Dishub Jabar, Kembalikan Trans Metro Pasundan Kami ke Gading Tutuka!


Dishub Jabar, Kembalikan Trans Metro Pasundan Kami ke Gading Tutuka!
Masalahnya
Pada hari Kamis, 29 September 2022, warga Soreang (terutama Gading Tutuka dan sekitarnya) mendapat kabar gembira. Bus Trans Metro Pasundan (TMP) Koridor 1 rute Gading Tutuka—Leuwipanjang kembali melayani wilayah mereka setelah enam bulan dilarang naik turun penumpang oleh angkot.
Sayangnya, kurang dari 24 jam setelah diumumkan, kabar gembira itu pupus. Pada 30 September 2022, Bus TMP kembali dihentikan secara paksa oleh rombongan sopir angkot. Para sopir angkot tetap menginginkan bus TMP agar tidak melanjutkan perjalanan dan tidak berhenti di titik-titik pemberhentian Gading Tutuka.
Permasalahan Angkot dengan Trans Metro Pasundan
Trans Metro Pasundan (TMP) adalah layanan bus perkotaan di Bandung yang merupakan bagian dari program pembelian layanan (Buy The Service) dari Kementerian Perhubungan. Bandung sebagai salah satu wilayah yang menerima program ini membuka lima koridor, salah satunya Koridor 1 yang melayani Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung hingga Gading Tutuka, Soreang di Kabupaten Bandung. Koridor ini diresmikan operasionalnya pada 6 April 2022.
Kabar kurang mengenakkan datang dari koridor tersebut pada 13 April 2022, atau tepat sepekan setelah pembukaan layanan. Rombongan oknum sopir angkot trayek Soreang—Leuwipanjang mengadakan demonstrasi di Tugu Selamat Datang Kabupaten Bandung untuk menolak hadirnya layanan Trans Metro Pasundan Koridor 1 karena menganggap TMP menyebabkan mereka “kehilangan banyak penumpang”. Tidak sampai di situ, pada 22 April, oknum angkot mencegat bus di depan Hotel Soreang supaya tidak melanjutkan perjalanan. Sejak saat itu, TMP tidak lagi melayani empat pemberhentian di sekitar Gading Tutuka, yakni Plaza Pemkab Bandung, Pasar Ikan, RSUD Otto Iskandar Dinata, dan Samsat. Keempat pemberhentian itulah yang sempat dibuka kembali pada 29 September 2022, tetapi ditutup sehari kemudian karena lagi-lagi ditolak oleh angkot.
Tindakan ini sangat disayangkan dan dipertanyakan mengingat seluruh titik pemberhentian TMP di Soreang tidak berada di jalan yang dilalui oleh trayek angkot Soreang—Leuwipanjang. Trayek angkot dan TMP Koridor 1 juga tidak bersinggungan dan hanya bersilangan di Simpang Al-Fathu dan Simpang Gading Tutuka-Kopo. Hal ini berarti rute yang dilalui dan target penumpang TMP sebenarnya berbeda dengan angkot.
Tidak seperti angkot, bus Trans Metro Pasundan juga tidak berhenti di sembarang tempat dan hanya berhenti di titik yang ditentukan. Oleh karena itu, dengan rute yang berbeda, angkot seharusnya bisa dijadikan sebagai pengumpan (feeder) untuk mempermudah mobilisasi calon penumpang bus menuju titik pemberhentian. Hal ini tentunya dilakukan tanpa keluar trayek yang sudah ditentukan dan selama ini dilewati.
Kenapa TMP Harus Kembali?
Sebagai program bantuan dari pemerintah pusat, Trans Metro Pasundan menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan cepat bagi warga Soreang untuk bermobilitas ke pusat Kota Bandung. Tarif TMP jelas (bahkan hingga hari ini masih gratis), memiliki kepastian waktu (memiliki jadwal dan tidak ngetem), terbebas dari gangguan kenyamanan dan keamanan (copet, pengamen, pedagang asongan, dll.), memiliki fasilitas keamanan (sensor kecepatan, kamera pengawas, dll.), dan posisinya dapat diketahui secara real-time melalui aplikasi Teman Bus.
Warga Tidak Tinggal Diam
Sebenarnya, warga sekitar Soreang (Gading Tutuka dan sekitarnya) tidak tinggal diam. Beberapa warga Gading Tutuka yang merasa mobilitasnya dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung terbantu berkat hadirnya TMP menginisiasi petisi fisik. Petisi tersebut berisi tuntutan agar bus TMP bisa kembali melanjutkan perjalanan hingga ke Gading Tutuka.
Penandatanganan petisi oleh warga dimulai sejak tanggal 5 Oktober 2022 dan telah disampaikan ke DPRD Kabupaten Bandung pada tanggal 10 Oktober 2022. Namun hingga hari ini, belum ada tindakan lanjutan yang diambil oleh pihak pemerintah. Warga masih menunggu jadwal untuk sesi dengar pendapat dengan dewan.
Ke Mana Dishub Jabar?
TMP Koridor 1 dan angkot Soreang—Leuwipanjang memiliki satu kesamaan: keduanya adalah angkutan umum perkotaan lintas kabupaten/kota. Sebagai otoritas lebih tinggi, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memiliki kewenangan atas kedua angkutan, baik TMP ataupun angkot Soreang—Leuwipanjang.
Maka dari itu, Dishub Jabar memiliki kewajiban pula untuk menyelesaikan permasalahan antara TMP Koridor 1 dan angkot Soreang—Leuwipanjang di bawah kewenangan tersebut.
Kendati demikian, setelah 6 bulan berjalan, Dishub Jabar terkesan tidak acuh dan melakukan pembiaran: Di saat Trans Metro Pasundan harus terus mengalah dan dipotong rutenya, angkot Soreang-Leuwipanjang dibiarkan keluar trayek dan mengintervensi operasional TMP Koridor 1.
Melihat hal tersebut, maka kami dari Transport for Bandung mengajak Anda untuk turut mendukung dan menandatangani petisi ini agar warga Soreang (Gading Tutuka dan sekitarnya) bisa kembali terlayani oleh Trans Metro Pasundan. Adapun poin-poin tuntutan kami adalah sebagai berikut:
- Menuntut Dishub Jabar untuk segera menyelesaikan permasalahan antara TMP dan angkot di Soreang.
- Menuntut Dishub Jabar untuk segera membuka kembali halte-halte TMP yang tidak bisa menaik-turunkan penumpang di sepanjang Soreang-Gading Tutuka (Halte Plaza Pemkab Bandung, Pasar Ikan Modern, RSUD Oto Iskandardinata, dan Samsat Soreang).
- Menuntut Dishub Jabar untuk tidak membiarkan angkot Soreang—Leuwipanjang keluar trayek dan menindak tegas angkot-angkot yang keluar trayek dan mencegat bus TMP.

Masalahnya
Pada hari Kamis, 29 September 2022, warga Soreang (terutama Gading Tutuka dan sekitarnya) mendapat kabar gembira. Bus Trans Metro Pasundan (TMP) Koridor 1 rute Gading Tutuka—Leuwipanjang kembali melayani wilayah mereka setelah enam bulan dilarang naik turun penumpang oleh angkot.
Sayangnya, kurang dari 24 jam setelah diumumkan, kabar gembira itu pupus. Pada 30 September 2022, Bus TMP kembali dihentikan secara paksa oleh rombongan sopir angkot. Para sopir angkot tetap menginginkan bus TMP agar tidak melanjutkan perjalanan dan tidak berhenti di titik-titik pemberhentian Gading Tutuka.
Permasalahan Angkot dengan Trans Metro Pasundan
Trans Metro Pasundan (TMP) adalah layanan bus perkotaan di Bandung yang merupakan bagian dari program pembelian layanan (Buy The Service) dari Kementerian Perhubungan. Bandung sebagai salah satu wilayah yang menerima program ini membuka lima koridor, salah satunya Koridor 1 yang melayani Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung hingga Gading Tutuka, Soreang di Kabupaten Bandung. Koridor ini diresmikan operasionalnya pada 6 April 2022.
Kabar kurang mengenakkan datang dari koridor tersebut pada 13 April 2022, atau tepat sepekan setelah pembukaan layanan. Rombongan oknum sopir angkot trayek Soreang—Leuwipanjang mengadakan demonstrasi di Tugu Selamat Datang Kabupaten Bandung untuk menolak hadirnya layanan Trans Metro Pasundan Koridor 1 karena menganggap TMP menyebabkan mereka “kehilangan banyak penumpang”. Tidak sampai di situ, pada 22 April, oknum angkot mencegat bus di depan Hotel Soreang supaya tidak melanjutkan perjalanan. Sejak saat itu, TMP tidak lagi melayani empat pemberhentian di sekitar Gading Tutuka, yakni Plaza Pemkab Bandung, Pasar Ikan, RSUD Otto Iskandar Dinata, dan Samsat. Keempat pemberhentian itulah yang sempat dibuka kembali pada 29 September 2022, tetapi ditutup sehari kemudian karena lagi-lagi ditolak oleh angkot.
Tindakan ini sangat disayangkan dan dipertanyakan mengingat seluruh titik pemberhentian TMP di Soreang tidak berada di jalan yang dilalui oleh trayek angkot Soreang—Leuwipanjang. Trayek angkot dan TMP Koridor 1 juga tidak bersinggungan dan hanya bersilangan di Simpang Al-Fathu dan Simpang Gading Tutuka-Kopo. Hal ini berarti rute yang dilalui dan target penumpang TMP sebenarnya berbeda dengan angkot.
Tidak seperti angkot, bus Trans Metro Pasundan juga tidak berhenti di sembarang tempat dan hanya berhenti di titik yang ditentukan. Oleh karena itu, dengan rute yang berbeda, angkot seharusnya bisa dijadikan sebagai pengumpan (feeder) untuk mempermudah mobilisasi calon penumpang bus menuju titik pemberhentian. Hal ini tentunya dilakukan tanpa keluar trayek yang sudah ditentukan dan selama ini dilewati.
Kenapa TMP Harus Kembali?
Sebagai program bantuan dari pemerintah pusat, Trans Metro Pasundan menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan cepat bagi warga Soreang untuk bermobilitas ke pusat Kota Bandung. Tarif TMP jelas (bahkan hingga hari ini masih gratis), memiliki kepastian waktu (memiliki jadwal dan tidak ngetem), terbebas dari gangguan kenyamanan dan keamanan (copet, pengamen, pedagang asongan, dll.), memiliki fasilitas keamanan (sensor kecepatan, kamera pengawas, dll.), dan posisinya dapat diketahui secara real-time melalui aplikasi Teman Bus.
Warga Tidak Tinggal Diam
Sebenarnya, warga sekitar Soreang (Gading Tutuka dan sekitarnya) tidak tinggal diam. Beberapa warga Gading Tutuka yang merasa mobilitasnya dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung terbantu berkat hadirnya TMP menginisiasi petisi fisik. Petisi tersebut berisi tuntutan agar bus TMP bisa kembali melanjutkan perjalanan hingga ke Gading Tutuka.
Penandatanganan petisi oleh warga dimulai sejak tanggal 5 Oktober 2022 dan telah disampaikan ke DPRD Kabupaten Bandung pada tanggal 10 Oktober 2022. Namun hingga hari ini, belum ada tindakan lanjutan yang diambil oleh pihak pemerintah. Warga masih menunggu jadwal untuk sesi dengar pendapat dengan dewan.
Ke Mana Dishub Jabar?
TMP Koridor 1 dan angkot Soreang—Leuwipanjang memiliki satu kesamaan: keduanya adalah angkutan umum perkotaan lintas kabupaten/kota. Sebagai otoritas lebih tinggi, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memiliki kewenangan atas kedua angkutan, baik TMP ataupun angkot Soreang—Leuwipanjang.
Maka dari itu, Dishub Jabar memiliki kewajiban pula untuk menyelesaikan permasalahan antara TMP Koridor 1 dan angkot Soreang—Leuwipanjang di bawah kewenangan tersebut.
Kendati demikian, setelah 6 bulan berjalan, Dishub Jabar terkesan tidak acuh dan melakukan pembiaran: Di saat Trans Metro Pasundan harus terus mengalah dan dipotong rutenya, angkot Soreang-Leuwipanjang dibiarkan keluar trayek dan mengintervensi operasional TMP Koridor 1.
Melihat hal tersebut, maka kami dari Transport for Bandung mengajak Anda untuk turut mendukung dan menandatangani petisi ini agar warga Soreang (Gading Tutuka dan sekitarnya) bisa kembali terlayani oleh Trans Metro Pasundan. Adapun poin-poin tuntutan kami adalah sebagai berikut:
- Menuntut Dishub Jabar untuk segera menyelesaikan permasalahan antara TMP dan angkot di Soreang.
- Menuntut Dishub Jabar untuk segera membuka kembali halte-halte TMP yang tidak bisa menaik-turunkan penumpang di sepanjang Soreang-Gading Tutuka (Halte Plaza Pemkab Bandung, Pasar Ikan Modern, RSUD Oto Iskandardinata, dan Samsat Soreang).
- Menuntut Dishub Jabar untuk tidak membiarkan angkot Soreang—Leuwipanjang keluar trayek dan menindak tegas angkot-angkot yang keluar trayek dan mencegat bus TMP.

Kemenangan
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 15 Oktober 2022