

Hentikan iuran kepada club, pelatih, dan atlit renang
Masalahnya
Sejak usia remaja, saya telah menyelami dunia renang dan belajar betapa pentingnya olahraga ini bagi perkembangan fisik dan mental. Namun belakangan ini, saya merasa prihatin dengan tingginya bebab iuran yang dibebankan kepada club, pelatih, atlit, dan juga wasit renang di seluruh Indonesia. Hal ini tidak hanya membebani finansial mereka, tetapi juga mengancam berkurangnya semangat dan gairah untuk berkiprah dalam dunia sport swimming yang kita cintai.
Tak sedikit dari kita yang menyaksikan bagaimana iuran yang diberlakukan justru menjadi penghalang bagi potensi besar anak muda yang seharusnya bisa diasah hingga mencapai prestasi nasional maupun internasional. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar dan berpotensi menjadi lumbung bibit atlet berprestasi. Namun, dengan adanya beban iuran yang tinggi, kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan berkompetisi menjadi terbatas, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Pemerintah harus bertindak bijaksana dalam menyusun kebijakan yang mendukung perkembangan atlet dan pembinaan olahraga di negeri ini. Saya mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga serta semua pihak terkait agar segera memberlakukan kebijakan yang akan meringankan beban iuran dan memastikan bahwa renang tetap menjadi olahraga yang inklusif bagi semua kalangan masyarakat.
Mari kita wujudkan ekosistem olahraga yang bebas dari tekanan finansial. Dengan mengurangi atau bahkan menghentikan kebijakan iuran kepada club, pelatih, atlit, dan wasit, kita bisa memfokuskan energi dan sumber daya untuk menghasilkan atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Saya mendorong Anda untuk menandatangani petisi ini dan bersama-sama kita suarakan perubahan demi masa depan olahraga renang yang lebih baik dan berkeadilan di Indonesia. Ayo bergabung dalam gerakan ini dan buat suara kita didengar!

225
Masalahnya
Sejak usia remaja, saya telah menyelami dunia renang dan belajar betapa pentingnya olahraga ini bagi perkembangan fisik dan mental. Namun belakangan ini, saya merasa prihatin dengan tingginya bebab iuran yang dibebankan kepada club, pelatih, atlit, dan juga wasit renang di seluruh Indonesia. Hal ini tidak hanya membebani finansial mereka, tetapi juga mengancam berkurangnya semangat dan gairah untuk berkiprah dalam dunia sport swimming yang kita cintai.
Tak sedikit dari kita yang menyaksikan bagaimana iuran yang diberlakukan justru menjadi penghalang bagi potensi besar anak muda yang seharusnya bisa diasah hingga mencapai prestasi nasional maupun internasional. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar dan berpotensi menjadi lumbung bibit atlet berprestasi. Namun, dengan adanya beban iuran yang tinggi, kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan berkompetisi menjadi terbatas, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Pemerintah harus bertindak bijaksana dalam menyusun kebijakan yang mendukung perkembangan atlet dan pembinaan olahraga di negeri ini. Saya mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga serta semua pihak terkait agar segera memberlakukan kebijakan yang akan meringankan beban iuran dan memastikan bahwa renang tetap menjadi olahraga yang inklusif bagi semua kalangan masyarakat.
Mari kita wujudkan ekosistem olahraga yang bebas dari tekanan finansial. Dengan mengurangi atau bahkan menghentikan kebijakan iuran kepada club, pelatih, atlit, dan wasit, kita bisa memfokuskan energi dan sumber daya untuk menghasilkan atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Saya mendorong Anda untuk menandatangani petisi ini dan bersama-sama kita suarakan perubahan demi masa depan olahraga renang yang lebih baik dan berkeadilan di Indonesia. Ayo bergabung dalam gerakan ini dan buat suara kita didengar!

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 21 Agustus 2026