Fore Coffee: Tunjukkan Kepedulianmu, Terbitkan Komitmen Bebas Sangkar!


Fore Coffee: Tunjukkan Kepedulianmu, Terbitkan Komitmen Bebas Sangkar!
Masalahnya
Fore Coffee menyebut diri mereka sebagai sebuah merek yang peduli terhadap sosial, bersikap inovatif, dan mementingkan kualitas serta pelanggan. Namun, apakah mereka juga peduli dengan penerapan kesejahteraan hewan dalam bisnis mereka? Fore Coffee belum bersikap transparan terhadap sumber telur yang mereka pakai dalam rantai pasoknya.
Fore Coffee pasti sadar dan paham jika kandang baterai merupakan salah satu sistem peternakan terburuk. Ayam-ayam petelur harus berdesakan dalam kandang sempit bersekat, dengan ruang gerak yang lebih kecil dari selembar kertas A4. Hal ini menyebabkan mereka tidak mampu mengekspresikan perilaku alaminya, dan menyebabkan ayam rentan mengalami stres tinggi, frustrasi, agresivitas, hingga risiko osteoporosis dan patah tulang.
Telur bebas sangkar (cage-free) telah menjadi standar global! Banyak perusahaan, seperti Yum! Brands, Ismaya Group, Monolog, Potato Head, Subway, dan lainnya, telah beralih meninggalkan sistem kandang baterai yang kuno dan bertransisi ke penggunaan telur bebas sangkar.
Fore Coffee menulis di website mereka: “Melalui fokus pada keberlangsungan dan etika bisnis, kami secara aktif berkontribusi terhadap perkembangan lingkungan dan menguatkan posisi kami sebagai brand dunia yang peduli terhadap sosial #FOREsponsible.” dan “Dengan membawa advokasi pada tanggung jawab sosial, kami menciptakan Fore Coffee sebagai brand yang mementingkan pelanggan.”
Peduli pada pelanggan berarti peduli terhadap produk yang disuguhkan dan dari mana bahan baku produk tersebut diperoleh. Sudah saatnya konsumen tahu dari mana Fore Coffee memperoleh telur yang mereka gunakan dalam rantai pasoknya.
Tanda tangani petisi ini dan minta Fore Coffee segera terbitkan komitmen bebas sangkar! Konsumen berhak mendapatkan produk dengan kualitas terbaik dan bebas dari penderitaan hewan. Dorong Fore Coffee jadi pelopor untuk coffee chain yang peduli pada kesejahteraan ayam petelur. #CagefreeFOREveryone

12.439
Masalahnya
Fore Coffee menyebut diri mereka sebagai sebuah merek yang peduli terhadap sosial, bersikap inovatif, dan mementingkan kualitas serta pelanggan. Namun, apakah mereka juga peduli dengan penerapan kesejahteraan hewan dalam bisnis mereka? Fore Coffee belum bersikap transparan terhadap sumber telur yang mereka pakai dalam rantai pasoknya.
Fore Coffee pasti sadar dan paham jika kandang baterai merupakan salah satu sistem peternakan terburuk. Ayam-ayam petelur harus berdesakan dalam kandang sempit bersekat, dengan ruang gerak yang lebih kecil dari selembar kertas A4. Hal ini menyebabkan mereka tidak mampu mengekspresikan perilaku alaminya, dan menyebabkan ayam rentan mengalami stres tinggi, frustrasi, agresivitas, hingga risiko osteoporosis dan patah tulang.
Telur bebas sangkar (cage-free) telah menjadi standar global! Banyak perusahaan, seperti Yum! Brands, Ismaya Group, Monolog, Potato Head, Subway, dan lainnya, telah beralih meninggalkan sistem kandang baterai yang kuno dan bertransisi ke penggunaan telur bebas sangkar.
Fore Coffee menulis di website mereka: “Melalui fokus pada keberlangsungan dan etika bisnis, kami secara aktif berkontribusi terhadap perkembangan lingkungan dan menguatkan posisi kami sebagai brand dunia yang peduli terhadap sosial #FOREsponsible.” dan “Dengan membawa advokasi pada tanggung jawab sosial, kami menciptakan Fore Coffee sebagai brand yang mementingkan pelanggan.”
Peduli pada pelanggan berarti peduli terhadap produk yang disuguhkan dan dari mana bahan baku produk tersebut diperoleh. Sudah saatnya konsumen tahu dari mana Fore Coffee memperoleh telur yang mereka gunakan dalam rantai pasoknya.
Tanda tangani petisi ini dan minta Fore Coffee segera terbitkan komitmen bebas sangkar! Konsumen berhak mendapatkan produk dengan kualitas terbaik dan bebas dari penderitaan hewan. Dorong Fore Coffee jadi pelopor untuk coffee chain yang peduli pada kesejahteraan ayam petelur. #CagefreeFOREveryone

12.439
Pengambil Keputusan
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 4 Agustus 2024