Ibu Siti Nurbaya Bakar, Segera Larang Perdagangan Dan Pemeliharaan Monyet di Indonesia


Ibu Siti Nurbaya Bakar, Segera Larang Perdagangan Dan Pemeliharaan Monyet di Indonesia
Masalahnya
MENGAPA MENJADIKAN MONYET SEBAGAI PELIHARAAN ADALAH KESALAHAN?
Dear orang baik, tren memelihara monyet makin merebak akhir-akhir ini, jumlah totalnya tidak diketahui, tetapi dengan mudah kita bisa menemukan bayi-bayi monyet dijual di pasar hewan. Di alam liar, monyet dan kera hidup dalam kelompok sosial, tetapi kini sebagian besar dipelihara sebagai hewan peliharaan dan terisolasi dari spesies mereka yang lain. Ini adalah kondisi yang sama sekali tidak memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Primata sangat tidak cocok untuk hidup sebagai hewan peliharaan. Bahkan pemilik yang paling bermaksud baik biasanya tidak dapat bertemu kebutuhan mereka yang kompleks. Saat bayi kita mungkin beranggapan monyet lucu dan suka diemong. Namun monyet bisa cepat tumbuh menjadi kuat dan berpotensi agresif, mampu menyebabkan cedera yang signifikan bagi manusia.
Dr. Jane Goodall, ahli primata dan konservasionis terkemuka, telah bekerja dengan primata liar dan penangkaran selama beberapa dekade dan mengenal mereka lebih baik daripada siapa pun. Melansir Guardian (2016), Jane Goodall mengatakan:
“Setiap primata adalah hewan yang cantik dan cerdas, tetapi sangat kompleks dengan kebutuhan yang sangat spesifik. Mereka sama sekali tidak pantas berada di rumah kita sebagai hewan peliharaan.”
PENANGKAPAN DAN PERBURUAN
Monyet dari alam liar direnggut dari pelukan ibunya saat masih bayi (baru berumur beberapa hari) untuk dijual kepada manusia sebagai hewan peliharaan. Tak jarang, ibu bayi dibunuh dalam proses perburuan dan penangkapan monyet untuk diperdagangkan. Ini sangat kejam dan traumatis bagi si bayi.
STATUS KONSERVASI
The International Union for Conservation of Nature’s Red List of Threatened Species (The IUCN Red List) menetapkan status Vulnerable (rentan) pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), spesies yang banyak dipelihara di Indonesia. Perburuan dan penganiayaan yang berlebihan akibat interaksi negatif dengan manusia di seluruh wilayah jelajahnya patut dikhawatirkan. Populasi Macaca fascicularis diduga telah mengalami penurunan lebih dari 30% di seluruh habitat mereka dalam beberapa tahun terakhir. Ketidaktahuan dan kurangnya tindakan konservasi pada monyet ekor panjang yang disangka "berlimpah" akan terus berdampak pada statusnya di masa depan. The IUCN Red List memperkirakan akan terjadi pengurangan populasi setidaknya 30% selama 36-39 tahun ke depan.
BAHAYA KESEHATAN
Monyet dapat membawa parasit dan penyakit yang berbahaya bagi manusia dan sebaliknya: tertular dari manusia. Mereka mungkin terlihat dalam kesehatan yang baik, tetapi ketika mereka mau tidak mau menggigit atau mencakar manusia, ini mungkin berakhir dengan berbagai masalah kesehatan dan infeksi. Manusia dan monyet adalah sesama primata dan mamalia. Penyakit zoonosis sangat mungkin ditularkan saat interaksi dekat terjadi antara monyet dan manusia! Padahal di banyak kasus monyet yang dipelihara manusia dan dieksploitasi sebagai topeng monyet, yang kebanyakan terluka adalah anak-anak! Sudah banyak kasus monyet yang stres karena dikandang atau dijadikan topeng monyet menyerang manusia, banyak anak-anak yang jadi sasaran penyerangan karena mereka tidak tahu monyet adalah satwa liar.
MONYET PELIHARAAN HIDUP DI LINGKUNGAN YANG TIDAK TEPAT
Saat bayi, monyet menggemaskan dan manis, tetapi begitu mereka mencapai pubertas (sekitar usia 3 tahun), sikap mereka akan benar-benar berubah. Mereka akan menjadi tidak terduga, agresif, tidak terkendali, dan berbahaya, sering menggigit dan mencakar, bahkan kepada ‘pengasuh’ yang paling mereka sukai. Naluri liar mereka yang dikandangkan tidak bisa dihilangkan karena memang mereka satwa liar yang seharusnya hidup di alam liar!
Monyet juga memiliki memiliki kebutuhan nutrisi dan kebutuhan tempat hidup yang sangat spesifik sebagai satwa liar yag seharusnya hidup di hutan. Ketika dijadikan peliharaan manusia, banyak monyet kemudian menderita obesitas bahkan diabetes, yang juga sulit dan mahal untuk diobati, akibat pemberian makanan yang asal-asalan dan pembatasan ke perilaku alamiahnya untuk bergerak bebas menjelajah hutan.
Monyet dapat hidup hingga 20-40 tahun dan tidak akan jinak ketika beranjak dewasa. Saat manusia membeli mereka ketika bayi dan terlihat lucu, tentu insting dan hakkat mereka sebagai satwa liar tidak dipikirkan. Lalu muncul berbagai masalah ‘konflik’ dengan monyet eks-peliharaan yang dilepas sembarangan lalu meresahkan atau menyerang manusia, belum lagi banyak sekali kasus penelantaran monyet peliharaan terantai atau dikandang dalam kondisi mengenaskan.
1.428
Masalahnya
MENGAPA MENJADIKAN MONYET SEBAGAI PELIHARAAN ADALAH KESALAHAN?
Dear orang baik, tren memelihara monyet makin merebak akhir-akhir ini, jumlah totalnya tidak diketahui, tetapi dengan mudah kita bisa menemukan bayi-bayi monyet dijual di pasar hewan. Di alam liar, monyet dan kera hidup dalam kelompok sosial, tetapi kini sebagian besar dipelihara sebagai hewan peliharaan dan terisolasi dari spesies mereka yang lain. Ini adalah kondisi yang sama sekali tidak memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Primata sangat tidak cocok untuk hidup sebagai hewan peliharaan. Bahkan pemilik yang paling bermaksud baik biasanya tidak dapat bertemu kebutuhan mereka yang kompleks. Saat bayi kita mungkin beranggapan monyet lucu dan suka diemong. Namun monyet bisa cepat tumbuh menjadi kuat dan berpotensi agresif, mampu menyebabkan cedera yang signifikan bagi manusia.
Dr. Jane Goodall, ahli primata dan konservasionis terkemuka, telah bekerja dengan primata liar dan penangkaran selama beberapa dekade dan mengenal mereka lebih baik daripada siapa pun. Melansir Guardian (2016), Jane Goodall mengatakan:
“Setiap primata adalah hewan yang cantik dan cerdas, tetapi sangat kompleks dengan kebutuhan yang sangat spesifik. Mereka sama sekali tidak pantas berada di rumah kita sebagai hewan peliharaan.”
PENANGKAPAN DAN PERBURUAN
Monyet dari alam liar direnggut dari pelukan ibunya saat masih bayi (baru berumur beberapa hari) untuk dijual kepada manusia sebagai hewan peliharaan. Tak jarang, ibu bayi dibunuh dalam proses perburuan dan penangkapan monyet untuk diperdagangkan. Ini sangat kejam dan traumatis bagi si bayi.
STATUS KONSERVASI
The International Union for Conservation of Nature’s Red List of Threatened Species (The IUCN Red List) menetapkan status Vulnerable (rentan) pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), spesies yang banyak dipelihara di Indonesia. Perburuan dan penganiayaan yang berlebihan akibat interaksi negatif dengan manusia di seluruh wilayah jelajahnya patut dikhawatirkan. Populasi Macaca fascicularis diduga telah mengalami penurunan lebih dari 30% di seluruh habitat mereka dalam beberapa tahun terakhir. Ketidaktahuan dan kurangnya tindakan konservasi pada monyet ekor panjang yang disangka "berlimpah" akan terus berdampak pada statusnya di masa depan. The IUCN Red List memperkirakan akan terjadi pengurangan populasi setidaknya 30% selama 36-39 tahun ke depan.
BAHAYA KESEHATAN
Monyet dapat membawa parasit dan penyakit yang berbahaya bagi manusia dan sebaliknya: tertular dari manusia. Mereka mungkin terlihat dalam kesehatan yang baik, tetapi ketika mereka mau tidak mau menggigit atau mencakar manusia, ini mungkin berakhir dengan berbagai masalah kesehatan dan infeksi. Manusia dan monyet adalah sesama primata dan mamalia. Penyakit zoonosis sangat mungkin ditularkan saat interaksi dekat terjadi antara monyet dan manusia! Padahal di banyak kasus monyet yang dipelihara manusia dan dieksploitasi sebagai topeng monyet, yang kebanyakan terluka adalah anak-anak! Sudah banyak kasus monyet yang stres karena dikandang atau dijadikan topeng monyet menyerang manusia, banyak anak-anak yang jadi sasaran penyerangan karena mereka tidak tahu monyet adalah satwa liar.
MONYET PELIHARAAN HIDUP DI LINGKUNGAN YANG TIDAK TEPAT
Saat bayi, monyet menggemaskan dan manis, tetapi begitu mereka mencapai pubertas (sekitar usia 3 tahun), sikap mereka akan benar-benar berubah. Mereka akan menjadi tidak terduga, agresif, tidak terkendali, dan berbahaya, sering menggigit dan mencakar, bahkan kepada ‘pengasuh’ yang paling mereka sukai. Naluri liar mereka yang dikandangkan tidak bisa dihilangkan karena memang mereka satwa liar yang seharusnya hidup di alam liar!
Monyet juga memiliki memiliki kebutuhan nutrisi dan kebutuhan tempat hidup yang sangat spesifik sebagai satwa liar yag seharusnya hidup di hutan. Ketika dijadikan peliharaan manusia, banyak monyet kemudian menderita obesitas bahkan diabetes, yang juga sulit dan mahal untuk diobati, akibat pemberian makanan yang asal-asalan dan pembatasan ke perilaku alamiahnya untuk bergerak bebas menjelajah hutan.
Monyet dapat hidup hingga 20-40 tahun dan tidak akan jinak ketika beranjak dewasa. Saat manusia membeli mereka ketika bayi dan terlihat lucu, tentu insting dan hakkat mereka sebagai satwa liar tidak dipikirkan. Lalu muncul berbagai masalah ‘konflik’ dengan monyet eks-peliharaan yang dilepas sembarangan lalu meresahkan atau menyerang manusia, belum lagi banyak sekali kasus penelantaran monyet peliharaan terantai atau dikandang dalam kondisi mengenaskan.
1.428
Pengambil Keputusan

Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 19 Mei 2022