Ekonomi Negara Hancur Akibat Digitalisasi Ekonomi Tanpa Aturan Yang Jelas, Selamatkan UMKM

Masalahnya

Kami masyarakat Indonesia yang peduli terhadap nasib para pelaku usaha kecil, pedagang pasar, dan toko-toko offline menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena yang saat ini sedang melanda bangsa, menurunnya omzet secara drastis pelaku usaha kecil akibat gempuran platform digital yang tidak terkontrol.

 

Pasar-pasar tradisional sepi, toko-toko tutup, ribuan pekerja kehilangan pekerjaan, dan daya beli masyarakat di tingkat bawah kian melemah. Semua ini terjadi bukan semata karena perubahan zaman, tetapi karena ketimpangan sistem perdagangan yang diciptakan oleh e-commerce dan media sosial berbalut toko online seperti TikTok Shop dan lainnya.

 

Fitur-fitur seperti COD (Cash on Delivery), voucher-voucher diskon sangat besar dan Gratis Ongkir yang disubsidi besar-besaran menciptakan persaingan tidak sehat. Pedagang offline tidak mungkin mampu menawarkan hal serupa. Akibatnya, pembeli beralih ke online, bukan karena produk lebih baik, tetapi karena sistem distribusinya tidak adil.

 

Kami tidak anti kemajuan digital. Namun, kami mendesak agar pemerintah hadir untuk mengatur dan mengoreksi sistem yang telah menciptakan ketimpangan ekonomi ini.

 

Kami menuntut:

 

Pembatasan atau penghapusan fasilitas COD, penghapusan voucher voucher dan gratis ongkir yang disubsidi oleh platform e-commerce, karena menciptakan kompetisi yang tidak adil bagi UMKM dan toko offline.

 

Regulasi harga minimum dan perlindungan terhadap barang-barang lokal dari gempuran produk impor murah tanpa kendali dan regulasi  produsen yang berjualan langsung pada konsumen dengan harga pabrik, apa kabar reseller dan distributor yang dibuat hancur.

 

Pemisahan tegas antara media sosial dan fungsi perdagangan elektronik, demi menjaga ekosistem digital tetap sehat dan tidak disalahgunakan untuk praktik predatory pricing.

 

Dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil dan pasar tradisional.

Negara harus berpihak pada rakyat kecil, bukan tunduk pada kekuatan modal global. Jika pemerintah terus diam, maka kehancuran UMKM bukan lagi ancaman, tapi kenyataan yang sudah terjadi hari ini.

avatar of the starter
Teti MustikaPembuka Petisi

22

Masalahnya

Kami masyarakat Indonesia yang peduli terhadap nasib para pelaku usaha kecil, pedagang pasar, dan toko-toko offline menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena yang saat ini sedang melanda bangsa, menurunnya omzet secara drastis pelaku usaha kecil akibat gempuran platform digital yang tidak terkontrol.

 

Pasar-pasar tradisional sepi, toko-toko tutup, ribuan pekerja kehilangan pekerjaan, dan daya beli masyarakat di tingkat bawah kian melemah. Semua ini terjadi bukan semata karena perubahan zaman, tetapi karena ketimpangan sistem perdagangan yang diciptakan oleh e-commerce dan media sosial berbalut toko online seperti TikTok Shop dan lainnya.

 

Fitur-fitur seperti COD (Cash on Delivery), voucher-voucher diskon sangat besar dan Gratis Ongkir yang disubsidi besar-besaran menciptakan persaingan tidak sehat. Pedagang offline tidak mungkin mampu menawarkan hal serupa. Akibatnya, pembeli beralih ke online, bukan karena produk lebih baik, tetapi karena sistem distribusinya tidak adil.

 

Kami tidak anti kemajuan digital. Namun, kami mendesak agar pemerintah hadir untuk mengatur dan mengoreksi sistem yang telah menciptakan ketimpangan ekonomi ini.

 

Kami menuntut:

 

Pembatasan atau penghapusan fasilitas COD, penghapusan voucher voucher dan gratis ongkir yang disubsidi oleh platform e-commerce, karena menciptakan kompetisi yang tidak adil bagi UMKM dan toko offline.

 

Regulasi harga minimum dan perlindungan terhadap barang-barang lokal dari gempuran produk impor murah tanpa kendali dan regulasi  produsen yang berjualan langsung pada konsumen dengan harga pabrik, apa kabar reseller dan distributor yang dibuat hancur.

 

Pemisahan tegas antara media sosial dan fungsi perdagangan elektronik, demi menjaga ekosistem digital tetap sehat dan tidak disalahgunakan untuk praktik predatory pricing.

 

Dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil dan pasar tradisional.

Negara harus berpihak pada rakyat kecil, bukan tunduk pada kekuatan modal global. Jika pemerintah terus diam, maka kehancuran UMKM bukan lagi ancaman, tapi kenyataan yang sudah terjadi hari ini.

avatar of the starter
Teti MustikaPembuka Petisi
Dukung sekarang

22


Pengambil Keputusan

Perkembangan terakhir petisi