
Adrian ZmithIndonesia

Mar 31, 2016
Kicauan bertema SARA, ancaman, dan penyelewengan sejarah tentang pembantaian etnis tionghoa abad 17 (yang sejatinya adalah ulah VOC dengan latar belakang politik perdagangan dan bertempat di lokasi sekitar kali Angke pada masanya. Angke yang artinya warna merah, darah yang tertumpah di air kali tersebut), dipakai oleh dubes dan jenderal bintang tiga dengan kalimat: "Kalau sayang dengan teman-teman atau sahabat dari etnis tionghoa, tolong diingatkan agar jangan ada etnis tionghoa yg sok jago ketika berkuasa atau dekat dengan penguasa," tulis Suryo Prabowo, Selasa (15/3) di postingan akun facebooknya (https://www.facebook.com/suryo.prabowo.18/posts/10207471995056276)
Lebih lanjut mantan Kepala Staf Umum TNI ini mengingatkan sejarah kelam yang pernah diterima etnis tionghoa oleh pribumi. Tahun 1740-1743 10 ribu China dibantai
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X