Hentikan Praktik Guru Membuat Konten yang Melibatkan Murid


Hentikan Praktik Guru Membuat Konten yang Melibatkan Murid
Masalahnya
Saya adalah orang tua yang merasa terpukul saat melihat media sosial dipenuhi dengan konten yang seharusnya melindungi privasi anak-anak kita, tapi malah ekspos wajah dan kekurangan mereka. Setiap hari, konten-konten tersebut diunggah dan sebagian besar berasal dari akun guru. Suatu hari saya melihat seorang guru yang tega memvideokan muridnya yang belum bisa membaca sehingga belum bisa naik kelas, dan sayangnya itu dijadikan konten. Bayangkan betapa hancurnya karakter anak tersebut di masa depan bila ia melihat video tersebut karena dapat menyebabkan bullying atau rasa malu.
Kami ingin petisi ini menjadi suara bagi orang tua dan siswa yang merasa hak privasi mereka dilanggar oleh guru-guru yang membuat dan membagikan konten mereka tanpa izin tertulis yang diperlukan. Aturan yang ada tentang proteksi data pribadi harus berlaku untuk semua — termasuk anak-anak di sekolah.
Kedua, mengeksploitasi privasi anak untuk keperluan konten pribadi yang ujung-ujungnya monetisasi (uang) dan untuk mendulang popularitas (sebagai selebgram atau content creator) di jam kerja juga secara otomatis mencerminkan bahwa guru tersebut double job. Guru dibayar dari uang rakyat agar bekerja buat rakyat, bukan sibuk membuat konten pribadi di jam kerja. Bukankah mereka direkrut dan dibayar rutin oleh negara agar mereka berkomitmen dengan pekerjaannya? Oleh karena itu, kami meminta instansi yang berwenang untuk segera mengambil tindakan.
Mari kita bersama-sama melindungi anak-anak kita. Tanda tangani petisi ini jika Anda setuju bahwa hak dan privasi anak-anak harus dilindungi di lingkungan sekolah.
135
Masalahnya
Saya adalah orang tua yang merasa terpukul saat melihat media sosial dipenuhi dengan konten yang seharusnya melindungi privasi anak-anak kita, tapi malah ekspos wajah dan kekurangan mereka. Setiap hari, konten-konten tersebut diunggah dan sebagian besar berasal dari akun guru. Suatu hari saya melihat seorang guru yang tega memvideokan muridnya yang belum bisa membaca sehingga belum bisa naik kelas, dan sayangnya itu dijadikan konten. Bayangkan betapa hancurnya karakter anak tersebut di masa depan bila ia melihat video tersebut karena dapat menyebabkan bullying atau rasa malu.
Kami ingin petisi ini menjadi suara bagi orang tua dan siswa yang merasa hak privasi mereka dilanggar oleh guru-guru yang membuat dan membagikan konten mereka tanpa izin tertulis yang diperlukan. Aturan yang ada tentang proteksi data pribadi harus berlaku untuk semua — termasuk anak-anak di sekolah.
Kedua, mengeksploitasi privasi anak untuk keperluan konten pribadi yang ujung-ujungnya monetisasi (uang) dan untuk mendulang popularitas (sebagai selebgram atau content creator) di jam kerja juga secara otomatis mencerminkan bahwa guru tersebut double job. Guru dibayar dari uang rakyat agar bekerja buat rakyat, bukan sibuk membuat konten pribadi di jam kerja. Bukankah mereka direkrut dan dibayar rutin oleh negara agar mereka berkomitmen dengan pekerjaannya? Oleh karena itu, kami meminta instansi yang berwenang untuk segera mengambil tindakan.
Mari kita bersama-sama melindungi anak-anak kita. Tanda tangani petisi ini jika Anda setuju bahwa hak dan privasi anak-anak harus dilindungi di lingkungan sekolah.
135
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 8 Agustus 2024