Hentikan Kesesatan: Tolak Pemahaman Takfiri LDII!


Hentikan Kesesatan: Tolak Pemahaman Takfiri LDII!
Masalahnya
Kepada Yth.
Pimpinan LDII,
Pimpinan MUI Pusat,
Bapak Presiden Republik Indonesia
Dan seluruh Masyarakat Umum,
Kami, yang menandatangani petisi ini, ingin menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap pemahaman dan praktik yang berkembang dalam organisasi masyarakat LDII yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya.
Latar Belakang
Umat Islam disebut sebagai umat terbaik ketika mereka menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah perbuatan mungkar. Namun, kami merasa bahwa dalam banyak kasus, pemahaman yang diajarkan di LDII justru membatasi pengetahuan dan memisahkan anggota dari umat Islam lainnya.
Fakta-Fakta yang Perlu Diketahui:
- Pembatasan Ilmu: Slogan "dadio gurune jagad" menipu, karena keilmuan yang diajarkan hanya terfokus pada satu pusat tanpa membebaskan anggota untuk menggali pengetahuan lebih luas.
- Keterbatasan Bahasa: Klaim "Murni QH" menjadi tidak berarti ketika mayoritas anggota tidak diajari bahasa Arab, sehingga sulit memahami makna yang sebenarnya.
- Doktrin Intoleransi: Ajakan bahwa "Islam tidak sah tanpa berjamaah" mengabaikan rukun Islam yang jelas dan menimbulkan penilaian yang salah terhadap sesama Muslim.
- Framing Negatif: Terdapat pandangan bahwa di luar LDII hanya ada kebodohan, padahal banyak Muslim di luar sana yang menjalani ajaran Islam dengan baik.
- Kondisi Tertutup: Anggota LDII dibatasi dari keilmuan dan pemikiran yang lebih luas, sehingga tidak mampu berpikir kritis.
Kisah Nyata
Sebuah kejadian memilukan terjadi ketika seorang anggota LDII tidak ikut mensholati jenazah seorang almarhum yang semasa hidupnya pernah aktif di LDII. Meskipun keluarga almarhum adalah anggota LDII, warga NU setempat yang mengurus jenazah tersebut. Ini menunjukkan adanya pemisahan dan sikap intoleran yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Ajakan untuk Bertindak!!!
Kami mengajak semua anggota LDII untuk TABAYYUN dan membuka diri terhadap pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Carilah informasi dari mantan anggota LDII yang memiliki keilmuan dan akhlaq yang baik.
Kami mendesak pimpinan LDII untuk:
Menghapus doktrin yang menyesatkan dan memecah belah umat.
Membuka ruang diskusi yang sehat dan inklusif.
Mengajarkan nilai-nilai Islam yang mendorong toleransi dan kerukunan.
Mari kita wujudkan umat Islam yang damai, harmonis, dan saling menghormati. Tandatangani petisi ini sebagai langkah awal menuju perubahan yang lebih baik!
Channel Youtube: youtube.com/@KawanHijrahLDII

299
Masalahnya
Kepada Yth.
Pimpinan LDII,
Pimpinan MUI Pusat,
Bapak Presiden Republik Indonesia
Dan seluruh Masyarakat Umum,
Kami, yang menandatangani petisi ini, ingin menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap pemahaman dan praktik yang berkembang dalam organisasi masyarakat LDII yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya.
Latar Belakang
Umat Islam disebut sebagai umat terbaik ketika mereka menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah perbuatan mungkar. Namun, kami merasa bahwa dalam banyak kasus, pemahaman yang diajarkan di LDII justru membatasi pengetahuan dan memisahkan anggota dari umat Islam lainnya.
Fakta-Fakta yang Perlu Diketahui:
- Pembatasan Ilmu: Slogan "dadio gurune jagad" menipu, karena keilmuan yang diajarkan hanya terfokus pada satu pusat tanpa membebaskan anggota untuk menggali pengetahuan lebih luas.
- Keterbatasan Bahasa: Klaim "Murni QH" menjadi tidak berarti ketika mayoritas anggota tidak diajari bahasa Arab, sehingga sulit memahami makna yang sebenarnya.
- Doktrin Intoleransi: Ajakan bahwa "Islam tidak sah tanpa berjamaah" mengabaikan rukun Islam yang jelas dan menimbulkan penilaian yang salah terhadap sesama Muslim.
- Framing Negatif: Terdapat pandangan bahwa di luar LDII hanya ada kebodohan, padahal banyak Muslim di luar sana yang menjalani ajaran Islam dengan baik.
- Kondisi Tertutup: Anggota LDII dibatasi dari keilmuan dan pemikiran yang lebih luas, sehingga tidak mampu berpikir kritis.
Kisah Nyata
Sebuah kejadian memilukan terjadi ketika seorang anggota LDII tidak ikut mensholati jenazah seorang almarhum yang semasa hidupnya pernah aktif di LDII. Meskipun keluarga almarhum adalah anggota LDII, warga NU setempat yang mengurus jenazah tersebut. Ini menunjukkan adanya pemisahan dan sikap intoleran yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Ajakan untuk Bertindak!!!
Kami mengajak semua anggota LDII untuk TABAYYUN dan membuka diri terhadap pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Carilah informasi dari mantan anggota LDII yang memiliki keilmuan dan akhlaq yang baik.
Kami mendesak pimpinan LDII untuk:
Menghapus doktrin yang menyesatkan dan memecah belah umat.
Membuka ruang diskusi yang sehat dan inklusif.
Mengajarkan nilai-nilai Islam yang mendorong toleransi dan kerukunan.
Mari kita wujudkan umat Islam yang damai, harmonis, dan saling menghormati. Tandatangani petisi ini sebagai langkah awal menuju perubahan yang lebih baik!
Channel Youtube: youtube.com/@KawanHijrahLDII

299
Suara Pendukung
Petisi dibuat pada 18 September 2024