Hentikan Secara Total Program Makan Siang Gratis


Hentikan Secara Total Program Makan Siang Gratis
Masalahnya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyebabkan keracunan massal bagi sebagian besar anak-anak sekolah. Di media sosial, beberapa mulai mengubah kepanjangan MBG menjadi Makan Beracun Gratis. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), seperti ditulis tempo.co, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan September 2025, JPPI mengungkap fakta bahwa sedikitnya 5.360 anak di berbagai daerah mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Data ini menjadi perhatian bagi orang tua, guru, dan semua pihak yang peduli dengan kesehatan dan keselamatan anak-anak kita. Kejadian ini menyoroti perlunya perbaikan segera terhadap sistem yang ada, sehingga kita dapat memastikan program ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga lebih aman dan dapat dipercaya.
Kami mendorong pemerintah untuk melakukan menghentikan secara total Program Makan Siang Gratis. Program Makan Siang Gratis adalah program yang dihasilkan dari identifikasi yang keliru terhadap persoalan pangan. Program itu kemudian dipaksakan tanpa ada indikator yang jelas dan terukur. Kasus keracuanan adalah puncak dari gunung es dari program yang didasarkan kesalahan dalam mengidentifikasi persoalan pangan.
Program yang dihasilkan dari kesalahan identifikasi persoalan pangan itu kemudian dipaksakan dengan anggaran yang sangat besar.
Seperti ditulis detik.com, Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Selasa (23/9/2025). Salah satu prioritas terbesar APBN 2026 terletak pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp 335 triliun.
Dalam APBN 2026, alokasi anggaran untuk pendidikan menjadi Rp 757,8 triliun dari yang sebelumnya sekitar Rp 690 triliun. Namun, jumlah anggaran pendidikan disedot hingga Rp 223 triliun untuk program MBG.
Angka untuk MBG sangat jauh lebih banyak dari alokasi untuk program beasiswa anak-anak sekolah hingga kuliah yang hanya mencapai Rp 57,7 triliun. Anggaran yang disedot MBG juga jauh lebih tinggi dari alokasi untuk guru non-PNS, ASN daerah, dan dosen non-PNS yang hanya Rp 91,4 triliun.
Dengan dukungan Anda, sebagai pembayar pajak, kita bisa memastikan tidak ada uang pajak kita yang dihamburkan untuk membiayai program yang tidak jelas sejak dari identifikasi persoalannya dan indikator keberhasilannya.
Tandatangani petisi ini untuk meminta pemerintah menghentikan program makan siang gratis yang telah menghamburkan banyak uang pajak kita.

287
Masalahnya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyebabkan keracunan massal bagi sebagian besar anak-anak sekolah. Di media sosial, beberapa mulai mengubah kepanjangan MBG menjadi Makan Beracun Gratis. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), seperti ditulis tempo.co, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan September 2025, JPPI mengungkap fakta bahwa sedikitnya 5.360 anak di berbagai daerah mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Data ini menjadi perhatian bagi orang tua, guru, dan semua pihak yang peduli dengan kesehatan dan keselamatan anak-anak kita. Kejadian ini menyoroti perlunya perbaikan segera terhadap sistem yang ada, sehingga kita dapat memastikan program ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga lebih aman dan dapat dipercaya.
Kami mendorong pemerintah untuk melakukan menghentikan secara total Program Makan Siang Gratis. Program Makan Siang Gratis adalah program yang dihasilkan dari identifikasi yang keliru terhadap persoalan pangan. Program itu kemudian dipaksakan tanpa ada indikator yang jelas dan terukur. Kasus keracuanan adalah puncak dari gunung es dari program yang didasarkan kesalahan dalam mengidentifikasi persoalan pangan.
Program yang dihasilkan dari kesalahan identifikasi persoalan pangan itu kemudian dipaksakan dengan anggaran yang sangat besar.
Seperti ditulis detik.com, Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Selasa (23/9/2025). Salah satu prioritas terbesar APBN 2026 terletak pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp 335 triliun.
Dalam APBN 2026, alokasi anggaran untuk pendidikan menjadi Rp 757,8 triliun dari yang sebelumnya sekitar Rp 690 triliun. Namun, jumlah anggaran pendidikan disedot hingga Rp 223 triliun untuk program MBG.
Angka untuk MBG sangat jauh lebih banyak dari alokasi untuk program beasiswa anak-anak sekolah hingga kuliah yang hanya mencapai Rp 57,7 triliun. Anggaran yang disedot MBG juga jauh lebih tinggi dari alokasi untuk guru non-PNS, ASN daerah, dan dosen non-PNS yang hanya Rp 91,4 triliun.
Dengan dukungan Anda, sebagai pembayar pajak, kita bisa memastikan tidak ada uang pajak kita yang dihamburkan untuk membiayai program yang tidak jelas sejak dari identifikasi persoalannya dan indikator keberhasilannya.
Tandatangani petisi ini untuk meminta pemerintah menghentikan program makan siang gratis yang telah menghamburkan banyak uang pajak kita.

287
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 24 September 2025