PETISI REVISI UU TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 35.000.


PETISI REVISI UU SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (SPPA) YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN 
Bismillahirohmannirohiim

Salam Sejahtera selalu, dan Semoga Kita Senantiasa mendapatkan Perlindungan dari Allah SWT. Amin

Bapak Presiden dan Ketua DPR RI Yang kami Muliakan. 

Kasus pembunuhan sopir taksi online di Kota Semarang pada Sabtu, 20 Januari 2018 lalu benar-benar mengusik ketenangan warga Kota Semarang. Dan, sangat mengagetkan lagi bahwa pelaku pembunuhan sadis itu ternyata dilakukan dua (2) anak SMK negeri di Semarang. Dilihat usianya, kedua pelaku dikategorikan sebagai anak dibawah umur, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun, pembunuhan yang dilakukan anak dibawah umur atau anak berhadapan hukum itu tergolong keji. Pelaku membunuh pada malam hari dengan cara menyayat leher korban dengan pisau yang sudah di siapkan hingga mengakibatkan sopir itu tewas dalam kondisi mengenaskan. Mayat korban lalu di buang di jalanan. Kemudian, pelaku pergi merampas mobil Nissan Grand Livina milik korban. Hasil pemeriksaan pihak kepolisian, motif pembunuhan itu karena pelaku  ingin memiliki harta korban untuk membayar sekolah.

Bapak Presiden dan Bapak Ketua DPR RI yang kami muliakan.

Peristiwa itu menggegerkan warga Kota Semarang. Malam saat mayat korban ditemukan di pinggir jalan, warga Semarang banyak yang mengunggahnya melalui jejaring Facebook, Media Informasi Kota Semarang ( MIK SEMAR ). Kejadian pembunuhan itu kemudian menjadi viral dan ramai dibicarakan warga kota dalam forum Mik Semar. Banyak yang menghujat, mencaci maki, marah, jengkel atas peristiwa tersebut. Bahkan ayah pelaku ikut menghujat pelaku pembunuhan keji itu dan kaget luar biasa setelah esok harinya di beritahu pihak kepolisian, bahwa, salah satu pelaku diketahui adalah anaknya. 

Sungguh amat miris dan menyedihkan,  pembunuhan itu terjadi pada hari ulang tahun perkawinan korban yang ketiga. Korban tewas meninggalkan isteri dan seorang anak yang masih berusia tiga bulan. Peristiwa tersebut sungguh menyayat hati bagi keluarga besar korban dan masyarakat Kota Semarang. 

Bapak Presiden dan Bapak Ketua DPR RI yang terhormat. 

Saat ini sedang berlangsung persidangan khusus anak berhadapan dengan hukum di Pengadilan Negeri Semarang, terkait pembunuhan itu. Jaksa dari Kejaksaan Negeri Semarang telah menuntut kedua terdakwa anak dibawah umur tersebut masing-masing 10 tahun dan 9 tahun. Keluarga korban dan warga Kota Semarang histeris atas isi tuntutan tersebut. Seolah tidak bisa menerima kenyataan atas Tuntutan tersebut walau memang UU mengatur demikian. Dan Jaksa sudah bekerja maksimal dengan memberikan Tuntutan yang maksimal pula sesuai UU SPPA.

Bapak Presiden dan Bapak Ketua DPR RI Yang kami Hormati

Ini bukan masalah isi tuntutan yang memang UU sudah mengaturnya, tetapi ini persoalan RASA KEADILAN yang terusik. TIDAK ADA HUKUMAN SEUMUR HIDUP atau HUKUMAN MATI bagi ANAK yang telah melakukan PEMBUNUHAN.

Bapak Presiden dan Bapak Ketua DPR RI yang budiman

Hari ini terjadi seseorang anak membunuh. Esok lusa bisa jadi Seorang anak di pakai sebagai alat untuk membunuh. Sebab, UU SPPA memberikan perlindungan terhadapnya. Karena hukuman yang tergolong ringan, bisa jadi akan ada seorang anak mengakui semua pembunuhan terhadap orang lain, walau sebenarnya terdapat orang dewasa turut serta melakukannya. Dan banyak lagi kisah yang terjadi terkait Kasus- kasus Kriminalitas di lakukan oleh Anak di bawah umur.

Bapak Presiden dan Bapak Ketua DPR RI Yang Kami Muliakan

Melalui Forum ini, ijinkan kami untuk menyampaikan Petisi agar Pemerintah dan DPR RI mengkaji Ulang dan merevisi Pasal yang mengatur dalam UU Terhadap Anak yang melakukan perbuatan Kriminal  dan Sadar bahwa itu akan berdampak membahayakan, karena apa yang di lakukan anak- anak tersebut bukan lagi kenakalan Remaja, karena kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan menjadi Korban berikutnya. Maka melalui Petisi ini kami meminta Revisi Terhadap Pasal Anak yang melakukan Perbuatan Kriminalitas Luar Biasa dan bukan lagi Kategori Kenakalan Remaja tersebut, juga dikenakan Hukuman Seumur Hidup atau Hukuman Mati.

Semoga Kiranya Bapak Presiden dan Bapak Ketua DPR Republik Indonesia mau mendengar dan menindaklanjuti suara kami ini. 

Terima kasih, 

Semarang 22 Februari 2018

Rahmulyo Adiwibowo

Jln.Panda Tengah No 8 Palebon, Pedurungan, Kota Semarang.Jawa Tengah.



Hari ini: Rahmulyo mengandalkanmu

Rahmulyo Adiwibowo membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: PETISI REVISI UU TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA". Bergabunglah dengan Rahmulyo dan 33.603 pendukung lainnya hari ini.