Desak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mundur

Masalahnya

Bahlil Lahadalia di Bawah Sorotan Publik Sejak Februari 2025, Bahlil Lahadalia menjabat sebagai Menteri ESDM. Namun, kursinya langsung diterpa serangkaian isu besar.

Pertama, polemik gelar doktor di UI: waktu studi yang dinilai terlalu cepat, dugaan plagiarisme, hingga publikasi ilmiah yang dipertanyakan membuat UI menangguhkan kelulusannya dan melakukan audit akademik.

Kedua, kasus Raja Ampat: kebijakan pembangunan tambang dan industri di Papua Barat dinilai berpotensi merusak ekosistem laut Raja Ampat, salah satu ikon pariwisata dunia.

Ketiga, kisruh LPG 3 kg: praktik mafia pengoplosan, isi tabung yang tak penuh, harga di atas HET, dan distribusi yang sempat macet diperkirakan merugikan negara hingga Rp13 triliun per tahun.

Keempat, kasus impor BBM dan SPBU Shell/BP/Vivo: stok BBM non-subsidi sering kosong, izin impor tersendat, hingga opsi impor satu pintu lewat Pertamina yang memicu kritik soal monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Terakhir, viral foto minuman keras: beredar potret Bahlil duduk dengan botol whisky mahal senilai hampir Rp30 juta. Kasus ini memicu kritik etika pejabat, sementara kader Golkar melaporkan penyebar foto ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Berbagai isu ini menempatkan Bahlil di persimpangan sorotan: dari integritas akademik, keberlanjutan lingkungan, keadilan energi, regulasi pasar, hingga etika personal sebagai pejabat publik.

avatar of the starter
Rita MayangsariPembuka Petisi

2

Masalahnya

Bahlil Lahadalia di Bawah Sorotan Publik Sejak Februari 2025, Bahlil Lahadalia menjabat sebagai Menteri ESDM. Namun, kursinya langsung diterpa serangkaian isu besar.

Pertama, polemik gelar doktor di UI: waktu studi yang dinilai terlalu cepat, dugaan plagiarisme, hingga publikasi ilmiah yang dipertanyakan membuat UI menangguhkan kelulusannya dan melakukan audit akademik.

Kedua, kasus Raja Ampat: kebijakan pembangunan tambang dan industri di Papua Barat dinilai berpotensi merusak ekosistem laut Raja Ampat, salah satu ikon pariwisata dunia.

Ketiga, kisruh LPG 3 kg: praktik mafia pengoplosan, isi tabung yang tak penuh, harga di atas HET, dan distribusi yang sempat macet diperkirakan merugikan negara hingga Rp13 triliun per tahun.

Keempat, kasus impor BBM dan SPBU Shell/BP/Vivo: stok BBM non-subsidi sering kosong, izin impor tersendat, hingga opsi impor satu pintu lewat Pertamina yang memicu kritik soal monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Terakhir, viral foto minuman keras: beredar potret Bahlil duduk dengan botol whisky mahal senilai hampir Rp30 juta. Kasus ini memicu kritik etika pejabat, sementara kader Golkar melaporkan penyebar foto ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Berbagai isu ini menempatkan Bahlil di persimpangan sorotan: dari integritas akademik, keberlanjutan lingkungan, keadilan energi, regulasi pasar, hingga etika personal sebagai pejabat publik.

avatar of the starter
Rita MayangsariPembuka Petisi
Dukung sekarang

2


Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 2 Oktober 2025