

Teman-teman, terima kasih sudah dukung petisi ini. Saya mau kasih update mewakili warga Lakardowo. Jelang tahun baru ini, Bu Sutamah dan warga Lakardowo lagi siap-siap “perang langsung” sama pabrik pembuang limbah beracun yang bikin anak-anak dan lansia sakit kulit.
Belakangan ini Bu Sutamah sibuk kumpulkan data dan dokumen untuk daftar gugatan terhadap PT. PRIA. Bu Sutamah gak sendiri, ECOTON (Ecological Observation and Wetlands Conservation), sebuah lembaga yang bekerja melestarikan, merestorasi, dan mengelola ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia juga turut bantu.
Tapi usaha Bu Sutamah dan warga Lakardowo nggak mudah. Mereka gencar banget diterpa fitnah dan isu miring. Misal ada yang bilang dia dikasih uang sama pabrik. Tapi banyak orang yang dukung Bu Sutamah. Termasuk teman-teman yang sudah menyuarakan isu ini di media sosial dan teman-temannya.
Sekarang ini, Bu Sutamah selalu membagi informasi kegiatan apapun yang dilakukannya agar masyarakat bisa update kondisinya.
Upaya gugatan itu diambil setelah laporan warga Lakardowo ke berbagai instansi nggak ada hasilnya. Mulai dari pemerintah desa, Bupati Mojokerto, Dinas Lingkungan Hidup Mojokerto dan Surabaya, DPRD Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Dinas Kesehatan Mojokerto dan Jawa Timur, DPR Komisi VII, Komnas HAM, sampai ke Staff 1 Presiden. NIHIL!
Bahkan tayangan Mata Najwa pernah mengulas masalah ini. Kalian bisa nonton di sini.
Saya dan warga Lakardowo minta bantuan teman-teman lagi untuk terus suarakan masalah ini di media sosial ya agar pemerintah terus diingatkan. Sambil kita persiapkan langkah hukum untuk stop pabrik itu buang limbah beracun di Lakardowo.
Salam,
Linda Nursanti