Dari kelas 11 untuk pihak sekolah terkait pelaksanaan SSG
Dari kelas 11 untuk pihak sekolah terkait pelaksanaan SSG
Masalahnya
Kami, segenap warga kelas 11 SMA IT Darul Quran kembali mendapat arahan untuk menjalani SSG, yakni program “Penguatan Karakter” yang diampu oleh ponpes Daruut Tauhiid. Yang mana, di KELAS 10 KAMI SUDAH MENJALANI PROGRAM TERSEBUT. Kami ingat betul kala sosialisasi SSG di kelas 10, ada ustadzah yang berucap JIKALAU TIAP ANGKATAN HANYA MERASAKAN SSG 1X. Secara mudahnya, SSG HANYA DILAKSANAKAN SETIAP 2 TAHUN SEKALI.
Namun apakah itu hanya sebuah “JANJI PALSU?” Karena nyatanya kami masih diperintahkan, bahkan dipaksa untuk mengikuti kembali kegiatan ini. Dan setelah kami beserta para orangtua (yang notabene lebih berhak atas hidup kami) menolak keras-keras, apakah ustadzah TETAP TIDAK BERNIAT MEMPERTIMBANGKAN? Kami ingin pihak sekolah kami, lembaga otoritas wadah ilmu kami, untuk melaksanakan janji yang pernah diucapkan sebelumnya, memperhatikan lagi kesetujuan dan mengedepankan musyawarah bersama para orang tua dan santri.
Karena kami rasa, ustadzah sekalian menganggap kami setuju untuk melaksanakan SSG saat sosialisasi pertama, padahal nyatanya saat sosialisasi di masjid tidak satupun dari kami setuju dengan program ini. Secara tidak langsung ustadzah sekalian tidak mengindahkan keluh kesah kami atau mengajak kami berbincang terkait SSG kedua yang bukan jatah kami.
Adilkah jika hanya angkatan kami yang menjalani program ssg kedua kalinya sedang angkatan lain, bahkan masing-masing angkatan di Darut Tauhiid sendiri hanya menjalaninya 1x dalam jenjang waktu 3 tahun sekolahnya? Apakah ini sebuah kurikulum baru? Jika iya, keadilan dan kepercayaan mana yang harus kami percaya dalam sebuah kurikulum ini jika tidak menepati janji?
Menilik SSG yang sudah kami rasakan levelnya tidak sesuai karena fasilitas dan keadaan yang tidak dipersiapkan dengan baik yang berarti SEHARUSNYA SUDAH SETARA DENGAN LEVEL DI ATASNYA, MAKA KAMI TAK PERLU MENGIKUTI KEGIATAN INI LAGI. Meskipun dikatakan SSG kali ini lebih baik, namun ucapan ustadzah jika kami hanya ikut sekali adalah sebuah janji dan JANJI TETAPLAH JANJI, oleh karena itu, kami BERHAK TIDAK MENYUTUJUI SSG KALI INI ATAS JANJI TERSEBUT. Belum lagi sewaktu sosialisasi di kelas 10 kami juga mendapat kecaman apabila kami tidak mengikuti SSG kami tidak akan mendapat sertifikat latihan kepemimpinan yang mana akan berpengaruh pada pendaftaran organisasi. TAPI SAMPAI SEKARANG SERTIFIKAT ITU HANYALAH OMONGAN GAIB TANPA FISIK YANG MENAKUT-NAKUTI KARIER MASA DEPAN DEPAN KAMI DI HARI ITU.
Sungguh kami hanya berharap hak kami tidak dihilangkan, suara kami didengar dan dipertimbangkan. Karena di akhir kelas 11 ini, SSG BUKANLAH URGENSI UNTUK DIJALANKAN terlebih kami sudah menjalaninya. Jika guru sekalian berkenan mengedepankan simpati maka lebih baik waktu 3 hari itu digunakan untuk memaksimalkan kegiatan kami dalam pembelajaran.
Maka di bawah ini kami ajukan petisi sebagai bentuk nyata kecewa kami dan tidak persetujuan kami terhadap SSG 2026. Kami minta guru sekalian ingat jika kita hidup di bawah NAUNGAN PEMERINTAHAN DEMOKRASI YANG MEMBERI RUANG BEBAS UNTUK MENYAMPAIKAN ASPIRASI. DAN ASPIRASI YANG DIDENGAR SERTA DIPERTIMBANGKAN DENGAN BAIK ADALAH FONDASI UNTUK MENCIPTA HARMONI.
Sekali lagi, kami hanya menuntut hak yang telah ustadzah ucapkan dan sampaikan pada kami. Kami harap, kami bisa didengarkan oleh pihak sekolah atas penyampaian bentuk tulisan ini.
Semoga Allah lapangkan hati kita semua. Aamiin.
Dari kami,
kelas 11 TA 2025/2026.

181
Masalahnya
Kami, segenap warga kelas 11 SMA IT Darul Quran kembali mendapat arahan untuk menjalani SSG, yakni program “Penguatan Karakter” yang diampu oleh ponpes Daruut Tauhiid. Yang mana, di KELAS 10 KAMI SUDAH MENJALANI PROGRAM TERSEBUT. Kami ingat betul kala sosialisasi SSG di kelas 10, ada ustadzah yang berucap JIKALAU TIAP ANGKATAN HANYA MERASAKAN SSG 1X. Secara mudahnya, SSG HANYA DILAKSANAKAN SETIAP 2 TAHUN SEKALI.
Namun apakah itu hanya sebuah “JANJI PALSU?” Karena nyatanya kami masih diperintahkan, bahkan dipaksa untuk mengikuti kembali kegiatan ini. Dan setelah kami beserta para orangtua (yang notabene lebih berhak atas hidup kami) menolak keras-keras, apakah ustadzah TETAP TIDAK BERNIAT MEMPERTIMBANGKAN? Kami ingin pihak sekolah kami, lembaga otoritas wadah ilmu kami, untuk melaksanakan janji yang pernah diucapkan sebelumnya, memperhatikan lagi kesetujuan dan mengedepankan musyawarah bersama para orang tua dan santri.
Karena kami rasa, ustadzah sekalian menganggap kami setuju untuk melaksanakan SSG saat sosialisasi pertama, padahal nyatanya saat sosialisasi di masjid tidak satupun dari kami setuju dengan program ini. Secara tidak langsung ustadzah sekalian tidak mengindahkan keluh kesah kami atau mengajak kami berbincang terkait SSG kedua yang bukan jatah kami.
Adilkah jika hanya angkatan kami yang menjalani program ssg kedua kalinya sedang angkatan lain, bahkan masing-masing angkatan di Darut Tauhiid sendiri hanya menjalaninya 1x dalam jenjang waktu 3 tahun sekolahnya? Apakah ini sebuah kurikulum baru? Jika iya, keadilan dan kepercayaan mana yang harus kami percaya dalam sebuah kurikulum ini jika tidak menepati janji?
Menilik SSG yang sudah kami rasakan levelnya tidak sesuai karena fasilitas dan keadaan yang tidak dipersiapkan dengan baik yang berarti SEHARUSNYA SUDAH SETARA DENGAN LEVEL DI ATASNYA, MAKA KAMI TAK PERLU MENGIKUTI KEGIATAN INI LAGI. Meskipun dikatakan SSG kali ini lebih baik, namun ucapan ustadzah jika kami hanya ikut sekali adalah sebuah janji dan JANJI TETAPLAH JANJI, oleh karena itu, kami BERHAK TIDAK MENYUTUJUI SSG KALI INI ATAS JANJI TERSEBUT. Belum lagi sewaktu sosialisasi di kelas 10 kami juga mendapat kecaman apabila kami tidak mengikuti SSG kami tidak akan mendapat sertifikat latihan kepemimpinan yang mana akan berpengaruh pada pendaftaran organisasi. TAPI SAMPAI SEKARANG SERTIFIKAT ITU HANYALAH OMONGAN GAIB TANPA FISIK YANG MENAKUT-NAKUTI KARIER MASA DEPAN DEPAN KAMI DI HARI ITU.
Sungguh kami hanya berharap hak kami tidak dihilangkan, suara kami didengar dan dipertimbangkan. Karena di akhir kelas 11 ini, SSG BUKANLAH URGENSI UNTUK DIJALANKAN terlebih kami sudah menjalaninya. Jika guru sekalian berkenan mengedepankan simpati maka lebih baik waktu 3 hari itu digunakan untuk memaksimalkan kegiatan kami dalam pembelajaran.
Maka di bawah ini kami ajukan petisi sebagai bentuk nyata kecewa kami dan tidak persetujuan kami terhadap SSG 2026. Kami minta guru sekalian ingat jika kita hidup di bawah NAUNGAN PEMERINTAHAN DEMOKRASI YANG MEMBERI RUANG BEBAS UNTUK MENYAMPAIKAN ASPIRASI. DAN ASPIRASI YANG DIDENGAR SERTA DIPERTIMBANGKAN DENGAN BAIK ADALAH FONDASI UNTUK MENCIPTA HARMONI.
Sekali lagi, kami hanya menuntut hak yang telah ustadzah ucapkan dan sampaikan pada kami. Kami harap, kami bisa didengarkan oleh pihak sekolah atas penyampaian bentuk tulisan ini.
Semoga Allah lapangkan hati kita semua. Aamiin.
Dari kami,
kelas 11 TA 2025/2026.

181
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 3 April 2026