Mise à jour sur la pétitionDirut BNI: Stop Danai Batu Bara, Alihkan Uang Kami dari Perusak Masa Depan! #GaPakeNantiAksi Anak Muda Agar BNI Peduli Iklim
Fossil Free Kampus Indonesia
24 avr. 2022

Pada akhir Februari IPCC (Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim), panel ilmiah yang terdiri dari para ilmuwan dari seluruh dunia mengeluarkan laporan terbaru terkait krisis iklim. Laporan ini menegaskan bahwa dampak krisis iklim sudah pada tahap “berbahaya” untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi.

Laporan tersebut juga menegaskan kita tidak punya banyak waktu lagi untuk dapat meredamnya, atau berbagai bencana krisis iklim tidak dapat dibalikkan lagi keadaannya. Kita masih punya waktu untuk bergerak dan bikin perubahan walaupun sudah sangat terbatas.

Pemimpin dunia, lembaga keuangan dan sektor swasta harus membuat perubahan fundamental.  Merespon laporan tersebut berbagai komunitas fossil free dan pendukung fossil free BNI membuat berbagai aksi untuk mengingatkan peran BNI sebagai perbankan agar berhenti mendanai energi fosil, dengarkan seruan ilmuwan dunia terkait krisis iklim dan dampaknya!  Mereka menuliskan pesan besar “STOP FUNDING CLIMATE CRISIS" didekat kantor pusat BNI, pesan agar BNI berhenti untuk mendanai terjadinya bencana krisis iklim seperti urgensi yang dijelaskan oleh IPCC.

Mereka juga mengumpulkan berbagai foto yang merekam berbagai dampak krisis iklim dan memamerkannya dengan berjalan kaki di sekitar kantor BNI di Jakarta. Tidak tertinggal lukisan penuh dengan pesan yang sama turut dipamerkan kepada khalayak umum. Aksi anak-anak muda itu mendapatkan 22 liputan media, baik cetak maupun elektronik.

Keesokan harinya, 28 Februari 2022, perwakilan anak muda yang membuat petisi menggelar konferensi pers. Narasumber dalam konferensi pers itu beragam, dari aktivis lingkungan (350.org dan Perkumpulan AEER), wartawan senior.  Ada 16 media, baik cetak maupun elektronik, yang memberitakan konferensi pers tersebut.

Berbagai aktivis iklim muda dari berbagai kota turut meneruskan seruan yang terjadi di Jakarta pada saat pertengahan Maret BNI melaksanakan agenda penting tahunan, yakni Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Setidaknya di enam kota terekam desakan yang diluncurkan di depan kantor BNI di kota tersebut;  Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Palembang dan tentunya kantor pusat BNI di Jakarta.

Di Jakarta lebih dari 70 aktivis muda yang melakukan aksi akhirnya menyerahkan petisi yang sudah kita tanda tangani ini. Sejauh ini hanya jawaban formal bahwa seruan kita seperti juga seruan ilmuwan di IPCC bahwa akan disampaikan ke pimpinan BNI. Kita akan terus bersuara hingga BNI mendengarkan bahwa mengatasi krisis iklim ini tidak bisa ditunda lagi. Aksi anak muda di berbagai kota tersebut mendapat lebih dari 15 liputan media (baik online maupun cetak) di Indonesia. 

Sekarang apakah BNI tetap menjadi bagian dari kelompok Climate Denial atau bagian dari perbankan yang menjadi solusi krisis iklim? Mari terus kita suarakan.

Soutenir maintenant
Signez cette pétition
Copier le lien
Facebook
WhatsApp
X
E-mail