

Kamis, 2 April 2026 Tim Animal Friends Jogja mengadakan aksi tepat di depan gerai Fore Coffee di Seturan, Yogyakarta. Menggunakan media papan reklame raksasa sebagai simbol perwujudan fakta kelam yang tersembunyi di balik produk pastry Fore. Representasi kondisi ayam petelur yang saat ini masih terkurung dalam kandang baterai demi menyuplai bahan baku pastry.
Tim Animal Friends Jogja menggelar aksi ini dengan alasan yang kuat. Sejak tahun 2024, kami telah berupaya berkomunikasi dan mendorong Fore untuk mengambil langkah nyata memprioritaskan kesejahteraan ayam petelur. Namun sangat disayangkan, hingga saat ini, Fore belum juga mengeluarkan komitmen tertulis maupun tenggat waktu yang jelas untuk beralih ke telur bebas sangkar (cage-free) dalam seluruh rantai pasoknya.
Ayam seharusnya bisa melakukan perilaku alaminya dengan bebas seperti mengepakkan sayap, bertengger, mengais tanah, dan mandi debu. Ironisnya, dalam sistem kandang baterai yang berpotensi besar menjadi pasokan utama bahan baku pastry dari Fore Coffee. Mereka dipaksa hidup dalam ruang yang lebih sempit dari selembar kertas A4, seumur hidupnya.
Survei (1) global di 14 negara menunjukkan mayoritas masyarakat lebih memilih telur dari sistem bebas sangkar (cage-free) dan menganggap penting kesejahteraan hewan. Di Indonesia, tren ini juga semakin menguat. Data yang dikumpulkan Animal Friends Jogja, tercatat sebanyak 124 perusahaan lokal maupun global telah berkomitmen untuk menggunakan telur bebas sangkar (cage-free) dalam rantai pasok mereka, menunjukkan bahwa peralihan menuju praktik yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan semakin menjadi standar industri saat ini.
Dukungan masyarakat terus berdatangan, lebih dari 14.000 petisi sudah ditandatangani, mendesak perubahan dan komitmen dari Fore Coffee. Kami pastikan, kami akan terus bergerak, baik secara online maupun offline, sampai Fore Coffee benar-benar menunjukkan keberpihakan pada kesejahteraan ayam petelur sebagai jawaban atas desakan masyarakat.
1.https://www.frontiersin.org/journals/animal-science/articles/10.3389/fanim.2022.995430/full