
Emerson YunthoJakarta, Индонезия
3 апр. 2016 г.
Rekans,
Terima kasih atas dukungannya terhadap petisi ini. Ketika petisi ini digulirkan sejak 7 hari lalu muncul sejumlah pro dan kontra. Beberapa bahkan meragukan apakah Nobel Perdamaian dapat dicabut?
Pada dasarnya pencabutan penghargaan atau gelar atau kehormatan terhadap seseorang yang pernah menerimanya adalah bukanlah suatu yang tabu dan bahkan dapat dilakukan. Pada tahun 2012 di bidang olahraga,Badan Balap Sepeda Internasional pernah mencabut tujuh gelar juara bergengsi Tour De France yang diraih oleh pembalap Amerika, Lance Amstrong. Pencabutan gelar ini karena Amstrong terbukti menggunakan doping sepanjang karirnya bersepeda. Tidak hanya kehilangan gelar, Amstrong juga diminta mengembalikan bonus jutaan dollar yang pernah diterimanya dari pihak sponsor.
Perancang Inggris John Galliano juga kehilangan tanda penghargaan yang terhormat di Perancis, Legion d’Honneur pada tahun 2012. Keputusan pencabutan gelar yang dilakukan oleh Presiden Perancis Francois Hollande dilakukan karena Galliano terbukti bersalah mengeluarkan pernyataan antisemit pada tahun 2010 dan 2011. Galliano juga kehilangan pekerjaaanya sebagai Direktur di rumah mode yang terkenal di Perancis, Dior.
Peristiwa terbaru terjadi pada Desember 2015, ketika sebuah Universitas di Aberden Skotlandia mencabut gelar kehomatan yang pernah diberikan kepada Donald Trump, kandidat Calon Presiden Amerika dari Partai Republik. Pencabutan gelar doktor kehormatan bidang administrasi bisnis yang diterima pada 2010 ini dilakukan setelah dalam kampanye pemilu, Trump telah melontarkan pernyataan yang bersifat rasis dengan berniat melarang muslim memasuki Amerika Serikat. Hukuman sosial juga muncul terhadap Trump. Masih pada tahun 2015, lebih dari 350 ribu petisi dibuat oleh warga Inggris yang meminta pemerintah melarang Trump mengunjungi negara tersebut.
Sejumlah pertimbangan diatas pada akhirnya menjadi dasar bagi sejumlah individu di Indonesia pada Senin, 28 Maret 2016 utuk membuat petisi online change.org meminta Ketua Komite Nobel untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan untuk Suu Kyi. Belum genap 24 jam sudah terkumpul lebih dari 34 ribu warga dari sejumlah negara yang meminta pencabutan perhargaan Nobel ini.
Desakan publik ini sudah seharusnya menjadi perhatian Komite di Norwegia untuk melakukan tindakan penyelamatan terhadap keluhuran Nobel Perdamaian. Agar proses menjadi fair maka sebaiknya pihak Komite Nobel dapat melakukan penyelidikan terhadap peristiwa memalukan yang melibatkan Suu Kyi. Jika terbukti melakukan pernyataan rasis maka tidak ada pilihan bagi Komite untuk segera mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan untuk Suu Kyi. Harus dipahami bahwa Nobel Perdamaian hanya layak disandang oleh mereka yang tidak rasis dan sungguh-sungguh menjaga kedamaian serta persaudaraan.
Cat. Beberapa argumentasi diatas diambil dari Opini berjudul "Aung San Suu Kyi dan Nobel Perdamaian" yang dimuat di Koran Sindo, 30 Maret 2016 lalu.
Подписать
Подписать петицию
Скопировать ссылку
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Эл. почта
X