Tolak Pembangunan PLTU 9 & 10, Selamatkan Banten dari Ancaman Debu Beracun

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Bertahun-tahun hidup terkepung puluhan PLTU, terus beradu dengan tebalnya polutan debu beracun, namun sayang tidak banyak yang tahu.

Petisi ini lahir untuk menyerukan teriakan bisu saudara kita yang harus terus menanggung berbagai ancaman serius dari kotornya energi fosil PLTU. Seperti belum cukup, di saat negara maju sudah mulai mengurangi batubara, Indonesia justru sebaliknya, candu energi kotor ini.

Kehadiran puluhan PLTU yang beroperasi, termasuk rencana pembangunan PLTU Jawa 9 & 10 di Banten akan menambah kontribusi pencemaran udara, termasuk ke DKI Jakarta. Polutan berbahaya emisi PLTU batubara berupa partikel PM 2,5 yang sangat halus, dapat menyebar terbawa angin hingga mencapai radius ratusan kilometer dari sumber polusi. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini akan membawa dampak serius terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat seperti munculnya berbagai penyakit pernapasan bahkan hingga tingginya angka kematian dini.

Rencana pembangunan PLTU Jawa 9 & 10, juga menghilangkan hampir seluruh Pantai Salira dengan segala potensinya yang selama ini digunakan sebagai ruang publik. Pesonanya sebagai objek wisata Banten yang menghasilkan perputaran ekonomi kerakyatan secara lebih tertata dan ramah lingkungan, terpaksa lenyap dan dikalahkan oleh industri besar.

Bukan hanya mencekik warga dengan polusi, tapi juga mencekik Indonesia dari sisi ekonomi karena pemerintah juga harus menambah anggaran untuk membayar listrik yang diproduksi pihak swasta. Jerat skema perjanjian ‘take or pay’ membuat ambisi proyek 35.000 MW menjadi terseok-seok. PLN (yang juga sedang dalam keadaan sulit) harus menanggung segala risiko bisnis termasuk tetap membeli produksi listrik dari perusahaan dalam negeri dan dari pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP), meski listrik di jaringan Jawa-Bali sudah overcapacity 41%. Tentu hal ini akan berpotensi besar merugikan warga negara secara luas ke depannya.

Melalui petisi ini, kami mengajak teman-teman untuk meminta Presiden Joko Widodo, Dirut PLN (Zulkifli Zaini), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI (Airlangga Hartarto), PT Indo Raya Tenaga (Special Purpose Company untuk proyek PLTU 9-10), menghentikan pembangunan PLTU Jawa 9 & 10 di Suralaya, Banten. 

Mengapa? Karena PLTU Jawa 9 & 10 rasanya terlalu dipaksakan dan akan menjadi proyek yang tidak strategis, bahkan berbahaya bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang, khususnya masyarakat Banten.

Kami butuh dukunganmu untuk menyebarkan kesadaran dan menghindari potensi yang merugikan banyak aspek lewat petisi ini. Tanda tangan petisi sekarang untuk desak pembatalan PLTU Jawa 9 & 10 demi Banten dan warga Jakarta yang lebih baik.

#BiarkanBantenBernapas

 

Salam,

BERSIHKAN INDONESIA