Indonesia, Ratifikasi Perjanjian BBNJ Segera!

Masalahnya

Wilayah lautan di luar batas negara manapun, yaitu laut lepas, serta dasar laut internasional, sangat penting bagi manusia. Penelitian menunjukkan bahwa obat kanker maupun antibiotik baru yang bersumber dari alam terletak di sana.

Tidak hanya untuk kepentingan medis, laut juga merupakan pengatur iklim yang telah menyerap lebih dari 90% panas atmosfer sejak tahun 1970-an dan 30% emisi karbon dioksida. 

Saat ini, lautan kita terancam oleh perubahan iklim, polusi laut, dan eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan. Perjanjian Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Keanekaragaman Hayati Laut di Luar Yurisdiksi Nasional (Perjanjian BBNJ) dalam hal ini sangat penting untuk menyeimbangkan kepentingan umat manusia dalam memperoleh manfaat dan melindungi keanekaragaman hayati di laut lepas dan dasar laut internasional.

60 negara harus meratifikasi Perjanjian ini agar dapat menjadi hukum internasional pertama yang melindungi keanekaragaman hayati laut di luar yurisdiksi nasional.

Pemerintah Indonesia telah menandatangani Perjanjian tersebut pada tanggal 20 September 2023 dan sedang mengupayakan ratifikasinya. Namun prosesnya melambat setelah Konsultasi Nasional yang dilaksanakan pada 21 Juni 2024.  

Tandatangani petisi ini untuk ikut mendesak Pemerintah Indonesia agar melanjutkan proses ratifikasi Perjanjian BBNJ, yang akan:

  1. Membantu mencapai target 30x30: Ratifikasi Perjanjian ini akan membantu mewujudkan target melindungi setidaknya 30% lautan global pada tahun 2030 (30x30), yang disepakati oleh negara-negara pada bulan Desember 2022 di bawah Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal. Ekosistem laut yang sehat dan berketahanan lebih mampu menahan dampak perubahan iklim, maka Kawasan Konservasi Laut adalah salah satu alat aksi iklim berbasis alam yang paling efisien, serta memiliki berbagai manfaat mitigasi dan adaptasi bagi spesies dan ekosistem.
  2. Mengatasi masalah kesetaraan dan keadilan laut: Krisis iklim, ditambah dengan hilangnya keanekaragaman hayati, polusi, degradasi ekosistem, dan penurunan perikanan, telah menyebabkan ketidakadilan lingkungan dan sosial yang signifikan. Hal ini secara tidak proporsional berdampak pada populasi pesisir yang sangat bergantung pada laut yang sehat untuk mendapatkan makanan, penghidupan, dan kesejahteraan. Lautan tidak memiliki batas dan, mengingat keterhubungannya, apa yang terjadi di Laut Lepas juga berdampak pada perairan pesisir.
  3. Melaksanakan aksi iklim berbasis laut: Waktu hampir habis untuk mengekang hilangnya keanekaragaman hayati dan memburuknya krisis iklim. Banyaknya persilangan antara aksi laut dan iklim menunjukkan peluang besar bagi perlindungan laut untuk membantu mengatasi dampak krisis iklim.
  4. Mempromosikan kerjasama internasional: Indonesia dapat melanjutkan peran kepemimpinannya dalam memajukan perlindungan keanekaragaman hayati laut dan pengelolaan sumber daya regional, serta bekerja sama dengan komunitas global.

Kami berharap pemerintah untuk segera meratifikasi Perjanjian BBNJ dan melaksanakan sepenuhnya ketentuan-ketentuannya untuk menjamin hak-hak kami atas kondisi kehidupan yang layak di masa depan dan hak kami atas manfaat yang diberikan oleh keanekaragaman hayati di laut lepas dan dasar laut!

https://youtu.be/9F0jIhKK38A?si=2HA9p8kn1jP2cwZM

-------

The area of the ocean outside national boundaries, known as the high seas and the international seabed, hold a significant importance for humankind. Research indicates that the answer for cancer medication as well as novel nature-sourced antibiotics lies there.

Not exclusive to medical interest, our ocean is also a powerful climate regulator that has absorbed more than 90% of excess heat from the atmosphere since the 1970’s, and 30% of carbon dioxide emissions. 

At the moment, our ocean is threatened by climate change, marine pollution and overexploitation of marine resources. The Agreement on the Conservation and Sustainable Use of Marine Biological Diversity of Areas Beyond National Jurisdiction (BBNJ Agreement), in this regard, is crucial to balance the interest of humankind in reaping the benefits from the biodiversity of the high seas and international seabed with the interest of protecting it.

At least 60 countries must ratify this Agreement to allow it to enter into force and become the first groundbreaking international law protecting our marine biodiversity beyond national jurisdiction.

The Government of Indonesia signed the Agreement on September 20, 2023, and is working towards ratification. However, the process is slowing down after the National Consultation which was held on June 21st, 2024.  

Sign this petition to take part in urging the Government of Indonesia to continue the ratification process for the BBNJ Agreement, which will:

  1. Help deliver 30x30: Ratification of the Treaty will create a pathway to help realize the target to protect at least 30% of our ocean by 2030 (30x30), agreed by countries in December 2022 under the Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework. Healthy and resilient marine ecosystems are better able to withstand the impacts of climate change, making Marine Protected Areas one of the most efficient nature-based climate action tools, with multiple mitigation and adaptation benefits for species and ecosystems.
  2. Address equity and ocean justice issues: The climate crisis, coupled with biodiversity loss, pollution, ecosystem degradation, and fisheries declines, has led to significant environmental and social injustices. These disproportionately impact coastal populations that rely most heavily on a healthy ocean for food, livelihoods, and well-being. The ocean has no borders and, given its connectivity, what happens on the High Seas also impacts coastal waters.
  3. Deliver ocean climate action: Time is running out to curb rapid biodiversity loss and the worsening climate crisis. The many crossovers between ocean and climate action represent significant opportunities for ocean protection to help address the impacts of the climate crisis.
  4. Promote international cooperation: Indonesia can continue its leadership role in advancing marine biodiversity protection and resource management in the region, in collaboration with the global community.

We urge the government to ratify the BBNJ Agreement soon and fully implement its provisions to secure our rights of decent living conditions in the future and our rights to the benefits provided by the marine biodiversity in the high seas and international seabed!

https://youtu.be/9F0jIhKK38A?si=2HA9p8kn1jP2cwZM

avatar of the starter
30x30 IndonesiaPembuka Petisi
Kemenangan
Petisi ini membuat perubahan dengan 16.130 pendukung!

Masalahnya

Wilayah lautan di luar batas negara manapun, yaitu laut lepas, serta dasar laut internasional, sangat penting bagi manusia. Penelitian menunjukkan bahwa obat kanker maupun antibiotik baru yang bersumber dari alam terletak di sana.

Tidak hanya untuk kepentingan medis, laut juga merupakan pengatur iklim yang telah menyerap lebih dari 90% panas atmosfer sejak tahun 1970-an dan 30% emisi karbon dioksida. 

Saat ini, lautan kita terancam oleh perubahan iklim, polusi laut, dan eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan. Perjanjian Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Keanekaragaman Hayati Laut di Luar Yurisdiksi Nasional (Perjanjian BBNJ) dalam hal ini sangat penting untuk menyeimbangkan kepentingan umat manusia dalam memperoleh manfaat dan melindungi keanekaragaman hayati di laut lepas dan dasar laut internasional.

60 negara harus meratifikasi Perjanjian ini agar dapat menjadi hukum internasional pertama yang melindungi keanekaragaman hayati laut di luar yurisdiksi nasional.

Pemerintah Indonesia telah menandatangani Perjanjian tersebut pada tanggal 20 September 2023 dan sedang mengupayakan ratifikasinya. Namun prosesnya melambat setelah Konsultasi Nasional yang dilaksanakan pada 21 Juni 2024.  

Tandatangani petisi ini untuk ikut mendesak Pemerintah Indonesia agar melanjutkan proses ratifikasi Perjanjian BBNJ, yang akan:

  1. Membantu mencapai target 30x30: Ratifikasi Perjanjian ini akan membantu mewujudkan target melindungi setidaknya 30% lautan global pada tahun 2030 (30x30), yang disepakati oleh negara-negara pada bulan Desember 2022 di bawah Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal. Ekosistem laut yang sehat dan berketahanan lebih mampu menahan dampak perubahan iklim, maka Kawasan Konservasi Laut adalah salah satu alat aksi iklim berbasis alam yang paling efisien, serta memiliki berbagai manfaat mitigasi dan adaptasi bagi spesies dan ekosistem.
  2. Mengatasi masalah kesetaraan dan keadilan laut: Krisis iklim, ditambah dengan hilangnya keanekaragaman hayati, polusi, degradasi ekosistem, dan penurunan perikanan, telah menyebabkan ketidakadilan lingkungan dan sosial yang signifikan. Hal ini secara tidak proporsional berdampak pada populasi pesisir yang sangat bergantung pada laut yang sehat untuk mendapatkan makanan, penghidupan, dan kesejahteraan. Lautan tidak memiliki batas dan, mengingat keterhubungannya, apa yang terjadi di Laut Lepas juga berdampak pada perairan pesisir.
  3. Melaksanakan aksi iklim berbasis laut: Waktu hampir habis untuk mengekang hilangnya keanekaragaman hayati dan memburuknya krisis iklim. Banyaknya persilangan antara aksi laut dan iklim menunjukkan peluang besar bagi perlindungan laut untuk membantu mengatasi dampak krisis iklim.
  4. Mempromosikan kerjasama internasional: Indonesia dapat melanjutkan peran kepemimpinannya dalam memajukan perlindungan keanekaragaman hayati laut dan pengelolaan sumber daya regional, serta bekerja sama dengan komunitas global.

Kami berharap pemerintah untuk segera meratifikasi Perjanjian BBNJ dan melaksanakan sepenuhnya ketentuan-ketentuannya untuk menjamin hak-hak kami atas kondisi kehidupan yang layak di masa depan dan hak kami atas manfaat yang diberikan oleh keanekaragaman hayati di laut lepas dan dasar laut!

https://youtu.be/9F0jIhKK38A?si=2HA9p8kn1jP2cwZM

-------

The area of the ocean outside national boundaries, known as the high seas and the international seabed, hold a significant importance for humankind. Research indicates that the answer for cancer medication as well as novel nature-sourced antibiotics lies there.

Not exclusive to medical interest, our ocean is also a powerful climate regulator that has absorbed more than 90% of excess heat from the atmosphere since the 1970’s, and 30% of carbon dioxide emissions. 

At the moment, our ocean is threatened by climate change, marine pollution and overexploitation of marine resources. The Agreement on the Conservation and Sustainable Use of Marine Biological Diversity of Areas Beyond National Jurisdiction (BBNJ Agreement), in this regard, is crucial to balance the interest of humankind in reaping the benefits from the biodiversity of the high seas and international seabed with the interest of protecting it.

At least 60 countries must ratify this Agreement to allow it to enter into force and become the first groundbreaking international law protecting our marine biodiversity beyond national jurisdiction.

The Government of Indonesia signed the Agreement on September 20, 2023, and is working towards ratification. However, the process is slowing down after the National Consultation which was held on June 21st, 2024.  

Sign this petition to take part in urging the Government of Indonesia to continue the ratification process for the BBNJ Agreement, which will:

  1. Help deliver 30x30: Ratification of the Treaty will create a pathway to help realize the target to protect at least 30% of our ocean by 2030 (30x30), agreed by countries in December 2022 under the Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework. Healthy and resilient marine ecosystems are better able to withstand the impacts of climate change, making Marine Protected Areas one of the most efficient nature-based climate action tools, with multiple mitigation and adaptation benefits for species and ecosystems.
  2. Address equity and ocean justice issues: The climate crisis, coupled with biodiversity loss, pollution, ecosystem degradation, and fisheries declines, has led to significant environmental and social injustices. These disproportionately impact coastal populations that rely most heavily on a healthy ocean for food, livelihoods, and well-being. The ocean has no borders and, given its connectivity, what happens on the High Seas also impacts coastal waters.
  3. Deliver ocean climate action: Time is running out to curb rapid biodiversity loss and the worsening climate crisis. The many crossovers between ocean and climate action represent significant opportunities for ocean protection to help address the impacts of the climate crisis.
  4. Promote international cooperation: Indonesia can continue its leadership role in advancing marine biodiversity protection and resource management in the region, in collaboration with the global community.

We urge the government to ratify the BBNJ Agreement soon and fully implement its provisions to secure our rights of decent living conditions in the future and our rights to the benefits provided by the marine biodiversity in the high seas and international seabed!

https://youtu.be/9F0jIhKK38A?si=2HA9p8kn1jP2cwZM

avatar of the starter
30x30 IndonesiaPembuka Petisi
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 29 November 2024