kaji ulang dan evaluasi sistem rating IGRS

Penandatangan terbaru:
Meong Meong dan 9 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Banyak Gamer Indonesia yang aktif bermain game digital selama bertahun-tahun. Adanya IGRS (Indonesia Game Rating System) untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai. Tapi implementasi di lapangan saat ini dirasa tidak sesuai dan justru merugikan kami para gamer.

  • Hingga hari ini (5 April 2026), banyak bukti nyata yang beredar di komunitas:
    Game dengan konten seksual dewasa (eroge/18+) malah diberi rating 3+ (cocok untuk anak balita).
  • Game-game berkualitas tinggi dan berprestasi internasional seperti Clair Obscure, Expedition33 dan Metal Gear Solid Delta, dikategorikan RC (Refused Classification) sehingga dilarang beredar di Indonesia.
  • Ribuan game di Steam library menunjukkan rating yang sangat tidak konsisten dan membingungkan.

 

 

capture

 

 

Akibatnya:

  • Para gamer kesulitan memilih game yang sesuai usia dan minat.
  • Akses ke game-game bagus terancam hilang.
  • Developer lokal dan internasional mulai ragu mendistribusikan game di Indonesia.
  • Padahal awalnya publik sudah mulai mau bermain legal dan rela membeli game resmi. Sekarang malah berpotensi kembali ke game bajakan karena game legal yang bagus justru diblokir atau diberi rating yang tidak sesuai.

Tujuan mulia melindungi anak justru tidak tercapai karena rating yang tidak sesuai dan keliru. Keyakinan IGRS bisa menjadi sistem rating yang baik dan kredibel itu ada. Tapi untuk itu, harus ada perbaikan segera. Diantaranya:

  • Segera bentuk tim evaluasi independen yang melibatkan gamer, developer lokal, orang tua, dan ahli.
  • Lakukan kajian ulang menyeluruh terhadap proses self-assessment dan verifikasi rating IGRS.
  • Susun pedoman rating yang lebih jelas, transparan, dan konsisten dengan standar internasional sekaligus menghormati budaya Indonesia.
  • Berikan penjelasan resmi publik mengenai hasil evaluasi dan langkah perbaikan.
  • Pertimbangkan penangguhan sementara penerapan rating yang bermasalah hingga evaluasi selesai.

Gamer hanya ingin bisa terus menikmati game dengan tenang tanpa khawatir rating yang salah merusak pengalaman bermain, industri game nasional, dan kebiasaan bermain. Jika kamu gamer, developer, orang tua, atau peduli dengan industri kreatif Indonesia, tanda tangani petisi ini sekarang agar suara kita didengar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital!

#IGRS #KajianUlangIGRS #GamerIndonesia #SaveIndonesianGaming #MainLegal

 

avatar of the starter
Ramadhan IbrahimPembuka Petisi

11

Penandatangan terbaru:
Meong Meong dan 9 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Banyak Gamer Indonesia yang aktif bermain game digital selama bertahun-tahun. Adanya IGRS (Indonesia Game Rating System) untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai. Tapi implementasi di lapangan saat ini dirasa tidak sesuai dan justru merugikan kami para gamer.

  • Hingga hari ini (5 April 2026), banyak bukti nyata yang beredar di komunitas:
    Game dengan konten seksual dewasa (eroge/18+) malah diberi rating 3+ (cocok untuk anak balita).
  • Game-game berkualitas tinggi dan berprestasi internasional seperti Clair Obscure, Expedition33 dan Metal Gear Solid Delta, dikategorikan RC (Refused Classification) sehingga dilarang beredar di Indonesia.
  • Ribuan game di Steam library menunjukkan rating yang sangat tidak konsisten dan membingungkan.

 

 

capture

 

 

Akibatnya:

  • Para gamer kesulitan memilih game yang sesuai usia dan minat.
  • Akses ke game-game bagus terancam hilang.
  • Developer lokal dan internasional mulai ragu mendistribusikan game di Indonesia.
  • Padahal awalnya publik sudah mulai mau bermain legal dan rela membeli game resmi. Sekarang malah berpotensi kembali ke game bajakan karena game legal yang bagus justru diblokir atau diberi rating yang tidak sesuai.

Tujuan mulia melindungi anak justru tidak tercapai karena rating yang tidak sesuai dan keliru. Keyakinan IGRS bisa menjadi sistem rating yang baik dan kredibel itu ada. Tapi untuk itu, harus ada perbaikan segera. Diantaranya:

  • Segera bentuk tim evaluasi independen yang melibatkan gamer, developer lokal, orang tua, dan ahli.
  • Lakukan kajian ulang menyeluruh terhadap proses self-assessment dan verifikasi rating IGRS.
  • Susun pedoman rating yang lebih jelas, transparan, dan konsisten dengan standar internasional sekaligus menghormati budaya Indonesia.
  • Berikan penjelasan resmi publik mengenai hasil evaluasi dan langkah perbaikan.
  • Pertimbangkan penangguhan sementara penerapan rating yang bermasalah hingga evaluasi selesai.

Gamer hanya ingin bisa terus menikmati game dengan tenang tanpa khawatir rating yang salah merusak pengalaman bermain, industri game nasional, dan kebiasaan bermain. Jika kamu gamer, developer, orang tua, atau peduli dengan industri kreatif Indonesia, tanda tangani petisi ini sekarang agar suara kita didengar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital!

#IGRS #KajianUlangIGRS #GamerIndonesia #SaveIndonesianGaming #MainLegal

 

avatar of the starter
Ramadhan IbrahimPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Direktorat Jenderal Ekosistem Digital
Direktorat Jenderal Ekosistem Digital
Kementerian Komunikasi dan Digital RI
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 4 April 2026