP di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto

3.    Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersikap arif dan bijaksana layaknya bapak Sonhaji dan keluarga yang telah memaafkan Gus Miftah; dan pemberian maaf oleh bapak Sonhaji dan keluarga kepada Gus Miftah tidak dilanjutkan dengan kontroversi publik yang kurang sehat seperti menyerang pribadi Gus Miftah.

avatar of the starter
Agus SaripinPembuka Petisi

Perkembangan terakhir petisi