Hentikan Politisasi dan Narasi Seksis terhadap Perempuan Janda dalam Kampanye Politik


Hentikan Politisasi dan Narasi Seksis terhadap Perempuan Janda dalam Kampanye Politik
Masalahnya
Kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta 2024
Hentikan Politisasi dan Narasi Seksis terhadap Perempuan Janda dalam Kampanye Politik
Kami, Serikat Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Daerah Khusus Jakarta, bersama dengan Federasi Serikat PEKKA Indonesia, merasa terluka dan direndahkan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ridwan Kamil dan Suswono dalam kampanye politik mereka. Pernyataan tersebut mempolitisasi dan melecehkan status perempuan janda yang mereka adalah perempuan kepala keluarga. Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, kami menilai bahwa isu ini bukan hanya soal ucapan, tetapi mencerminkan pandangan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan dalam politik dan kehidupan bermasyarakat.
Kampanye seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan visi dan misi serta komitmen memperjuangkan hak perempuan. Namun, menjadikan perempuan, khususnya janda, sebagai bahan politisasi dan candaan adalah tindakan tidak beretika. Hal ini tidak hanya merendahkan martabat perempuan, tetapi juga memperkuat stereotip negatif yang dapat berdampak luas terhadap persepsi publik.
Janda adalah perempuan bermartabat yang memikul tanggungjawab besar sebagai pemimpin keluarga yang berperan penting dalam masyarakat. Menggunakan status mereka sebagai alat kampanye menunjukkan kurangnya pemahaman tentang peran dan kontribusi mereka, serta mencerminkan cara pandang yang seksis, misoginis, dan diskriminatif.
Kami menyerukan kepada Ridwan Kamil dan Suswono, serta seluruh kandidat dalam Pilkada 2024 untuk:
- Mengakhiri politisasi perempuan, khususnya janda, dalam kampanye politik.
- Memastikan narasi kampanye menghormati martabat perempuan dan mendorong kesetaraan gender.
- Menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui program dan kebijakan yang adil dan inklusif.
Kami juga mengajak masyarakat, khususnya perempuan dan anak muda di Jakarta dan di semua daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2024, untuk lebih kritis dalam memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang menunjukkan penghormatan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki pandangan progresif, memahami perempuan sebagai pelaku perubahan, mengakui kontribusi besar perempuan untuk kemajuan bangsa, bukan obyek politisasi untuk berkuasa.
Mari bersama-sama menghentikan narasi seksis dalam politik dengan memilih pemimpin yang menjunjung nilai-nilai keadilan, kesetaraan dan penghormatan terhadap martabat perempuan.
Hormat Kami,
Jakarta, 23 November 2024
Atas nama Serikat Pekka Jakarta
Irma Widayani
Ketua Serikat Pekka Jakarta Timur
Mahdalena
Ketua Federasi Serikat Pekka Indonesia
Tentang Serikat Pekka
Serikat Perempuan Kepala Keluarga adalah organisasi berbasis komunitas yang beranggotakan perempuan kepala keluarga. Dengan visi untuk memperjuangkan martabat dan kedaulatan Pekka secara ekonomi, sosial, budaya dan politik, Serikat Pekka berkontribusi membangun tatanan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan gender. Melalui penguatan organisasi jaringan, penyadaran kritis dan peningkatan kapasitas, serta advokasi kebijakan dan perubahan sistem, Serikat Pekka memperkuat partisipasi, akses dan kontrol perempuan terhadap pemenuhan hak, serta penghidupan yang lebih adil dan inklusif. Hingga saat ini, Serikat Pekka berada di 103 kabupaten/kota di 27 Propinsi, menjangkau 90.707 perempuan kepala keluarga yang tersebar di 1.880 desa di 447 kecamatan.
1.187
Masalahnya
Kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta 2024
Hentikan Politisasi dan Narasi Seksis terhadap Perempuan Janda dalam Kampanye Politik
Kami, Serikat Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Daerah Khusus Jakarta, bersama dengan Federasi Serikat PEKKA Indonesia, merasa terluka dan direndahkan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ridwan Kamil dan Suswono dalam kampanye politik mereka. Pernyataan tersebut mempolitisasi dan melecehkan status perempuan janda yang mereka adalah perempuan kepala keluarga. Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, kami menilai bahwa isu ini bukan hanya soal ucapan, tetapi mencerminkan pandangan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan dalam politik dan kehidupan bermasyarakat.
Kampanye seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan visi dan misi serta komitmen memperjuangkan hak perempuan. Namun, menjadikan perempuan, khususnya janda, sebagai bahan politisasi dan candaan adalah tindakan tidak beretika. Hal ini tidak hanya merendahkan martabat perempuan, tetapi juga memperkuat stereotip negatif yang dapat berdampak luas terhadap persepsi publik.
Janda adalah perempuan bermartabat yang memikul tanggungjawab besar sebagai pemimpin keluarga yang berperan penting dalam masyarakat. Menggunakan status mereka sebagai alat kampanye menunjukkan kurangnya pemahaman tentang peran dan kontribusi mereka, serta mencerminkan cara pandang yang seksis, misoginis, dan diskriminatif.
Kami menyerukan kepada Ridwan Kamil dan Suswono, serta seluruh kandidat dalam Pilkada 2024 untuk:
- Mengakhiri politisasi perempuan, khususnya janda, dalam kampanye politik.
- Memastikan narasi kampanye menghormati martabat perempuan dan mendorong kesetaraan gender.
- Menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui program dan kebijakan yang adil dan inklusif.
Kami juga mengajak masyarakat, khususnya perempuan dan anak muda di Jakarta dan di semua daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2024, untuk lebih kritis dalam memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang menunjukkan penghormatan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki pandangan progresif, memahami perempuan sebagai pelaku perubahan, mengakui kontribusi besar perempuan untuk kemajuan bangsa, bukan obyek politisasi untuk berkuasa.
Mari bersama-sama menghentikan narasi seksis dalam politik dengan memilih pemimpin yang menjunjung nilai-nilai keadilan, kesetaraan dan penghormatan terhadap martabat perempuan.
Hormat Kami,
Jakarta, 23 November 2024
Atas nama Serikat Pekka Jakarta
Irma Widayani
Ketua Serikat Pekka Jakarta Timur
Mahdalena
Ketua Federasi Serikat Pekka Indonesia
Tentang Serikat Pekka
Serikat Perempuan Kepala Keluarga adalah organisasi berbasis komunitas yang beranggotakan perempuan kepala keluarga. Dengan visi untuk memperjuangkan martabat dan kedaulatan Pekka secara ekonomi, sosial, budaya dan politik, Serikat Pekka berkontribusi membangun tatanan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan gender. Melalui penguatan organisasi jaringan, penyadaran kritis dan peningkatan kapasitas, serta advokasi kebijakan dan perubahan sistem, Serikat Pekka memperkuat partisipasi, akses dan kontrol perempuan terhadap pemenuhan hak, serta penghidupan yang lebih adil dan inklusif. Hingga saat ini, Serikat Pekka berada di 103 kabupaten/kota di 27 Propinsi, menjangkau 90.707 perempuan kepala keluarga yang tersebar di 1.880 desa di 447 kecamatan.
1.187
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 22 November 2024