

Hentikan kebijakan diskriminatif (Larangan Berjilbab) di Universitas Pertahanan
Masalahnya
Wafa, atau Asma Wafa Andina, adalah seorang calon mahasiswi yang memilih untuk mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi program S-1 Kedokteran Militer di Universitas Pertahanan (Unhan). Keputusan tersebut ia ambil karena ia diwajibkan untuk melepas hijab selama menjalani pendidikan di kampus militer tersebut
Kita perlu mengingat bahwa Universitas Pertahanan adalah simbol kebanggaan dan kedaulatan Indonesia. Institusi ini seharusnya menjadi pelopor dalam mendukung dan menghormati hak asasi setiap individu. Kebebasan beragama bukan hanya soal simbol, tetapi juga penghormatan atas pilihan pribadi yang melekat pada diri setiap orang.
Solusi yang kami ajukan adalah mencabut aturan pelarangan jilbab di lingkungan Universitas Pertahanan khususnya di Fakultas Kedokteran. Sebagai gantinya, mari kita ciptakan kebijakan yang lebih menghormati hak individu tanpa mengorbankan nilai akademik dan profesionalisme. Dengan solusi ini, kita dapat memastikan bahwa semua mahasiswa merasa dihormati dan didukung dalam perjalanan edukasi mereka tanpa mengesampingkan keyakinan pribadi.
Kami mengundang semua pihak, baik dari lingkungan Universitas Pertahanan maupun masyarakat luas, untuk mendukung kami dalam mengakhiri kebijakan diskriminatif ini. Dengan menandatangani petisi ini, Anda turut berjuang demi kebebasan beragama dan hak individu setiap mahasiswa di Universitas Pertahanan. Mohon dukungan Anda demi masa depan yang lebih inklusif dan menghormati hak asasi.
Tanda tangani petisi ini sekarang dan mari kita wujudkan perubahan nyata demi integritas pendidikan dan hak asasi manusia di Indonesia.

Kemenangan
Masalahnya
Wafa, atau Asma Wafa Andina, adalah seorang calon mahasiswi yang memilih untuk mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi program S-1 Kedokteran Militer di Universitas Pertahanan (Unhan). Keputusan tersebut ia ambil karena ia diwajibkan untuk melepas hijab selama menjalani pendidikan di kampus militer tersebut
Kita perlu mengingat bahwa Universitas Pertahanan adalah simbol kebanggaan dan kedaulatan Indonesia. Institusi ini seharusnya menjadi pelopor dalam mendukung dan menghormati hak asasi setiap individu. Kebebasan beragama bukan hanya soal simbol, tetapi juga penghormatan atas pilihan pribadi yang melekat pada diri setiap orang.
Solusi yang kami ajukan adalah mencabut aturan pelarangan jilbab di lingkungan Universitas Pertahanan khususnya di Fakultas Kedokteran. Sebagai gantinya, mari kita ciptakan kebijakan yang lebih menghormati hak individu tanpa mengorbankan nilai akademik dan profesionalisme. Dengan solusi ini, kita dapat memastikan bahwa semua mahasiswa merasa dihormati dan didukung dalam perjalanan edukasi mereka tanpa mengesampingkan keyakinan pribadi.
Kami mengundang semua pihak, baik dari lingkungan Universitas Pertahanan maupun masyarakat luas, untuk mendukung kami dalam mengakhiri kebijakan diskriminatif ini. Dengan menandatangani petisi ini, Anda turut berjuang demi kebebasan beragama dan hak individu setiap mahasiswa di Universitas Pertahanan. Mohon dukungan Anda demi masa depan yang lebih inklusif dan menghormati hak asasi.
Tanda tangani petisi ini sekarang dan mari kita wujudkan perubahan nyata demi integritas pendidikan dan hak asasi manusia di Indonesia.

Suara Pendukung
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 21 Agustus 2026