

Dukungan Agar Kiai Miftah & Gus Yahya Tidak Mencalonkan diri & Menolak dicalonkan
Masalahnya
NU adalah organisasi para ulama. Ulama adalah penerus nabi. Sejak lahir, kiai/Nyai NU telah memberikan pengorbanan, mendidik umat, dan terus menjadi teladan dan inspirasi umat. NU menjadi inspirasi dan teladan bagi umat Islam Indonesia.
Namun, belakangan ini, para Kiai pada pengurus besar nahdlatul ulama mempertontonkan perilaku yang tak bisa kami teladani. Antar kiai berkonflik untuk mempertahankan dan berebut kuasa. Yang satu merasa benar sambil menuduh yang lain salah. Seperti antara yang haq dan bathil. Yang satu memecat dengan dalih yang dipecat telah melakukan pelanggaran peraturan. Satunya merasa pemecatan bertentangan dengan peraturan organisasi. Konflik ini dipertontonkan kepada publik luas. Perang opini dan pembunuhan karakter dilakukan. Peristiwa di munas-konbes kemaren di pesantren ploso salah satunya.
Konflik di PBNU ini bukan hanya membawa dampak negatif pada organisasi NU di tingkat pusat, tapi juga sampai ke bawah. Umat kehilangan panutan dan teladan.
Dulu, kiai-Kiai NU saling mengalah dalam perebutan kekuasaan. Kiai Bisri Syansuri dan Kiai Wahab Hasbullah menolak menjadi Rais Akbar karena ada KH Hasyim Asy'ari. Sepeninggal Kiai Hasyim, keduanya menolak, terlebih kiai lainnya. Saat Kiai Wahab Hasbullah akhirnya bersedia pun dengan konsesus Rais Akbar diganti dengan istilah Rais Aam,
Saat Kiai Wahab Hasbullah sakit sepuh, muktamirin sepakat menunjuk Kiai Bisyri Syansuri sebagai pengganti. Namun, beliau tetap menolak. Menurut Kiai Bisyri, selama masih ada Kiai Wahab, meski beliau sakit dan hanya bisa sare-an (rebahan) saja, beliau tidak akan bersedia mengganti. Sepeninggal Kiai Bisyri Syansuri setelah mengganti Kyai Wahab Hasbullah, para kiai sepuh berembuk memilih pengganti.
Saat Kiai As'ad Syamsul Arifin, Situbondo, ditunjuk untuk menjadi Rais Aam, ia juga menolak karena merasa belum pangkatnya. Bahkan, saat dipaksa para kiai, Kiai As'ad dengan tegas menyatakan "Meskipun malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksakan saya, saya pasti akan menolak! yang pantas itu Kyai Mahrus Ali, Lirboyo." Kiai Mahrus Ali pun bereaksi saat namanya disebut Kiai As'ad "Jangankan malaikat Jibril, kalaupun malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!" Akhirnya musyawarah ulama memutuskan memilih Kiai Ali Maksum yang saat itu tidak hadir.
Karena itu, kami warga NU dan umat Islam secara umum memohon kepada:
1. KH. Miftahul Akhyar selaku Rais Aam PBNU
2. KH. Said Asrori selaku Katib Aam PBNU
3. KH. Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum Tanfidzhiyah PBNU
4. KH. Saifullah Yusuf selaku sekretaris Jenderal PBNU
Untuk tidak mencalonkan diri, tidak bersedia dicalonkan, dan tidak ikut "cawe-cawe" yang dapat menghambat kesuksesan dan kekhidmatan muktamar NU ke 35. Tidak mencalonkan diri / tidak bersedia dicalonkan serta tidak ikut cawe-cawe yang dapat menghambat kesuksesan Muktamar adalah bentuk keteladanan yang semoga dapat kita saksikan bersama.
Semoga para Kiai semua dikenang sebagai pahlawan yang berakhir baik (husnul khatimah) dalam berkhidmah di PBNU.
Kami lelah dengan konflik itu. Beri kami kesejukan, kedamaian dan keteladanan.

1.677
Masalahnya
NU adalah organisasi para ulama. Ulama adalah penerus nabi. Sejak lahir, kiai/Nyai NU telah memberikan pengorbanan, mendidik umat, dan terus menjadi teladan dan inspirasi umat. NU menjadi inspirasi dan teladan bagi umat Islam Indonesia.
Namun, belakangan ini, para Kiai pada pengurus besar nahdlatul ulama mempertontonkan perilaku yang tak bisa kami teladani. Antar kiai berkonflik untuk mempertahankan dan berebut kuasa. Yang satu merasa benar sambil menuduh yang lain salah. Seperti antara yang haq dan bathil. Yang satu memecat dengan dalih yang dipecat telah melakukan pelanggaran peraturan. Satunya merasa pemecatan bertentangan dengan peraturan organisasi. Konflik ini dipertontonkan kepada publik luas. Perang opini dan pembunuhan karakter dilakukan. Peristiwa di munas-konbes kemaren di pesantren ploso salah satunya.
Konflik di PBNU ini bukan hanya membawa dampak negatif pada organisasi NU di tingkat pusat, tapi juga sampai ke bawah. Umat kehilangan panutan dan teladan.
Dulu, kiai-Kiai NU saling mengalah dalam perebutan kekuasaan. Kiai Bisri Syansuri dan Kiai Wahab Hasbullah menolak menjadi Rais Akbar karena ada KH Hasyim Asy'ari. Sepeninggal Kiai Hasyim, keduanya menolak, terlebih kiai lainnya. Saat Kiai Wahab Hasbullah akhirnya bersedia pun dengan konsesus Rais Akbar diganti dengan istilah Rais Aam,
Saat Kiai Wahab Hasbullah sakit sepuh, muktamirin sepakat menunjuk Kiai Bisyri Syansuri sebagai pengganti. Namun, beliau tetap menolak. Menurut Kiai Bisyri, selama masih ada Kiai Wahab, meski beliau sakit dan hanya bisa sare-an (rebahan) saja, beliau tidak akan bersedia mengganti. Sepeninggal Kiai Bisyri Syansuri setelah mengganti Kyai Wahab Hasbullah, para kiai sepuh berembuk memilih pengganti.
Saat Kiai As'ad Syamsul Arifin, Situbondo, ditunjuk untuk menjadi Rais Aam, ia juga menolak karena merasa belum pangkatnya. Bahkan, saat dipaksa para kiai, Kiai As'ad dengan tegas menyatakan "Meskipun malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksakan saya, saya pasti akan menolak! yang pantas itu Kyai Mahrus Ali, Lirboyo." Kiai Mahrus Ali pun bereaksi saat namanya disebut Kiai As'ad "Jangankan malaikat Jibril, kalaupun malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!" Akhirnya musyawarah ulama memutuskan memilih Kiai Ali Maksum yang saat itu tidak hadir.
Karena itu, kami warga NU dan umat Islam secara umum memohon kepada:
1. KH. Miftahul Akhyar selaku Rais Aam PBNU
2. KH. Said Asrori selaku Katib Aam PBNU
3. KH. Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum Tanfidzhiyah PBNU
4. KH. Saifullah Yusuf selaku sekretaris Jenderal PBNU
Untuk tidak mencalonkan diri, tidak bersedia dicalonkan, dan tidak ikut "cawe-cawe" yang dapat menghambat kesuksesan dan kekhidmatan muktamar NU ke 35. Tidak mencalonkan diri / tidak bersedia dicalonkan serta tidak ikut cawe-cawe yang dapat menghambat kesuksesan Muktamar adalah bentuk keteladanan yang semoga dapat kita saksikan bersama.
Semoga para Kiai semua dikenang sebagai pahlawan yang berakhir baik (husnul khatimah) dalam berkhidmah di PBNU.
Kami lelah dengan konflik itu. Beri kami kesejukan, kedamaian dan keteladanan.

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 4 Juli 2026