Dirut BNI: Stop Danai Batu Bara, Alihkan Uang Kami dari Perusak Masa Depan! #GaPakeNanti

Dirut BNI: Stop Danai Batu Bara, Alihkan Uang Kami dari Perusak Masa Depan! #GaPakeNanti

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.
Dengan 10.000 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin direspon oleh pembuat keputusan!
Fossil Free Kampus Indonesia memulai petisi ini kepada Direktur Utama Bank Negara Indonesia dan

English Version

Kalian tau nggak kemana uang yang kita tabung itu dipakai? Uang yang kita tabung nggak cuma diam di bank, gaes. Tapi, diputar untuk mendanai berbagai industri. Sayangnya, beberapa bank di Indonesia menggunakan uang tabungan kita untuk mendanai industri energi kotor, yaitu batu bara!

Kalian tau kan, polusi batu bara berkontribusi terbesar dalam mempercepat krisis iklim? Dampak dari krisis iklim adalah semakin banyaknya bencana alam di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia. Dari banjir, tanah longsor, kekeringan, dan perubahan cuaca tak menentu. Bahkan menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 7 dari 10 bencana alam di Indonesia terkait dengan krisis iklim!

Menurut para peneliti dunia, jika industri batu bara terus dibiarkan beroperasi, maka dalam waktu kurang lebih 10 tahun berbagai bencana terkait krisis iklim akan semakin sering terjadi dan semakin merusak kehidupan di bumi. Bahkan berbagai upaya ekstrim pun sudah tidak dapat menghentikannya. Jadi, demi keselamatan masa depan kita, penggunaan energi dari batu bara harus segera dihentikan! Waktu kita nggak banyak!

Salah satu yang dapat signifikan menghentikan industri batu bara berhenti adalah dengan menghentikan sumber pendanaannya. Disinilah bank-bank di seluruh dunia berperan penting dalam menghentikan industri perusak alam tersebut. 

Kabar baiknya, sudah banyak bank-bank di dunia yang telah berkomitmen menghentikan pendanaan ke industri batu bara. Namun kabar buruknya, bank BUMN di Indonesia justru masih mendukung dengan mendanainya. Salah satunya BNI.

Dalam laporan lembaga Urgewald yang berbasis di Jerman, BNI terbukti sebagai salah satu dari enam bank di Indonesia yang masih memberikan pinjaman ke perusahaan batu bara. 

Nah keselnya, BNI kerjasama dengan 166 kampus di Indonesia. Supaya mahasiswanya menjadi nasabah untuk menyetor biaya pendidikan melalui BNI. 

Artinya, secara gak langsung kita juga ikut menyumbang kerusakan alam!

Padahal menurut laporan keberlanjutan BNI tahun 2020, mereka sudah berkomitmen mengurangi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) penyebab krisis iklim lho

Karena itu, kami mendesak Dirut BNI agar BNI segera berkomitmen menghentikan pendanaan ke perusahaan batu bara sekarang.  #GaPakeNanti! Dan akan lebih baik lagi jika BNI mengalihkan pendanaan mereka ke energi terbarukan.

Kami sebagai anak muda dan juga nasabah BNI ingin masa depan kami dan bumi tetap terjaga. Jika memang BNI ingin melayani negeri dan menjadi kebanggaan bangsa, berarti BNI akan mendengarkan suara dari rakyat dan nasabahnya.

Yuk, terus dukung petisi ini. Bersama-sama kita menciptakan sejarah!

Salam,

Fossil Free Kampus Indonesia
(Gabungan dari komunitas Fossil Free Universitas Indonesia
dan Fossil Free Universitas Gadjah Mada)

Foto: Fossil Free Universitas Indonesia aksi di depan Grha BNI, Jakarta.

Petisi ini didukung oleh beberapa organisasi mahasiswa,
antara lain:
BEM UI
Inde' Dou Institute
Climate Institute
BEM FMIPA UI
BEM FH UI
BEM IM FKM UI
BEM PPNS
Kepresma Usakti
BEM FIA UI
EM UB
BEM UNDIP
BEM PM Universitas Udayana
ICCI UGM
BEM Vokasi UI
BEM Biologi UGM
BEM FIB Undip
BEM FSM Undip
BEM FEB Undip
BEM FH Undip
BEM FPP Undip
BEM FPsi Undip
BEM FISIP Undip
BEM FPIK Undip
BEM FKM Undip
BEM FK Undip
IAAS LC Undip

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.
Dengan 10.000 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin direspon oleh pembuat keputusan!