Case Closed (Sudah Selesai): Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden!

Masalahnya

Case Closed: Persoalan sudah selesai, beliau sudah mengundurkan diri.

"Saya sampaikan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah menandatangani dan bersumbangsih dalam menjadi promotor. Saya sangat berterima kasih dan menghargai rekan-rekan."

 

Gus Miftah, salah satu Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, memperolok seorang penjual es teh dengan kata yang sama sekali tidak pantas, "goblok". Itu terjadi saat acara Magelang Bersalawat pada 20 November 2024.  

“Es tehmu jik okeh ra? Masih? Yo kono didol goblok." Gus Miftah merundung Bapak Sunhaji tersebut di tengah ruang publik. 

Gus Miftah sudah meminta maaf kepada Pak Sunhaji pada 4 Desember 2024 dengan menyambangi langsung rumah Bapak penjual es tersebut.  Itu pun sudah lewat beberapa hari dari kejadian dan karena viral memperoleh kecaman dari warga Indonesia. Presiden Prabowo melalui Sekretaris Kabinet sudah memberikan teguran. Ya, hanya teguran, bukan pencopotan jabatan. 

Apakah adanya permintaan maaf dari Gus Miftah lantas permasalahan dianggap selesai? Selesai secara habluminannas dengan Pak Sunhaji. Tetapi, tidak secara tanggung jawab etika profesional sebagai figur role model untuk rakyat Indonesia. 

Secara etika profesional, Gus Miftah sudah seharusnya mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada bangsa Indonesia.  

Setiap orang yang berada di barisan Pemerintahan wajib secara etika dan moral untuk senantiasa menjaga tutur kata serta tindak-tanduk agar menjadi teladan yang baik bagi generasi Indonesia.  

Boleh berilmu. Tetapi, jangan lupakan adab!

Jangan menormalisasi dengan seolah-olah:

"Oh, gaya dakwah Gus Miftah memang seperti itu."

"Oh, saya memang suka becanda seperti itu."

Itu namanya egois dan tidak pandai menempatkan diri.

Pak Presiden, apakah akan terus membiarkan rakyat menjadi semakin tidak percaya dan apatis terhadap fungsi dan tujuan adanya "Utusan Khusus Presiden"?

Pak Presiden, apakah yakin akan menghabiskan waktu untuk memperbaiki citra pemerintah di mata rakyat hanya karena ketakaburan 1 orang Utusan Khusus Presiden? 

Pak Presiden, tolong berikan sanksi tegas dan konkret pada setiap pelanggaran dari orang-orang yang ada di barisan sebagai contoh bagi yang lainnya agar mawas diri dan pandai beradab di depan atau belakang Rakyat! 

Kita akan menyongsong Indonesia Emas, 'kan? Apa jadinya jika role model yang ada di lingkaran Bapak seperti itu?

avatar of the starter
Ade PrasetioPembuka Petisi

9.734

Masalahnya

Case Closed: Persoalan sudah selesai, beliau sudah mengundurkan diri.

"Saya sampaikan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah menandatangani dan bersumbangsih dalam menjadi promotor. Saya sangat berterima kasih dan menghargai rekan-rekan."

 

Gus Miftah, salah satu Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, memperolok seorang penjual es teh dengan kata yang sama sekali tidak pantas, "goblok". Itu terjadi saat acara Magelang Bersalawat pada 20 November 2024.  

“Es tehmu jik okeh ra? Masih? Yo kono didol goblok." Gus Miftah merundung Bapak Sunhaji tersebut di tengah ruang publik. 

Gus Miftah sudah meminta maaf kepada Pak Sunhaji pada 4 Desember 2024 dengan menyambangi langsung rumah Bapak penjual es tersebut.  Itu pun sudah lewat beberapa hari dari kejadian dan karena viral memperoleh kecaman dari warga Indonesia. Presiden Prabowo melalui Sekretaris Kabinet sudah memberikan teguran. Ya, hanya teguran, bukan pencopotan jabatan. 

Apakah adanya permintaan maaf dari Gus Miftah lantas permasalahan dianggap selesai? Selesai secara habluminannas dengan Pak Sunhaji. Tetapi, tidak secara tanggung jawab etika profesional sebagai figur role model untuk rakyat Indonesia. 

Secara etika profesional, Gus Miftah sudah seharusnya mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada bangsa Indonesia.  

Setiap orang yang berada di barisan Pemerintahan wajib secara etika dan moral untuk senantiasa menjaga tutur kata serta tindak-tanduk agar menjadi teladan yang baik bagi generasi Indonesia.  

Boleh berilmu. Tetapi, jangan lupakan adab!

Jangan menormalisasi dengan seolah-olah:

"Oh, gaya dakwah Gus Miftah memang seperti itu."

"Oh, saya memang suka becanda seperti itu."

Itu namanya egois dan tidak pandai menempatkan diri.

Pak Presiden, apakah akan terus membiarkan rakyat menjadi semakin tidak percaya dan apatis terhadap fungsi dan tujuan adanya "Utusan Khusus Presiden"?

Pak Presiden, apakah yakin akan menghabiskan waktu untuk memperbaiki citra pemerintah di mata rakyat hanya karena ketakaburan 1 orang Utusan Khusus Presiden? 

Pak Presiden, tolong berikan sanksi tegas dan konkret pada setiap pelanggaran dari orang-orang yang ada di barisan sebagai contoh bagi yang lainnya agar mawas diri dan pandai beradab di depan atau belakang Rakyat! 

Kita akan menyongsong Indonesia Emas, 'kan? Apa jadinya jika role model yang ada di lingkaran Bapak seperti itu?

avatar of the starter
Ade PrasetioPembuka Petisi
Dukung sekarang

9.734


Perkembangan terakhir petisi