Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung.

Masalahnya

Anda ingat dengan Yani seekor gajah Sumatera yang mati di Kebun Binatang Bandung (KBB) beberapa waktu lalu? Menjelang ajalnya, Yani dibiarkan sekarat dengan tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai karena KBB tidak mempunyai seorang pun dokter hewan. 

Kematian Yani menjadi contoh buruknya pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Usai kasus kematian Yani, kita pun dikejutkan dengan sejumlah beruang yang terlihat kelaparan di dalam kandang yang kotor. Bahkan seekor beruang terlihat sangat kurus dan memakan fesesnya sendiri. 

Relawan Scorpion berusaha membantu memberi makan beruang kelaparan dengan buah buahan serta meminta akses untuk melihat dan mengecek kondisi beruang tersebut -yang dikatakan KBB sedang berada di kandang perawatan. Namun, hingga saat ini permintaan akses tidak pernah dikabulkan. Hingga saat ini, kami tidak mengetahui bagaimana nasib beruang kurus yang memakan fesesnya sendiri tersebut. 

Pada hari Minggu 8 Januari 2017, relawan scorpion kembali memantau Kebun Binatang Bandung dan menemukan kembali sejumlah beruang yang terlihat kelaparan. Beruang lapar terlihat seperti meminta makanan kepada sejumlah pengunjung yang sepertinya bebas melempar sesuatu kedalam kandang.

Apa yang terjadi pada beruang ini adalah pelanggaran terhadap standar minimum prinsip kesejahteraan satwa di lembaga konservasi, yaitu:

1. Bebas dari rasa lapar dan haus

2. Bebas dari ketidaknyamanan lingkungan

3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit

4. Bebas dari rasa takut dan tertekan

5. Bebas untuk mengekspresikan prilaku alami. 

Hal ini juga bertentangan dengan pasal 1 angka 2 Peraturan Dirjen PHKA No. P 9/IV-SET/2011 yang menyatakan bahwa kesejahteraan satwa adalah Keberlangsungan hidup satwa yang perlu diperhatikan oleh pengelola agar satwa hidup sehat, cukup pakan, dapat mengekspresikan prilaku secara normal, serta tumbuh dan berkembang biak dengan baik dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya: Mohon Segera Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung. 

avatar of the starter
Yayasan Scorpion IndonesiaPembuka PetisiWe conduct investigation into both the ‘legal’ and illegal wildlife trade that currently plagues our wonderful country

94.351

Masalahnya

Anda ingat dengan Yani seekor gajah Sumatera yang mati di Kebun Binatang Bandung (KBB) beberapa waktu lalu? Menjelang ajalnya, Yani dibiarkan sekarat dengan tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai karena KBB tidak mempunyai seorang pun dokter hewan. 

Kematian Yani menjadi contoh buruknya pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Usai kasus kematian Yani, kita pun dikejutkan dengan sejumlah beruang yang terlihat kelaparan di dalam kandang yang kotor. Bahkan seekor beruang terlihat sangat kurus dan memakan fesesnya sendiri. 

Relawan Scorpion berusaha membantu memberi makan beruang kelaparan dengan buah buahan serta meminta akses untuk melihat dan mengecek kondisi beruang tersebut -yang dikatakan KBB sedang berada di kandang perawatan. Namun, hingga saat ini permintaan akses tidak pernah dikabulkan. Hingga saat ini, kami tidak mengetahui bagaimana nasib beruang kurus yang memakan fesesnya sendiri tersebut. 

Pada hari Minggu 8 Januari 2017, relawan scorpion kembali memantau Kebun Binatang Bandung dan menemukan kembali sejumlah beruang yang terlihat kelaparan. Beruang lapar terlihat seperti meminta makanan kepada sejumlah pengunjung yang sepertinya bebas melempar sesuatu kedalam kandang.

Apa yang terjadi pada beruang ini adalah pelanggaran terhadap standar minimum prinsip kesejahteraan satwa di lembaga konservasi, yaitu:

1. Bebas dari rasa lapar dan haus

2. Bebas dari ketidaknyamanan lingkungan

3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit

4. Bebas dari rasa takut dan tertekan

5. Bebas untuk mengekspresikan prilaku alami. 

Hal ini juga bertentangan dengan pasal 1 angka 2 Peraturan Dirjen PHKA No. P 9/IV-SET/2011 yang menyatakan bahwa kesejahteraan satwa adalah Keberlangsungan hidup satwa yang perlu diperhatikan oleh pengelola agar satwa hidup sehat, cukup pakan, dapat mengekspresikan prilaku secara normal, serta tumbuh dan berkembang biak dengan baik dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya: Mohon Segera Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung. 

avatar of the starter
Yayasan Scorpion IndonesiaPembuka PetisiWe conduct investigation into both the ‘legal’ and illegal wildlife trade that currently plagues our wonderful country

Pengambil Keputusan

Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Telah ditanggapi
Teman-teman, Saya sudah menerima dan membaca petisi yang disampaikan oleh kawan-kawan dari Yayasan Scorpion. Pertama-tama saya ingin berterima kasih atas laporan yang disampaikan kepada saya. Ini sangat membantu kami dalam memantau kesejahteraan hewan, terutama yang berada dalam kebun binatang. Sejak mengetahui permasalahan ini, saya sudah mengirim tim ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi beruang di Kebun Binatang Bandung, serta tim mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan yang akan saya pergunakan untuk mengambil keputusan yang tepat. Selain itu, ikut dalam tim adalah dokter yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap dan kesejahteraan hewan, berikut kelayakan kondisi tempat. Hari senin nanti, kami akan rapat gelar hasil pemeriksaan untuk menentukan keputusan apa yang akan saya ambil. Saya akan menginformasikan lagi kepada teman-teman keputusan selanjutnya setelah saya mendengar laporan dari tim dan hasil rapat. Terima kasih, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.
Dirjen Konservasi Sumber Daya alam dan Ekosistemnya
Dirjen Konservasi Sumber Daya alam dan Ekosistemnya
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 10 Januari 2017